Anda berada disini:Beranda/Jawa/DI Yogyakarta/Jogja Gangsa Nagari, Grup Karawitan Beranggotakan Mahasiswa Mancanegara

Jogja Gangsa Nagari, Grup Karawitan Beranggotakan Mahasiswa Mancanegara

25.02.2019
857
Jogja Gangsa Nagari, Grup Karawitan Beranggotakan Mahasiswa Mancanegara (Foto: Kompas/ Dimas Waraditya Nugraha)

Kesenian karawitan ternyata telah menjadi kesenian yang eksotik dan menarik. Buktinya, banyak mahasiswa-mahasiswi asing yang menyukainya. Mereka tergabung dalam grup karawitan bernama Jogja Gangsa Nagari.

Anggota grup karawitan yang dibentuk pada 15 Oktober 2015 ini berasal dari 22 negara, di antaranya Australia, Rusia, Tiongkok, dan Tanzania. Mereka berstatus mahasiswa di empat perguruan tinggi di Yogyakarta, yakni Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Berdirinya grup karawitan yang beranggotakan 44 mahasiswa ini berangkat dari kesadaran penggagasnya, KRMT Indro “Kimpling” Suseno, akan banyaknya mahasiswa asing di kota Yogyakarta telah terpikat pada kebudayaan tradisional Indonesia. Mereka bersemangat sekali belajar kebudayaan Nusantara.

Tercatat dalam data Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, terdapat sekitar 2.500 mahasiswa asing di Provinsi D.I. Yogyakarta. Mereka berstatus mahasiswa di 17 perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.

Kesenian karawitan ternyata sudah menjadi kesenian yang eksotik dan menarik. Seni tradisional ini telah menarik segmentasi penggemar kelas menengah-atas sehingga mampu bersaing dengan kesenian hiburan yang lebih modern. Tidak heran jika banyak mahasiswa asing yang tertarik dan mau mempelajari kesenian karawitan khas Jawa.

Hal ini tentu membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Para mahasiswa asing yang aktif belajar dan mementaskan kesenian tradisional Indonesia itu akan menjadi inspirasi besar bagi masyarakat kita untuk lebih meningkatkan cinta serta pelestarian seni budaya leluhur.

Diharapkan juga, setelah menyelesaikan masa belajarnya di Indonesia dan kembali ke negaranya, mereka bisa menjadi duta wisata dan mempromosikan seni budaya Nusantara di negara mereka berasal. Tentu ini akan membuat budaya tradisional Indonesia lebih dikenal lagi di mata dunia.

Pada Minggu malam, 4 Desember 2016, Jogja Gangsa Nagari tampil perdana sebagai penutup pentas di Panggung Kinara Kinari Ramayana Prambanan dalam program Gebyar Gangsa Agung Prambanan di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Mereka kemudian tampil dalam rangkaian pembukaan Borobudur Cultural Feast (BCF) 2016 di Taman Lumbini, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pada Sabtu 17 Desember 2016, siang.

---

Sumber: 1001indonesia

Share Content

 
Rating Konten
(0 pengunjung)
Kategori Menu
Label Konten

just a girl who’s suffering from a growing flower inside her heart

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

3 komentar

  • Merle
    21.11.2019
    I constantly emailed this website post page to all my friends, because if like to
    read it afterward my friends will too.
  • Jenni
    20.11.2019
    Hi there everyone, it's my first visit at this web page, and article is really fruitful in favor of
    me, keep up posting these articles.
  • Shirley
    19.11.2019
    Right now it sounds like Drupal is the best blogging platform out there right now.
    (from what I've read) Is that what you're using on your blog?

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

  • Sebab, bahaya yang sesungguhnya bukan pada orang yang marah-marah, tapi pada orang yang diam. Orang marah dapat diukur hatinya, orang diam tak mudah ditakar akalnya

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2019 intronesia.com