Anda berada disini:Beranda/Bali dan Nusa Tenggara/Nusa Tenggara Timur/Jejak Homo Floresiensis di Gua Liang Bua

Jejak Homo Floresiensis di Gua Liang Bua

25.06.2019
10309
Gua Liang Bua, lokasi ditemukannya Homo floresiensis pada 2003 Gua Liang Bua, lokasi ditemukannya Homo floresiensis pada 2003 (Foto: cosmosmagazine.com)

Pada 2003, ditemukan manusia pigmi Flores di Gua Liang Bua, Flores, Nusa Tenggara Timur. Manusia purba itu kemudian diberi nama ilmiah Homo floresiensis. Penemuan manusia purba yang dijuluki “The Hobbit” karena tubuhnya lebih kecil dari rata-rata manusia itu menjadi babak baru dalam upaya memahami sejarah purba Nusantara.

Sebenarnya penelitian di kawasan Gua Liang Bua sudah dimulai oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) pada 1978–1989. Penelitian yang dilakukan oleh Kepala Puslit Arkenas Prof. Dr. R.P Soejono ini sempat terhenti karena kesulitan dana.

Penelitian kemudian dilakukan kembali atas kerja sama dengan Universitas New England, Australia (2001–2004), Universitas Wollongong, Australia (2007–2009), dan Smithsonian Institution, Washington DC, USA mulai tahun 2010.

Pada 2003, para peneliti menemukan kerangka perempuan berumur 25 tahun dengan tinggi 106 cm yang kemudian dijuluki sebagai “The Hobbit” yang menghebohkan itu.

Semula, kerangka yang ditemukan pada kedalaman 593 cm dari permukaan tanah tersebut diperkirakan mengalami kepunahan sekitar 12.000 tahun lalu. Penelitian 2007–2014 menyimpulkan bahwa manusia pigmi Flores hidup pada masa 100.000 hingga 6.000 tahun lalu, dan punah pada sekitar 50.000 tahun lalu.

Sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE tahun 2013 mengungkapkan bahwa manusia purba tersebut merupakan spesies baru. Manusia pigmi Flores yang secara ilmiah disebut Homo Floresiensis LB1 berbeda dengan manusia modern.

Homo floresiensis memiliki anatomi tubuh yang sangat unik. Ukuran tubuh dan kepalanya yang kerdil seukuran anak TK, meskipun riset terbaru menyatakan bahwa ukuran otaknya tak sekecil yang diduga.

Jejak pada manusia pigmi modern

Temuan kerangka Homo floresiensis telah menarik perhatian para ahli di dunia. Uniknya, di sekitar penemuan manusia purba tersebut, terdapat dusun bernama Rampasasa yang penduduknya bertubuh kerdil. Meskipun pendek, manusia pigmi Rampasasa memiliki proporsi tubuh yang normal. Jadi, mereka pendek bukan disebabkan karena suatu sindrom tertentu.

Kedua hal tersebut kemudian memunculkan pertanyaan: Apakah Homo floresiensis memiliki hubungan genetik dengan manusia pigmi Rampasasa?

Seperti yang dilansir Kompas (7/8/2018), untuk menjawab masalah di atas, dilakukan studi ulang oleh sejumlah peneliti dari 11 institusi berbeda dari enam negara. Ada dua peneliti Indonesia yang terlibat dalam riset ini, yaitu Gludhug A Purnomo dan Herawati Sudoyo dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Mereka melakukan perunutan DNA dan menganalisis genom 32 orang pimi dari Dusun Rampasasa, Desa Wai Mulu, Kecamatan Wai Rii, Kabupaten Manggarai. Hasil penelitian tersebut kemudian dipublikasikan di majalah Science 3 Agustus 2018 dengan judul “Evolutionary History and Adaptation of a Human Pygmy Population of Flores Island, Indonesia”.

Menurut penelitian tersebut, terdapat jejak pembauran Homo neanderthal dan manusia Denisovans pada genom manusia kerdil Rampasasa. Namun, selain jejak dua manusia purba itu, tidak ditemukan lagi jejak manusia purba lain pada populasi Rampasasa. Dengan kata lain, tidak ada jejak Homo floresiensis pada genom manusia pigmi Rampasasa.

Ini berarti, populasi Rampasasa tidak berbeda dengan populasi lain di Indonesia maupun dunia. Secara genetika, populasi Rampasasa memiliki kedekatan dengan kelompok Asia Timur dan Asia Tenggara dibanding dengan Melanesia dan Nugini.

Selain tidak ditemukannya jejak Homo floresiensis pada manusia pigmi modern, penelitian ini juga mengungkapkan penyebab orang-orang di Rampasasa bertubuh kerdil. Menurut penelitian ini, yang menjadikan mereka berperawakan pendek adalah proses seleksi dan adaptasi manusia modern di sekitar Gua Liang Bua. Jadi bukan karena faktor genetik.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Pusat Arkeologi Nasional dan Universitas New England mengungkapkan, tinggi badan Homo floresiensis LB1 lebih rendah daripada manusia kerdil modern. Penelitian yang telah dimuat di majalah Nature tahun 2004 itu memperkirakan, tinggi manusia pigmi Flores hanya 106 sentimeter. Sedangkan tinggi rata-rata manusia pigmi yang sekarang hidup di Rampasasa sekitar 148 cm.

Para peneliti kemudian menganalisis genom populasi Rampasasa dikaitkan dengan gen yang terkait dengan tinggi badan yang diidentifikasi pada orang Eropa. Hasilnya, ditemukan frekuensi varian genetik yang tinggi yang berasosiasi dengan penurunan tinggi badan.

Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah bahwa evolusi orang pigmi Flores merupakan hasil proses seleksi alam yang berpengaruh pada variasi genetik yang ada sebelumnya. Jadi bukan karena adanya keterkaitan dengan gen Homo floresiensis.

Proses mengecilnya ukuran tubuh pada mamalia besar yang terisolasi di pulau-pulau merupakan suatu fenomena yang umum. Mamalia perlu beradaptasi dengan lingkungan. Saat pasokan makanan terbatas, tubuh mereka mengecil secara perlahan agar asupan makanan yang dibutuhkannya dapat disesuaikan.

Karena penelusuran genetika Homo floresiensis pada manusia modern tidak menemukan hasil, maka sampai saat ini asal-usul manusia Flores masih menjadi misteri. Sebab itu, upaya penelusuran harus dilakukan pada kerangka yang ditemukan di Liang Bua. Secara teknologi hal itu bisa dilakukan.

Namun pada daerah tropis seperti di Indonesia, proses pengurutan DNA lebih sulit dilakukan karena pengaruh iklim dan kelembaban. Perubahan suhu satu derajat saja akan memiliki dampak yang signifikan. Sebab itu, meskipun kerangka manusia purba telah ditemukan, tidak mudah bagi peneliti untuk memperoleh DNA dari kerangka tersebut.

---

Sumber: https://1001indonesia.net/jejak-homo-floresiensis-di-gua-liang-bua

Share Content

 
Rating Konten
(0 pengunjung)
Kategori Menu
Label Konten

Memberi manfaat untuk umat merupakan satu kepuasan tersendiri

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

378 komentar

  • battlebrik
    29.05.2020
    air jordan 13 retro low hornets gs chelsea new away shirt atlanta falcons baby boy clothes jordan melo 11 tutti nero green black nike hyperrev 2015 for uk adidas ace 17.1 review 33
  • songkolo
    29.05.2020
    toronto blue jays home hat websites adidas ultra boost white limited for cheap jordan 8 white black purple for cheap nike react hyperdunk 2017 gold and red nike flyknit lunar 3 uk uk supreme x air jordan 5 camo desert camo fire red black
  • songkolo
    28.05.2020
    nba all star shoes 2013 pdf ua micro g anatomix spawn 2 all black shoes air max tn mens shoes all black red uk cool nfl knit hats xbox one texas rangers baylor cap usage new york yankees hat navy blue quilts
  • monobrot
    28.05.2020
    j.j. watt 99 houston texans jersey for cheap a buon mercato tutti rosso new jordan super.fly 2017 baby jordan winter hats verde nike tennis scarpe uk brown shoes nike sb nyjah free adidas yeezy boost 750 cheap zara
  • flaresco
    28.05.2020
    west ham replica shirts new era new york yankees t shirt for cheap ultra boost 4.0 black 2016 nike air huarache run ultra grade school shoes group all new football kits darrius heyward bey 88 jersey for cheap
  • nlmluo
    28.05.2020
    nike air max 95 se anthracite black nike magista obra online games nike free flyknit mercurial superfly white adidas yeezy 500 sizing job grey black adidas predator sneakers canada air jordan 18 unboxing
  • cariobat
    28.05.2020
    kansas city royals baseball cap zone stores nike roshe run white and grey for cheap air jordan 11 velvet night maroon grau schuhe for verkauf womens white hi top converse shoes for cheap all grey nike air max 90 glow in the dark how to make a crochet baby elf hat quest
  • vnuwill
    28.05.2020
    jordan trainer 1 low rosso and bianca scarpe yeezy 750 boost schwarz adidas zx 700 jual zone zapatilla nike elastico superfly tf new era 59fifty boston red sox hat dates cincinnati reds fitted hat ladies kitchen
  • hariharagro
    28.05.2020
    barca 3 kit liverpool t shirt retro for cheap adidas nmd fu white air jordan basketball shoes nike hunting cap zoo rare san francisco giants hats youtube
  • limoind
    28.05.2020
    nike lebron soldier 12 cheap blue and grey shoes cam newton salute to service jersey for cheap nike free rn grey purple shoes on sale grey red black adidas eqt for sale all black nike hypervenom phantom iii df fg for uk asics gel kumo 6

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

loading...

  • Masa depan kita tidak tergantung pada apa yang orang lain pikirkan tentang kita

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com