Anda berada disini:Beranda/Jawa/Banten/Rabeg, Hidangan Khas Keluarga Kesultanan Banten

Rabeg, Hidangan Khas Keluarga Kesultanan Banten

23.05.2019
4377
Rabeg makanan khas Kota Serang Banten Rabeg makanan khas Kota Serang Banten (Foto: bantenin.com)

Kesultanan Banten merupakan salah satu kesultanan termasyhur di Nusantara. Sebuah kerajaan atau kesultanan tentu memiliki peninggalan yang terkenal. Pewaris dari kerajaan akan menjaga peninggalan dari nenek moyangnya.

Tak terkecuali bagi Kesultanan Banten. Kesultanan yang terletak di ujung barat pulau Jawa ini memiliki satu makanan khas. Hidangan keluarga kesultanan ini bernama Rabeg. Rabeg merupakan olahan daging kambing atau sapi yang dibumbui sedemikian rupa.

Meskipun kesultanan Banten sudah tidak ada, namun peninggalannya masih tetap eksis hingga sekarang. Masyarakat yang hidup pada jaman sekarang masih bisa menikmati sisa kemasyhuran Kesultanan Banten.

Menurut salah satu cerita yang berkembang, Rabeg ada sejak jaman Sultan Maulana Hasanuddin. Cerita berawal ketika Sultan Maulana Hasanuddin menunaikan ibadah haji ke kota Mekah. Kala itu Sultan singgah pertama kali di kota Rabiq. Kota ini terletak di tepi Laut Merah.

Pada kesempatan itu Sultan mencoba kuliner yang ada disana. Sultan merasa takjub dengan hidangan yang dimakannya. Sepulang Sultan dari ibadah haji, Sultan mengutus juru masak istana untuk membuat hidangan seperti yang ia santap di kota Rabiq.

Dengan kebingungan, juru masak istana mencoba menerka – nerka menu masakan yang disantap Sultan. Juru masak istana menambahkan Bunga Lawang (Star Annise) untuk memberikan sentuhan Arab. Setelah makanan telah siap, kemudian dihidangkan di hadapan Sultan. Ternyata Sultan menyukai makanan yang dihidangkan.

Versi lain menyebutkan bahwa hidangan Rabeg ini merupakan akulturasi budaya Arab dan Nusantara. Versi ini didukung dengan fakta bahwa Banten menjadi gerbang masuk bagi para pedagang Arab. Karena dulunya Banten terkenal sebagai kota pelabuhan yang ternama.

Kedatangan pedagang Arab yang singgah ternyata memberi dampak pada kehidupan masyarakat sekitar. Hingga muncul lah Rabeg yang merupakan perpaduan rasa masakan Arab dan Indonesia. Masakan kambing yang khas tanah Arab berpadu dengan rempah – rempah Nusantara.

Rabeg memiliki cita rasa yang manis dan pedas. Rasa dari Rabeg tergantung dari selera dan kebutuhan. Rabeg yang dihidangkan saat acara akikah memiliki rasa manis.

---

Sumber:

  • https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/santapan-khas-para-sultan-banten
  • https://merahputih.com/post/read/rabeg-hidangan-legendaris-kesultanan-banten
  • https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/08/01/mencicipi-rabeg-hidangan-keluarga-kesultanan-banten

Share Content

 
Rating Konten
(1 Pilih)
Kategori Menu
Label Konten

Sunyum adalah salah satu cara termudah untuk mendapatkan pahala

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

7 komentar

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

  • Setiap orang adalah lukisan, jika tak membiarkan diri terperangkap bingkai

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com