Anda berada disini:Beranda/Bali dan Nusa Tenggara/Nusa Tenggara Timur/Desa Adat Takpala, Kesederhanaan Kampung Tradisional Pesisir Alor NTT

Desa Adat Takpala, Kesederhanaan Kampung Tradisional Pesisir Alor NTT

13.04.2019
Desa Adat Takpala, Kesederhanaan Kampung Tradisional Pesisir Alor NTT (Foto: fakhrianindita.com)

Kampung Takpala merupakan salah satu kampung tradisional di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Kesederhanaan serta adat warisan leluhur yang masih melekat kuat menjadikan kampung tradisional ini kerap dikunjungi wisatawan. Selain kehidupan adat tradisionalnya, kampung ini juga terkenal karena kerajinan tangannya.

Takpala sendiri berasal dari dua suku kata, yaitu tak yang berarti pembatas, dan pala yang berarti kayu. Jadi, takpala dalam berarti kayu pembatas. Takpala juga kerap diartikan sebagai kayu pemukul.

Seperti umumnya kampung tradisional lain di Nusantara, Kampung Takpala berada di atas bukit. Meski begitu, kampung ini juga tidak jauh dari pesisir pantai yang berada di Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor.

Kampung Takpala dihuni oleh suku Abui atau Tuk Abui, suku terbesar di Alor. Karena perkampungan suku Abui terletak di atas bukit, mereka mendapat julukan Anak Gunung atau Gunung Besar. Penghuni Kampung Takpala tidak banyak. Hal ini dikarenakan banyak keturunan suku Abui yang tidak tinggal di kampung Takpala. Mereka tersebar di banyak tempat.

Kehidupan tradisional Anak Gunung yang masih mempertahankan kebudayaan asli ini menarik banyak wisatawan. Banyak orang penasaran dengan cara hidup mereka yang masih sangat tradisional, dan bagaimana mereka masih bisa bertahan dengan cara hidup seperti itu sampai sekarang, sementara daerah lainnya sudah berubah cara hidupnya karena datangnya pengaruh modern.

Penduduk Kampung Takpala sangat terkenal karena keahlian mereka dalam membuat rumah berlantai empat. Dari segi bentuk bangunan, mungkin rumah adat di Kampung Takpala yang berbentuk limas ini juga dimiliki oleh suku adat lain yang ada di Indonesia. Tapi jika dilihat dari segi fungsi, mungkin hanya suku Abui di Kampung Takpala yang membangun rumahnya dengan ragam fungsi.

Lantai pertama rumah difungsikan sebagai tempat rapat atau pertemuan-pertemuan lain. Lantai kedua digunakan sebagai dapur dan juga sebagai tempat beristirahat. Lantai tiga digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan makanan. Dan, lantai paling atas, lantai empat, digunakan sebagai tempat menyimpan barang-barang keperluan acara adat.

Mata pencaharian utama warga kampung adalah berkebun. Ketika siang hari, keadaan kampung sangat sepi karena hampir seluruh warga berada di kebun atau di hutan untuk mencari bahan makanan.

Makanan pokok warga Kampung Takpala adalah ubi kayu, ubi jalar, dan jagung yang mereka dapatkan baik dari kebun maupun hutan. Sementara beras mereka konsumsi sebagai makanan sampingan. Dalam mengonsumsi beras pun, mereka biasa mencampurkan ubi atau jagung.

Kampung Takpala mulai dikenal dunia saat seorang wisatawan asal Belanda datang dan mengabadikan setiap momen yang dia temui dalam bentuk foto untuk keperluan almanak dan kalender pada tahun 1973.

Siapa sangka foto-foto kehidupan masyarakat suku Abui di kampung Takpala mampu menarik minat wisatawan asal Eropa lainnya untuk datang. Mungkin sejak saat itulah masyarakat suku Abui di kampung tersebut mulai menjual hasil kerajinan tangan mereka sebagai cendera mata asli, dan membuat kampung mereka semakin terkenal.

Tidak terlalu sulit untuk dapat berkunjung ke kampung tradisional Takpala karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari ibu kota kabupaten Alor, Kalabahi. Jaraknya hanya 30 kilometer dahn hanya butuh waktu sekitar tiga puluh menit dengan kendaraan.

Ketika memasuki kampung, pengunjung akan disambut dengan tari Lego oleh warga kampung yang bermakna bahwa siapa saja yang masuk atau datang ke kampung Takpala menjadi saudara mereka semuanya.

Kampung Takpala di Alor, Nusa Tenggara Timur, adalah salah satu dari kampung tradisional yang masih setia mempertahankan kebudayaan asli. Dalam kesederhanaannya, mereka mampu menarik wisatawan baik lokal maupun asing. Hidup menyatu dengan alam dan kesetiaan kepada ajaran nenek moyang seakan sudah menjadi gambaran tersendiri untuk kampung Takpala bagi banyak orang.

Suku Abui di kampung Takpala mengajarkan pada generasi muda bahwa Indonesia memiliki banyak kearifan lokal dengan nilai-nilai luhurnya. Menjadi tugas kita sekarang untuk menggalinya, meneguhkan kembali, dan mengembangkannya. Tugas ini hanya bisa kita lakukan jika kita mengakar pada kebudayaan kita sendiri. Tanpa itu, kita akan menjadi asing dengan negeri kita sendiri dan tidak tahu apa artinya menjadi “orang Indonesia”.

---

Sumber:

  • https://www.mobgenic.com/2012/10/10/kampung-tradisional-takpala-contoh-kesetiaan-terhadap-alam-dan-tradisi/
  • http://www.merdeka.com/gaya/menyentuh-langsung-tradisi-kampung-tradisional-kampung-takpala.html
  • kompas.com
  • https://m.tempo.co/read/news/2013/08/28/242508028/uniknya-kampung-tradisional-takpala-alor

Share Content

 
Rating Konten
(0 pengunjung)
Kategori Menu
Label Konten

Memberi manfaat untuk umat merupakan satu kepuasan tersendiri

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

6 komentar

  • Irene
    14.08.2019
    What's up to every one, since I am really keen of reading
    this blog's post to be updated on a regular
    basis. It carries fastidious data.
  • Antonio
    01.08.2019
    Appreciate the recommendation. Will try it out.
  • Jed
    Jed
    01.08.2019
    I simply couldn't leave your site before suggesting that I really enjoyed the usual information an individual supply on your guests?

    Is going to be back regularly to check up on new posts
    natalielise pof
  • Francis
    23.07.2019
    Nice answer back in return of this difficulty with real arguments and describing all concerning that.
    natalielise pof
  • Stepalima
    Stepalima
    20.07.2019
    Fluoxetine Overseas Levitra Controindicazioni Forum Baclofene Perte De Poids Cuanto Cuesta La Viagra En La Farmacia
  • Penney
    19.07.2019
    Thanks for another informative website. The place else may just I
    get that kind of info written in such an ideal manner?

    I've a project that I'm just now running on, and I have been at the look out for such
    information.

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

loading...

  • Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena sebuah kebetulan

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018 intronesia.com