Anda berada disini:Beranda/Jawa/Banten/Kota Kuno Banten. Keindahan Peninggalan Kesultanan Banten

Kota Kuno Banten. Keindahan Peninggalan Kesultanan Banten

11.01.2019
9685
Istana Kaibon menjadi bagian dari Kota Kuno Banten. Istana ini diyakini dibangun oleh Sultan untuk Sang Ibunda Istana Kaibon menjadi bagian dari Kota Kuno Banten. Istana ini diyakini dibangun oleh Sultan untuk Sang Ibunda (Foto: indonesiakaya.com)

Disebut dengan Kota Kuno Banten karena kawasan keraton Banten memang tidak dimaksudkan sebagai kawasan keluarga raja semata, melainkan keseluruhan tata kota berikut alur jalan dan air, serta fasilitas-fasilitas publik.

Kota Kuno Banten atau Banten Lama adalah situs yang merupakan sisa kejayaan Kerajaan Banten. Letaknya relatif tidak jauh dari kota Jakarta, dapat ditempuh sekitar 2 jam dari Jakarta.

Di tempat ini terdapat banyak Situs peninggalan dari Kerajaan Banten, diantaranya, Istana Surosoan, Masjid Agung Banten, Situs Istana Kaibon, Benteng Spellwijk, Danau Tasi Kardi, Meriam Ki Amuk, Pelabuhan Karangantu, Vihara Avalokitesvara.

Kawasan ini dibangun dalam kurun waktu 1552 sampai dengan perang yang menghancurkan beberapa kompleks utama pada bagian awal 1800-an. Kawasan ini mencerminkan tema-tema kerajaan - pemukiman - fungsi sosial sebagaimana juga yang banyak dikembangkan di Nusantara.

Bentuk dan arsitektur bangunan menunjukkan tingkat peradaban yang tinggi. Hal tersebut tampak dari model fondasi dan penopang utama yang kuat, yang dimaksudkan untuk dapat berumur panjang.

Tasik Kardi juga menunjukkan konsep kawasan yang disediakan sebagai sebuah penampungan air yang melewati beberapa penyaringan yang menjadi fungsi sosial. Bagi masyarakat, fungsi air tentu saja amat penting.

Istana Kaibon yang megah diyakini diperuntukkan bagi ibunda Sultan. Istana Surosowan yang luas dengan bekas-bekas pembagian ruang menunjukkan simbol dan fungsi utama Kesultanan. Masjid Agung Banten dengan menara seperti mercusuar dan dengan atap berlapis/bertumpuk.

Sementara Vihara Avalokitesvara menjadi tempat ibadah agama Buddha dan menjadi penanda interaksi Kerajaan Banten, para pedagang dan masyarakat dengan kelompok-kelompok pedagang dan ilmuwan China. Bangunan vihara amat indah dengan kekhasan warna merah, pagoda, atap lengkung, dan naga.

Kota Kuno Banten banyak menyimpan tentang perkembangan sejarah Kesultanan Islam di Banten, untuk itu setiap tahunnya selalu ada Penziarah dan Wisatawan datang untuk menikmati keindahan peninggalan Kesultanan Banten.

---

Sumber: Wikipedia, 1001indonesia

Share Content

 
Rating Konten
(0 pengunjung)
Kategori Menu
Label Konten

Sunyum adalah salah satu cara termudah untuk mendapatkan pahala

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

176 komentar

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

  • Kata-kata adalah doa. Sekaligus rencana yang kita ajukan pada semesta

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com