Anda berada disini:Beranda/Jawa/Jawa Tengah/De Tjolomadoe, Pabrik Gula yang Dipugar Menjadi Tujuan Wisata

De Tjolomadoe, Pabrik Gula yang Dipugar Menjadi Tujuan Wisata

12.12.2019
367
Keindahan Museum De Tjolomadoe di malam hari Keindahan Museum De Tjolomadoe di malam hari (Foto: beritasatu.com)

De Tjolomadoe terletak di Jl. Adisucipto No.1, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, sekitar 10 menit dari Bandara Adi Soemarmo. Bangunan ini awalnya merupakan Pabrik Gula Colomadu yang telah direvitalisasi menjadi tempat wisata dan kawasan komersial.

Pabrik Gula Colomadu didirikan di Karanganyar oleh Mangkunegaran IV dengan biaya mencapai 400.000 gulden. Pabrik gula ini dibangun setelah Desa Malangjiwan terpilih menjadi lahan perkebunan tebu.

Peletakan batu pertama dilakukan pada 8 Desember 1861 oleh seorang ahli berkebangasaan Jerman bernama R. Kampf yang diperintahkan oleh Mangkunegara IV untuk membangun pabrik tersebut. Mesin-mesin uap untuk beroperasinya pabrik didatangkan dari Eropa.

Pada 1862, Pabrik Gula Colomadu mulai beroperasi. Lalu pada 1928, pabrik ini mengalami perluasan area lahan tebu dan perombakan arsitektur. Konon perluasan tersebut membuatnya menjadi pabrik gula dengan kapasitas terbesar di Asia Tenggara kala itu. Pabrik Gula Colomadu bahkan pernah menjadi eksportir gula terbesar kedua di dunia pada 1930-an.

Pada masa jayanya, pabrik ini menginspirasi Raja Prajadhipok atau Rama VII untuk membangun bisnis sejenis di Thailand. Namun pada 1998, pabrik ini berhenti beroperasi karena tidak bisa mengembangkan produktivitasnya seperti sebelumnya. Produksinya kemudian dilimpahkan ke Pabrik Gula Tasikmadu yang masih beroperasi hingga saat ini.

Sejak berhenti beroperasi 20 tahun yang lalu, kondisi pabrik gula ini terbengkalai. Seperti yang dilansir Kompas.com, pada 2017, PT PP (Persero) Tbk; PT PP Properti Tbk; PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko (Persero); dan PT Jasa Marga Properti membentuk Joint Venture dengan nama PT Sinergi Colomadu untuk merevitalisasi bangunan pabrik gula ini dengan mengikuti kaidah cagar budaya.

Saat akan merevitalisasi, ada kesulitan untuk mencari blue print Pabrik Gula Colomadu. Untuk mencari foto-foto Pabrik Gula Colomadu, pihak PT Sinergi Colomadu perlu mencarinya ke Leiden.

Ground breaking dilakukan 8 April 2017. Studi kelayakan dilakukan dengan melibatkan berbagai pakar di bidang arsitektur, sejarah, dan budaya. Upaya ini dilakukan untuk mengubah pabrik gula yang terlantar itu menjadi destinasi wisata dan sekaligus menjadikannya sebagai kawasan komersial.

Bekas bangunan Pabrik Gula Colomadu seluas 1,3 ha di atas lahan 6,4 ha itu mulai direvitalisasi dengan tetap mempertahankan nilai dan kekayaan historis yang ada. Mesin-mesin raksasa pabrik gula dipertahankan untuk memberikan wawasan sejarah bagi pengunjung. Bintik-bintik karat di mesin giling mengajak pengunjung menerawang ke masa lampau.

Nama-nama ruang di dalam De Tjolomadoe tetap dipertahankan seperti aslinya, seperti Stasiun Gilingan yang difungsikan sebagai museum pabrik gula, Stasiun Ketelan sebagai area Food and Beverage, Stasiun Penguapan sebagai area Arcade, Stasiun Karbonatasi sebagai area Art & Craft, serta Besali Café sebagai restoran.

Di tempat ini juga terdapat ruang konser bernama Tjolomadoe Hall dan Sarkara Hall sebagai pelataran multifungsi.

Di Tjolomadoe Hall, sejumlah musisi papan atas tercatat pernah berkonser di dalamnya. Di antaranya Noah, Is (mantan vokalis Payung Teduh), Kla Project, dan Padi Reborn. Di hall ini pula, pertunjukan David Foster berlangsung saat peresmian De Tjolomadoe pada 24 Maret 2018.

De Tjolomadoe memiliki spot-spot menarik sebagai tempat untuk mengambil foto. Tak heran tempat ini dikunjungi banyak anak muda. Nilai positifnya, sambil mencari hiburan, mereka bisa belajar sejarah pabrik gula.

 

Pabrik Gula Colomadu sebelum direnovasi. (Foto: nasional.tempo.co)
Pabrik Gula Colomadu sebelum direnovasi. (Foto: nasional.tempo.co)

 

De Tjolomadoe yang diresmikan pada Maret 2018 kini kini tampil cantik dan menjadi destinasi wisata baru di Karanganyar. (Foto: archdaily.com)
De Tjolomadoe yang diresmikan pada Maret 2018 kini kini tampil cantik dan menjadi destinasi wisata baru di Karanganyar. (Foto: archdaily.com)

 

Stasiun Gilingan di De Tjilomadoe, bekas Pabrik Gula Colomadu, yang difungsikan sebagai museum pabrik gula. (Foto: JP/Ganug Nugroho Adi)
Stasiun Gilingan di De Tjilomadoe, bekas Pabrik Gula Colomadu, yang difungsikan sebagai museum pabrik gula. (Foto: JP/Ganug Nugroho Adi)

---

Sumber: https://1001indonesia.net/de-tjolomadoe-pabrik-gula-yang-dipugar-menjadi-tujuan-wisata

Share Content

 
Rating Konten
(0 pengunjung)
Kategori Menu

just a girl who’s suffering from a growing flower inside her heart

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

30 komentar

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

  • Di dalam hidup ini, kita tidak bisa berharap segala yang kita dambakan bisa diraih dalam sekejap. Lakukan saja perjuangan dan terus berdoa, maka Tuhan akan menunjukkan jalan selangkah demi selangkah

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com