Anda berada disini:Beranda/Intro/Nyepi, Merayakan Tahun Baru dengan Tapa Brata

Nyepi, Merayakan Tahun Baru dengan Tapa Brata

07.03.2019
2866
Nyepi, Merayakan Tahun Baru dengan Tapa Brata (Foto: factsofindonesia.com)

Ketika umumnya orang merayakan tahun baru dengan ingar-bingar dan gemerlapnya kembang api, masyarakat Hindu Bali menyambut pergantian tahun saka dalam keheningan Nyepi selama sehari-semalam.

Dalam waktu 24 jam itu, masyarakat Hindu Bali melaksanakan catur brata. Di saat inilah, mereka mengistirahatkan seluruh hasrat badani setelah setahun penuh bergelut dalam keriuhan dunia.

Rasanya Nyepi tak hanya dibutuhkan oleh masyarakat Hindu Bali, tapi juga oleh kita semua. Keheningan dan keberjarakan dari aktivitas keseharian merupakan sarana untuk kembali pada kesejatian diri. Tanpa sadar, konsumerisme yang diperkuat oleh kapitalisme, globalisme, dan kemajuan teknologi telah menjauhkan kita dari diri kita sendiri.

Kita disibukkan untuk mengejar apa yang kita dan orang lain anggap bagus buat kita. Tapi tak pernah bertanya, apakah hal itu membuat kita menjadi manusia yang lebih baik. Akibatnya, semakin kita ingin menjadi sesuatu dengan melekatkan banyak hal pada diri kita, semakin asing kita dengan diri kita sendiri.

Keheningan dapat menjadi momen bagi kita untuk menanggalkan segala atribut luar. Membuat kita hadir apa adanya, tanpa embel-embel kekayaan, jabatan, ataupun ketenaran. Kita kembali ke titik nol dengan sebuah kesadaran bahwa segala kesenangan duniawi bukanlah hal yang abadi.

Tentu menjaga jarak dari keriuhan dunia bukan dimaksudkan untuk menyangkalnya atau menganggapnya tak penting. Tapi untuk menjaga kesadaran agar kita tahu mana yang memang kita butuhkan dan mana yang sekadar keinginan. Sehingga kita tidak dikendalikan oleh hasrat buta dan godaan para kapitalis yang membanjiri kita dengan produk-produk mereka.

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941.

Share Content

 
Rating Konten
(0 pengunjung)
Kategori Menu
Label Konten

Cinta Indonesia adalah sebuah rasa yang seharusnya ada dalam setiap diri warganya

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

2 komentar

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

loading...

  • Kesombongan tidak mampu menutupi kebodohan, bahkan justru memperjelas. Kebodohan hanya bisa terkikis oleh kerendahan hati untuk terus belajar

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com