Anda berada disini:Beranda/Jawa/Jawa Barat/Kampung Dukuh Garut Masih Teguh Memegang Tradisinya

Kampung Dukuh Garut Masih Teguh Memegang Tradisinya

12.05.2019
11392
Kampung Dukuh Garut Masih Teguh Memegang Tradisinya (Foto: kampungku-garut.blogspot.com)

Konon, nama Kampung Dukuh diambil dari Bahasa Sunda tukkuh yang berarti kukuh dalam mempertahankan hal yang menjadi haknya, atau teguh dalam menjalankan tradisi warisan karuhun (nenek moyang).

Masyarakat Kampung Dukuh masih memegang aturan yang diwariskan leluhur mereka turun-temurun, seperti tidak boleh menjulurkan kaki ke arah makam keramat yang ada di sebelah utara kampung, tidak boleh makan sambil berdiri, tidak boleh menggunakan barang-barang elektronik, dan tidak boleh berkeinginan membuat rumah yang lebih bagus dari milik tetangga.

Itu sebabnya, warga kampung ini hidup dengan sangat sederhana. Di tempat ini, kita akan menjumpai pemandangan rumah-rumah yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu, dan atapnya terbuat dari serabut alang-alang dan ijuk.

Semua rumah di kampung ini terbuat dari kayu. Ada aturan di kampung ini untuk tidak menggunakan kaca, tembok, dan genteng pada rumah tempat tinggal. Kesan tradisional masih sangat terasa.

Kampung Dukuh yang terletak di  Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini didirikan oleh seorang ulama yang bernama Syekh Abdul Jalil. Ia adalah seorang ulama yang diminta oleh Bupati Sumedang untuk menjadi penghulu atau kepala agama di kesultanan Sumedang pada abad ke-17.

Saat itu yang menjabat sebagai bupati Sumedang adalah Rangga Gempol II. Penunjukan Syekh Abdul Jalil sebagai penghulu tersebut atas dasar saran dari raja Mataram.

Saat diminta menjadi penghulu di Sumedang, Syekh Abdul Jalil mengajukan 2 syarat. Pertama, hukum agama tidak boleh dilanggar, seperti hukum tidak boleh membunuh, berzina, dan merampok. Kedua, bupati/pemimpin dan rakyatnya harus bersatu. Jika kedua syarat tersebut dilanggar maka ia akan mengundurkan diri dari jabatan kepala agama.

Namun, dua belas tahun kemudian persyaratan tersebut dilanggar. Terjadi pembunuhan terhadap utusan dari Kerajaan Banten. Hal itu terjadi karena Rangga Gempol II menolak untuk tunduk kepada Kerajaan Banten.

Pada saat peristiwa itu terjadi, Syekh Abdul Jalil sedang berada di Mekkah. Ia merasa sangat prihatin atas terjadinya pembunuhan itu. Setelah tiba di tanah air, Syekh Abdul Jalil memutuskan untuk pergi meninggalkan Sumedang.

Ia kemudian menetap di Batuwangi selama tiga setengah tahun. Kemudian ia melanjutkan lagi perjalanannya ke selatan dan tinggal di suatu daerah yang bernama Tonjong selama setengah tahun.

Di setiap tempat yang disinggahinya, Syekh Abdul Jalil selalu bertafakur memohon kepada Allah untuk mendapatkan tempat yang cocok untuk tinggal dan mengajarkan ilmu agamanya dengan tenang.

Pada saat bertafakur, ia melihat sebuah sinar sebesar pohon aren yang bergerak ke suatu tempat. Syekh Abdul Jalil kemudian mengikutinya. Sinar itu menghilang di antara sungai Cimangke dan Cipasarangan. Tempat tersebut dihuni oleh pakebon dan nikebon (orang yang menunggui huma atau ladang) bernama Aki dan Nini Candradiwangsa.

Setelah kedatangan Syekh Abdul Jalil, tempat tersebut diserahkan kepadanya oleh Aki dan Nini Candradiwangsa, dan mereka pun pulang ke rumahnya. Sepeninggal Aki dan Nini Candradiwangsa, Syekh Abdul Jalil menetap di daerah tersebut dan menyebarkan pengetahuan agama yang ia miliki.

Di tempat itu berdirilah Kampung Adat Dukuh yang masih bertahan sampai saat ini.

Semasa hidupnya, Syeikh Abdul Jalil merupakan otoritas tertinggi di Kampung Dukuh. Ia dibantu oleh beberapa pembantu utama (lawang) yang masing-masing memiliki tugas tersendiri.

Sampai saat ini, lawang masih berperan sebagai pembantu utama kuncen atau juru kunci Kampung Dukuh. Sepeninggal Syeikh Abdul Jalil hingga saat ini, kuncen merupakan pemegang otoritas tertinggi di Kampung Dukuh.

Susunan hierarki itu tidak hanya berlaku ketika Syeikh Abdul Jalil hidup. Setelah ia meninggal, Syekh Abdul Jalil dimakamkan di tempat yang paling tinggi. Kemudian secara berjenjang, di bawahnya, dikuburkan pembantu-pembantu utamanya.

Sampai saat ini, Syekh Abdul Jalil masih menjadi tokoh yang sangat dihormati oleh warga Kampung Dukuh. Setiap hari Sabtu, warga kampung akan berziarah ke leluhur kampung tersebut. Sebelum menuju makam, para peziarah diwajibkan untuk mandi dan berwudhu di sebuah jamban yang sudah disediakan warga.

---

Sumber: https://1001indonesia.net/kampung-dukuh-garut-yang-masih-teguh-memegang-tradisinya

Share Content

 
Rating Konten
(0 pengunjung)
Kategori Menu
Label Konten

Hidup itu pilihan yang harus diperjuangkan dengan segala resikonya

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

428 komentar

  • Aw, this was an exceptionally nice post. Spending some time
    and actual effort to create a top notch article… but
    what can I say… I procrastinate a whole lot and never manage to get nearly anything done.
  • Valeria
    21.10.2020
    It can one of the most significant global dark web takedowns to be able to date: 179 arrests propagate across six
    countries; five-hundred kilograms of drugs grabbed; $6.
    5 million throughout cash and cryptocurrency confiscated.
    And while it seemed to be announced today, Operation Disruptor traces
    its roots again to May 3, 2019. That's the day of which German police
    seized Inventory market Market, the well-known underground bazaar
    that provided international authorities everything they
    will needed to upend the particular dark web drug trade.
    It can unclear how big some sort of dent or dimple Procedure Disruptor will make over time; the dark web
    drug marketplace tends to bounce back again, even after the high-quality collapses of marketplaces such as the Silk Road
    plus AlphaBay. But even in case police is playing an endless game of Whac-A-Mole, it can at the
    least gotten extremely efficient at whacking. In the particular US, Operation Disruptor takes on out across dozens involving court papers and all-around 120
    arrests. In Kansas, members of your group identified as PillCosby were
    incurred with mailing out more than a million pills lace-up with fentanyl.

    Prosecutors throughout Washington, DC, allege that will David
    Brian Pate obscured thousands of OxyContin, Xanax,
    and morphine pills within souvenir maracas.
  • 온라인카지노
    20.10.2020
    What's up to every , because I am actually eager of reading this website's post to be updated regularly.
    It contains good material. https://sites.google.com/view/the-history-of-poker-games/home
  • Trista
    20.10.2020
    Everyone loves it whenever people come together and share opinions.
    Great site, keep it up!
  • AGroogirl
    20.10.2020
    antiviral therapy for hiv new cases quickly turning up in Asia. antiviral meds for shingles, antiviral meds for hiv. best antiviral medicine for flu, antiviral medications for coronavirus coronavirus medicine antiviral prescription for cold sores antiviral drugs for flu in india imel e87442f . what do antiviral medications do what is antiviral medication for shingles.
  • Maria
    20.10.2020
    Hi there, I found your blog via Google whilst looking for a comparable topic, your
    site got here up, it seems good. I have bookmarked it in my
    google bookmarks.
  • What's up to all, the contents existing at this web page are genuinely amazing
    for people knowledge, well, keep up the good work fellows.
  • This is a good tip particularly to those fresh to the blogosphere.
    Simple but very precise info? Many thanks for sharing this one.

    A must read post!
  • web page
    20.10.2020
    Excellent post! We will be linking to this great content on our website.
    Keep up thee great writing.
    web page
  • Howdy! This post could not be written any better! Looking through this article reminds me
    of my previous roommate! He constantly kept talking about this.
    I most certainly will forward this post to him. Pretty sure he will have a great read.

    Many thanks for sharing!

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

loading...

  • Setiap orang adalah lukisan, jika tak membiarkan diri terperangkap bingkai

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com