Anda berada disini:Beranda/Intro/22 Desember Hari Ibu. Asal usul Hari Ibu di Indonesia berawal dari Yogyakarta

22 Desember Hari Ibu. Asal usul Hari Ibu di Indonesia berawal dari Yogyakarta

22.12.2018
1459
Presiden Sukarno bersama pejuang wanita ketika Kongres Perempuan Indonesia I, 22 Desember 1928 Presiden Sukarno bersama pejuang wanita ketika Kongres Perempuan Indonesia I, 22 Desember 1928 (Foto: Dok. Kowani)

Peringatan Hari Ibu di Indonesia sejatinya  tak pernah lepas dari perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan  yang dilandasi atas cita-cita juga semangat persatuan guna menuju kemerdekaan yang aman, damai, adil, tentram, dan makmur.

Sebab biar bagaimana pun, saat itu semua orang tentunya menginginkan kemerdekaan, yang sejalan dengan terlepasnya belenggu penjajahan bangsa koloni.

Kondisi demikian yang dibarengi dengan hadirnya Kongres Perempuan Indonesia pada  22 Desember 1928, di Yogyakarta. Tepatnya di Pendopo Dalem Jayadipuran milik Raden Tumenggung Joyodipoero.

Kongres ini diketahui dihadiri oleh wakil - wakil dari perkumpulan Boedi Oetomo, PNI, Pemuda Indonesia, PSI, Walfadjri, Jong Java, Jong Madoera, Muhammadiyah, dan Jong Islamieten Bond.

Tokoh-tokoh populer lainnya turut hadir seperti halnya Mr. Singgih dan Dr Soepomo dari Boedi Oetomo, Mr Soejoedi (PNI), Soekiman Wirjosandjojo (Sarekat Islam), dan A.D Haani (Walfadjri).

Sekitar 600 perempuan dari berbagai latar belakang hadir dalam kongres tersebut. Organisasi - organisasi yang terlibat antara lain Wanita Utomo, Putri Indonesia, Wanita Katolik, Aisyah, Wanita Mulyo, Perempuan - perempuan Sarekat Islam, Darmo Laksmi, Perempuan - perempuan Jong Java, Jong Islamieten Bond, dan Wanita Taman Siswa.

Hampir dari keseluruhan kongres kurang lebih membicarakan terkait relasi perempuan. Hal tersebut terlihat dari pertemuan di hari kedua kongres, di mana Moega Roemah membahas mengenai perkawinan anak, Perwakilan Poetri Boedi Sedjati (PBS) dari Surabaya juga menyampaikan perihal derajat dan harga diri perempuan jawa.

Yang tak kalah penting dari kongres tersebut ialah pidato Djami dari organisasi Darmo Laksmi yang berjudul Iboe. Dalam pidatonya ia banyak menceritakan pengalaman masa kecilnya yang dipandang rendah sebab ia merupakan seorang perempuan. Anggapan bahwa anak laki-laki merupakan prioritas sedangkan anak perempuan selalu tak jauh dari urusan kasur, dapur, dan sumur seakan menjadi pandangan usang yang mengakar kuat.

Itulah mengapa kemudian pembangunan sekolah untuk memajukan perempuan memiliki peranan juga wujud penting bagi kehidupan perempuan di masa-masa selanjutnya.

Dengan demikian tak heran jika kemudian melalui Dekrit Presiden RI No. 316 Tahun 1953, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu.

---

Sumber: tirto.id

Share Content

 
Rating Konten
(1 Pilih)
Kategori Menu
Label Konten

dapat memberi manfaat untuk sesama adalah kesempatan dan kepuasan yang tak ternilai

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

1 komentar

  • Aveiccack
    11.11.2020
    unsecured business loans anz unsecured business loans cape town. unsecured debt consolidation loan direct lender i need loan to start the business i need a loan get a payday loan online fast. where to get an emergency loan in kenya unsecured loan company in chennai, unsecured loans equity bank comprar viagra. unsecured loans limited company i need a payday loan online 200 4c6dfaa local home loans, unsecured loans for small businesses, get a loan with bad credit va. unsecured bank loans advantages and disadvantages get a loan now without bank account, unsecured car loans for bad credit get a loan with bad credit and no collateral. unsecured loans means in urdu personal loan yes bank, unsecured business loans sydney hsbc personal loan us.

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

  • Apabila Anda melakukan hal yang Anda takutkan, maka rasa takut itu akan hilang

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com