Anda berada disini:Beranda/Intro/Sunan Giri. Raden Paku atau Ainul Yaqin

Sunan Giri. Raden Paku atau Ainul Yaqin

16.11.2019
153

Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden Ainul Yaqin dan Joko Samudro. Ia lahir di Blambangan tahun 1442, dan dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.

Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq, seorang mubaligh Islam dari Pasai, dengan Dewi Sekardadu, putri Prabu Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit.

Namun kelahirannya dianggap telah membawa kutukan berupa wabah penyakit di wilayah tersebut. Maka ia dipaksa ayahandanya (Prabu Menak Sembuyu) untuk membuang anak yang baru dilahirkannya itu. Lalu, Dewi Sekardadu memasukkan bayi tersebut ke dalam peti kemudian di hanyutkan di lautan.

Kemudian, bayi tersebut ditemukan oleh sekelompok awak kapal (pelaut) - yakni sabar dan sobir - dan dibawa ke Gresik. Di Gresik, dia diadopsi oleh seorang saudagar perempuan pemilik kapal, Nyai Gede Pinatih. Karena ditemukan di laut, dia menamakan bayi tersebut Joko Samudro.

Ketika sudah cukup dewasa, Joko Samudro dibawa ibu angkatnya ke Ampeldenta untuk belajar agama kepada Sunan Ampel. Tak berapa lama setelah mengajarnya, Sunan Ampel mengetahui identitas sebenarnya dari murid kesayangannya itu. Kemudian, Sunan Ampel mengirimkan sunan Giri beserta Makdhum Ibrahim (Sunan Bonang), untuk mendalami ajaran Islam di Pasai. Mereka diterima oleh Maulana Ishaq yang tak lain adalah ayah Joko Samudro. Di sinilah, Joko Samudro yang ternyata bernama Raden Paku mengetahui asal-muasal dan alasan mengapa dia dulu dibuang.

Setelah tiga tahun berguru kepada ayahnya, Raden Paku atau lebih dikenal dengan Raden Ainul Yaqin kembali ke Giri kemudian mendirikan sebuah pesantren giri di sebuah perbukitan di desa Sidomukti, Kebomas. Dalam bahasa Jawa, giri berarti gunung. Sejak itulah, ia dikenal masyarakat dengan sebutan Sunan Giri.

Cara Dakwah yang di lakukan oleh Sunan Giri adalah dengan menciptakan unsur lagu dan permainan dengan memasukkan beberapa unsur-unsur agamis, hal ini beliau lakukan untuk mendekatkan ajaran agama Islam khususnya untuk anak-anak.

Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa, bahkan pengaruhnya sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pengaruh Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan kecil yang disebut Giri Kedaton, yang menguasai Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi.

Sunan Giri dikenal sebagai ahli politik dan ketatanegaraan. Beliau pernah menyusun peraturan ketata pajakan dan undang – undang kerajaan Demak. Berbagai pandangan atau petuah nya di jadikan rujukan.

Terdapat beberapa karya seni tradisional Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri, diantaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan, dan Cublak Suweng; serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung.

---

Sumber: Wikipedia, thegorbalsla.com, moondoggiesmusic.com

Share Content

 
Rating Konten
(2 pengunjung)
Kategori Menu
Label Konten

dapat memberi manfaat untuk sesama adalah kesempatan dan kepuasan yang tak ternilai

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

12 komentar

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

  • Tidak masalah sering dihina, dicaci. Banyak orang mulia lahir dari seluruh penghinaan dan cacian

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com