Anda berada disini:Beranda/Intro/Lahirnya Kata Bajingan Memang dari Para Bajingan

Lahirnya Kata Bajingan Memang dari Para Bajingan

04.03.2020
254
Dua gerobak sapi mengangkut batu paras saat melintasi Desa Karanganyar, Ambulu, Jember, Jawa Timur Dua gerobak sapi mengangkut batu paras saat melintasi Desa Karanganyar, Ambulu, Jember, Jawa Timur (Foto: ANTARA/Seno S.)

Istilah 'bajingan' yang sekarang berkonotasi negatif, dulunya adalah nama sebuah profesi. 'Bajingan' dulunya adalah sebutan untuk para sopir gerobak sapi.

Alkisah dulu kala sekitar tahun 1940-an, di daerah Banyumas opsi transportasi yang tersedia sangat terbatas, bahkan langka. Warga yang hendak bepergian ke kota untuk berdagang atau sekadar mampir, sangat bergantung pada gerobak sapi (cikar) sebagai transportasi andalan, selain jalan kaki tentu saja.

Gerobak sapi itu dikemudikan oleh sopir yang disebut 'bajingan'. Tidak diketahui secara pasti dari mana asal kata 'bajingan' untuk menyebut profesi ini.

Karena jadwal kedatangan gerobak sapi ini tidak tentu. Kadang bisa datang pagi, untung-untung kalau siang masih ada, tetapi tidak menutup kemungkinan datangnya baru di sore, malam, bahkan tengah malam.

Alhasil, para bajingan tersebut menjadi bahan pergunjingan para calon penumpang. Mereka kerap mengeluhkan lamanya waktu kedatangan bajingan-bajingan yang sudah sangat dinanti.

Contoh "Bajingan tekane suwe tenan" (Bajingan sampainya lama betul), atau "Bajingan endi sih kok ra teko-teko" (Bajingan mana sih kok nggak datang-datang).

Saking seringnya keluhan dilontarkan, kata 'bajingan' dari yang awalnya adalah nama profesi beralih jadi kata umpatan kalau ada orang yang datangnya lama.

Misal: "Kowe ki suwe tenan tekone koyo bajingan" (Kamu itu datangnya lama sekali seperti bajingan).

Setelah itu, lama kelamaan kata 'bajingan' mulai beralih fungsi. Bukan hanya untuk kata umpatan khusus waktu, tapi untuk segala macam kekesalan, bahkan bisa juga buat ungkapan rasa syukur.

Pernah dengan orang ngomong "Bajingan iki enak tenan" (Bajingan ini enak banget) mirip seperti kata 'cok' di Jawa Timur yang serba guna.

Tapi, untuk urusan popularitas, kata 'bajingan' lebih unggul dari 'cok'. 'Bajingan' sudah jadi kata umpatan yang diketahui seluruh Indonesia, sudah masuk KBBI, dan masuk lirik lagunya Wali.

---

Sumber: kompasiana.com/tribudhis/552e4f686ea83480438b456f/asalusul-kata-bajingan

Share Content

 
Rating Konten
(0 pengunjung)
Kategori Menu

dapat memberi manfaat untuk sesama adalah kesempatan dan kepuasan yang tak ternilai

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

1 komentar

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

loading...

  • Ingin berjuang dan merubah negeri ini? Pilih sendiri medan perjuangan kamu...!!

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com