Anda berada disini:Beranda/Jawa/Jawa Tengah/Gugus Candi Borobudur, Kekayaan Simbolisme, Arsitektur, dan Seni Nusantara

Gugus Candi Borobudur, Kekayaan Simbolisme, Arsitektur, dan Seni Nusantara

07.01.2019
815
Candi Borobudur merupakan candi utama dari gugus Borobudur. Peninggalan Buddha tersebut diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia Candi Borobudur merupakan candi utama dari gugus Borobudur. Peninggalan Buddha tersebut diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia

Gugus Candi Borobudur, yang terdiri dari Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon mempunyai kualitas arsitektur, seni, dan simbolisme yang amat kaya dan bhineka. Pengakuan UNESCO turut memberikan penguatan atas kekayaan gugus ini.

Panel laman dari Candi Borobudur, mulai dari selasar 1 sampai dengan 7, memberikan gambaran mengenai nilai-nilai spiritual yang didalami oleh masyarakat Nusantara. Dibangun pada abad ke-8, candi ini juga menjadi bukti pertemuan peradaban Buddha-Hindu, termasuk juga pembentuk-pembentuk peradaban Nusantara.

Lebih jauh dari itu, gugus ini melingkupi gugus candi yang lebih luas, yang saat ini masih dalam pencermatan. Di bagian utara kawasan candi  terdapat Candi Gedong Songo, sementara di bagian selatan terdapat Candi Ngawen. Informasi tersebut menggambarkan bahwa gugus ini tidak hanya berfungsi pada ranah spiritual semata, melainkan juga sosial, arsitektur, teknologi tradisional, dan juga pencatatan sejarah (historical record).

Gugusan ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke-9 Masehi, di zaman Dinasti Syailendra. Candi Borobudur disandingkan terutama dengan Candi Mendut dan Candi Pawon, dan juga dengan Candi Ngawen.

Candi Mendut mempunyai bangun yang impresif. Selain dari ciri konsentrisnya (ada lahan luar, selasar luar, dan bangunan sebagai intinya), candi ini memiliki patung Buddha duduk dengan ukuran raksasa. Patung ini amat-amat indah, dengan ukiran halus, ukuran proporsional manusia, dengan sikap tangan (mudra) Dharmacakra, yang bermakna memutar roda dharma.

Candi Pawon yang merujuk pada “dapur” atau “per-abu-an” pada pawon, ditafsirkan sebagai tempat tata-upacara perabuan.

Candi Borobudur sendiri adalah candi raksasa. Dengan ciri konsentrik atau mandala, Candi Borobudur mempunyai ciri lain, yaitu punden berundak (dengan kemiripan seperti piramid). Ciri ini mengingatkan tata-tingkatan hidup atau doa-bakti dalam masyarakat-masyarakat Nusantara.

Borobudur mempunyai relief di masing-masing tingkatannya. Dua di antaranya adalah relief Karmawibhangga berada di selasar bawah, yang kemudian ditutup selasar sebagai pondasi untuk memperkuat berdirinya candi.

Relief yang terkenal tentu saja Lalitavistara. Relief ini mengisahkan kehidupan Buddha sejak sebagai pangeran sampai mencapai boddhisattva.

Yang juga impresif adalah adanya stupa dengan patung Buddha seukuran manusia (life-size). Patung sejumlah 504 buah ini mempunyai sikap tangan (mudra) yang berbeda, yang masing menunjukkan simbol-simbol Buddha dalam spiritualitas Buddha.

Candi Ngawen berada tidak jauh dari lintasan ketiga candi di atas. Meski terdiri dari puing, bentuk-bentuk dasarnya tetap utuh. Pondasi asli candi terkubur di bawah, yang hal ini mengingatkan seringnya erupsi Gunung Merapi dalam lintasan sejarah di Jawa. Candi ini memiliki simbol-simbol Hindu-Buddha. Posisi asal diperkirakan melambangkan 5 Dhyani Buddha.

Gugus Candi Borobodur ini dinilai berhubungan dengan gugus Candi Prambanan. Hal ini dapat dilihat dalam sejarah (berdasarkan prasasti) persaudaraan antardinasti. Hubungan ini juga dapat dilihat adanya beberapa simbol yang dipakai secara bersama di kedua gugus tersebut, misalya relief Kinara-Kinari, relief Kalpataru, stupa, singa penjaga, makara (yang juga dipakai sebagai pengalir air)

---

Sumber: 1001indonesia

Share Content

 
Rating Konten
(1 Pilih)
Kategori Menu
Label Konten

just a girl who’s suffering from a growing flower inside her heart

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

7 komentar

  • cheap flights
    27.08.2020
    I am extremely impressed with your writing skills as well as with the layout on your weblog.
    Is this a paid theme or did you modify it yourself?
    Anyway keep up the nice quality writing, it's rare to
    see a nice blog like this one today.
  • rizalfathurr
    22.08.2020
    Artikel bahagia. Yuk kunjungi website kami
  • An outstanding share! I've just forwarded this onto a co-worker who
    has been conducting a little research on this.
    And he actually ordered me dinner because I stumbled upon it for him...
    lol. So allow me to reword this.... Thanks for the meal!!

    But yeah, thanx for spending the time to talk about this topic
    here on your site.
  • What's up colleagues, its enormous piece of writing on the topic of
    tutoringand completely explained, keep it up all the time.
  • Right away I am going to do my breakfast, afterward having my breakfast coming yet again to read
    more news.
  • I like what you guys tend to be up too. This type of clever
    work and reporting! Keep up the very good works guys I've included
    you guys to blogroll.
  • With havin so much content do you ever run into any problems of plagorism or copyright violation? My blog has
    a lot of exclusive content I've either created myself
    or outsourced but it appears a lot of it is popping it up all over the web
    without my agreement. Do you know any solutions to help reduce content from being stolen? I'd definitely appreciate
    it.

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

loading...

  • I’d volunteer to go to prison, as long as there are books. Because with books I am free

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com