Anda berada disini:Beranda/Jawa/DI Yogyakarta/Toleransi Umat Beragama di Yogyakarta. Kota yang Setia Menjaga Nilai dan Tradisi Budaya Jawa

Toleransi Umat Beragama di Yogyakarta. Kota yang Setia Menjaga Nilai dan Tradisi Budaya Jawa

10.01.2019
Jalan Malioboro adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta Jalan Malioboro adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta (Foto: piknikdong.com)

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki catatan panjang dalam mengelola kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama. Provinsi berpenghuni sekitar 3,5 juta jiwa itu sejak lama telah ditinggali warga dengan latar agama, keyakinan  dan etnis beragam. Berbagai situs peninggalan dari masa lalu pun menjadi saksi bisu betapa kayanya warisan masa silam, baik dari sisi budaya, kebiasaan, agama, dan keyakinan.

Meski demikian, Yogyakarta bukanlah daerah yang benar-benar bebas dari gangguan konflik dan ancaman perpecahan. Aneka konflik berlatar belakang isu keagamaan memang sempat muncul hingga sempat mengganggu keharmonisan hidup di wilayah itu. Namun, pengalaman panjang hidup berdampingan segera dapat mengatasi berbagai persoalan yang mengusik tersebut.

Bahkan, kepiawaian warga dan aparat Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan sehari-hari membuat Kota Gudeg itu dijuluki sebagai Kota Toleran (City of Tolerance).

Penyematan City of Tolerance oleh Aliansi Jogja untuk Indonesia Damai (Aji Damai) pada Maret 2011 itu bukan tanpa alasan. Yogyakarta dianggap sebagai jantung kebudayaan Jawa yang dikenal sebagai kota yang setia menjaga nilai dan tradisi budaya Jawa.

Salah satu nilai pokok yang menjadi pegangan hidup dan etika masyarakat Yogyakarta adalah hidup rukun, saling menghormati dan penuh tenggang rasa atau toleran. Rukun berarti berada dalam keadaan selaras, tenang dan tenteram, tanpa perselisihan dan pertentangan. Inilah yang menjadi alasannya.

Namun, berbagai catatan kelam terus-menerus menggerus kerukunan dan keharmonisan yang berlangsung di daerah ini. Merujuk catatan Aliansi Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), sepanjang tahun 2015 hingga Maret 2016, aneka kasus intoleransi muncul bergantian.

Misalnya, penutupan Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Semanu dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Playen padahal kedua rumah ibadah tersebut telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB); penolakan acara perayaan Paskah Adiyuswo Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gunungkidul yang disertai penganiayaan terhadap aktivis lintas iman; intimidasi dan kekerasan terhadap kegiatan diskusi tentang Syiah; intimidasi terhadap LGBT; dan pembubaran diskusi lintas agama.

Contoh lain yang bisa disebut yakni penutupan pondok pesantren Waria Al-Fattah di Dusun Celenan, Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan. Tindakan intoleran yang terjadi sejak 2011 terus berlangsung hingga pertengahan 2016 dengan angka peningkatan yang cukup mengkhawatirkan. Pada 2015 lalu, ANBTI mencatat sekitar 13 kasus intoleransi terjadi di DIY.

Berbagai kalangan mengkhawatirkan meningkatnya angka kekerasan lantaran tidak ada tindakan tegas dari aparat pemerintah daerah.

Penelitian lain datang dari The Wahid Institute. Dari data yang dirilis pada tahun 2014, Yogyakarta menempati urutan kedua sebagai kota paling tidak toleran di Indonesia. Dari total 154 kasus intoleransi serta pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan yang dicatat Wahid Foundation sepanjang tahun 2014, 21 peristiwa terjadi di Yogyakarta.

Setahun kemudian, 2015, peringkat Yogyakarta sebagai kota intoleran turun ke nomor empat. Dari 190 pelanggaran yang dicatat Wahid Institute, 10 terjadi di kota pelajar itu.

Dua riset memang tidak serta-merta mengubur predikat Kota Toleran yang dimiliki Yogyakarta, namun menjadi ujian serta pekerjaan rumah yang perlu dijawab secara serius oleh aparat pemerintahan dan segenap warga Daerah Istimewa Yogyakarta melalui tindakan nyata.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyebut sifat terbuka (inklusif) yang dimiliki segenap warga sebagaimana tersirat dalam budaya Jawa merupakan modal utama yang dimiliki masyarakat Yogyakarta untuk memperkuat demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Sri Sultan mendorong warganya untuk terus berupaya membangun Yogyakarta sebagai pelaku utama yang membentuk toleransi dengan dipayungi filosofi Jawa “hamemayu hayuning bawana” atau menjaga keseimbangan kehidupan dan keselarasan dunia.

Dalam arti lebih luas, Sultan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk senantiasa merawat keseimbangan antara jagad kecil, mikrokosmos (manusia) dengan jagad besar/alam semesta. Keseimbangan ini diwujudkan dalam perilaku manusia yang senantiasa menjunjung tinggi etika dan kebenaran.

Atas dasar itu, menjadi penting untuk terus menanamkan nilai-nilai keragaman sejak dini, terutama terhadap generasi muda yang melek teknologi agar nilai keberagaman dapat didalami secara arif dan bijaksana.

Selain itu, perlindungan terhadap kelompok-kelompok minoritas pun perlu dilakukan agar setiap warga negara memiliki rasa aman dan nyaman dalam menjalani hidup sehari-hari.

Pengalaman Toleransi

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, DIY merupakan daerah yang sejak lama dikenal sebagai wilayah yang sangat baik dalam menjaga nilai-nilai keragaman dan toleransi di Indonesia. Keberagaman budaya dan agama DIY tetap menjadi acuan meski akhir-akhir ini sempat dirongrong oleh berbagai tindakan intoleran.

Pengalaman warga DIY dalam hidup berdampingan dengan kelompok-kelompok lain dengan latar belakang berbeda menjadi penopang utama keharmonisan dan kerukunan di DIY.

Pada era revolusi kemerdekaan di Yogyakarta, wilayah tersebut begitu terbuka sebagai wadah perjumpaan berbagai etnis dan agama, sipil dan militer.

Di Kota Perjuangan itu tokoh-tokoh bangsa dari berbagai latar agama, etnis, dan pandangan politik berbeda berkumpul dalam suasana kekeluargaan dan kekerabatan. Ada Sukarno, Ali Sadikin, Mohammad Hatta, A.A. Maramis, Muhammad Yusuf, Mr. Assat, dan A.R. Baswedan yang berasal dari etnis dan agama berbeda-beda.

Ada juga K.H. Wahid Hasjim (Nahdlatul Ulama), Ki Bagoes Hadikoesoemo (Muhammadiyah), Mohammad Natsir (Persatuan Islam), Sayyid Shah Muhammad Al-Jaeni (Ahmadiyah), dan I.J. Kasimo (Katolik).

Merujuk pada pengalaman itu, agaknya para tokoh lintas iman dan etnis itu lebih mementingkan persatuan ketimbang perpecahan. Mereka lebih bersemangat bekerja bersama dan bahu membahu mewujudkan keindahan-keindahan daripada menciptakan keburukan.

Mereka mengerti dengan saksama peribahasa Jawa holopis kuntul baris yang secara luas bermakna bekerja bergotong royong dengan meredam ego dan kepentingan individual untuk kepentingan bersama yang lebih luas.

Contoh lainnya yaitu penemuan Candi Palgading di Sleman. Penemuan situs bersejarah di Desa Sinduharjo pada 2006 silam itu membuktikan fakta bahwa Nusantara di masa silam pernah mengalami masa kejayaan di mana umat beragama dapat hidup berdampingan dalam suasana yang rukun dan harmonis tanpa perasaan takut dan ancaman intimidasi dari pihak lain.

Secara administratif, Candi Palgading ini terletak di Dusun Palgading, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Tepatnya sekitar dua kilometer arah timur Kantor Kecamatan Ngaglik. Kompleks Candi Palgading bercorak Buddha itu berada di tengah pemukiman penduduk dengan luas situs kira-kira 1 hektare.

Keharmonisan hubungan antarumat beragama terendus karena tak jauh dari lokasi itu terdapat Candi Kimpulan, dekat kampus Universitas Islam Indonesia, yang bercorak Hindu. Candi Kimpulan ini berhasil ditemukan secara tidak sengaja pada 11 Desember 2009.

Situs Palgading berasal dari masa kejayaan agama Hindu dan Buddha di Nusantara, tepatnya sejak abad ke-9 hingga 10 Masehi. Hal itu tampak dari struktur bebatuan yang membentuk stupa berukuran kecil. Lalu diperkuat pula dengan keberadaan arca Awalokiteshwara yang merupakan simbol penyembahan Boddhisatwa dalam agama Buddha serta dikenal pula sebagai dewa kasih sayang, dewa asih serta dewa penjaga dalam pantheon Buddha Mahayana.

Begitulah keharmonisan yang berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meski sempat diterpa berbagai aksi intoleran beberapa waktu silam, hingga kini DIY masih dijadikan barometer bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam mengelola keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama.

Label inilah yang harus terus dipertahankan agar muncul optimisme dalam masyarakat Yogyakarta—dan di Indonesia secara luas—bahwa kita mampu hidup berdampingan secara damai dalam situasi dan kondisi apa pun.

Tentu saja, hidup rukun dan harmonis bukan dalam arti adanya penyeragaman pikiran, tindakan dan kebiasaan sebagaimana yang kerap kali dipaksakan sekelompok kecil dalam masyarakat. Sebab, penyeragaman berpotensi melahirkan konflik dan gesekan sosial di tengah-tengah masyarakat.

Namun, hidup rukun dan harmonis dalam makna saling mengerti dan saling menghargai antara teman dan tetangga, antara kampung dan kawasan serta antarsuku bangsa yang berbeda paham keagamaan dan keyakinan.

Kesemuanya sangat mungkin dilakukan karena telah membudaya menjadi kearifan lokal selama ratusan tahun.

---

Sumber: 1001indonesia

Share Content

 
Rating Konten
(1 Pilih)
Kategori Menu
Label Konten

just a girl who’s suffering from a growing flower inside her heart

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

142 komentar

  • yeezy boost 350
    21.09.2019
    I am only writing to make you know what a wonderful encounter my cousin's child went through studying your webblog. She learned too many details, not to mention what it's like to possess an amazing coaching mindset to let most people effortlessly gain knowledge of specific extremely tough things. You really did more than visitors' desires. Many thanks for rendering such priceless, dependable, explanatory and even fun tips on this topic to Evelyn.
  • nidwbfbiye,We have a team of experts who could get you the correct settings for Bellsouth net email login through which,I LOve your Blog!
  • kd 11
    19.09.2019
    My husband and i have been really relieved Peter could do his inquiry through the ideas he had out of your weblog. It's not at all simplistic just to happen to be handing out helpful hints many people have been selling. So we do understand we need the blog owner to appreciate for that. The entire illustrations you've made, the straightforward website navigation, the relationships your site help instill - it is all terrific, and it is helping our son in addition to our family recognize that the article is awesome, which is tremendously essential. Thanks for the whole lot!
  • off white clothing
    18.09.2019
    A lot of thanks for all of the hard work on this blog. Kim really loves doing internet research and it's really simple to grasp why. We all notice all of the lively means you offer priceless items by means of this web site and boost participation from other people about this area then our own princess is in fact discovering a great deal. Have fun with the remaining portion of the new year. You're the one carrying out a stunning job.
  • christian louboutin
    16.09.2019
    Thanks for every one of your labor on this site. My aunt takes pleasure in engaging in internet research and it is obvious why. Most people know all about the compelling means you offer invaluable strategies via this website and even invigorate contribution from other ones on that matter so our child is studying a lot. Enjoy the rest of the new year. You are performing a good job.
  • Yeezy
    16.09.2019
    unsgeyno,Game Killer Apk Download Latest Version for Android (No Ad) .Guess not because Game killer full version app is not available on Play store.I LOve your Blog!
  • zx flux
    15.09.2019
    My husband and i ended up being very satisfied that Emmanuel could complete his homework from the ideas he gained through your weblog. It is now and again perplexing to simply choose to be releasing techniques which other people could have been selling. And now we grasp we have got the writer to give thanks to for this. The main illustrations you've made, the easy website navigation, the relationships you will give support to create - it's most overwhelming, and it is leading our son in addition to our family understand this article is entertaining, which is unbelievably serious. Many thanks for the whole thing!
  • nike air max 2017
    13.09.2019
    My spouse and i felt quite excited Raymond managed to finish up his analysis out of the precious recommendations he was given from your very own site. It is now and again perplexing to simply possibly be releasing points which often some others may have been trying to sell. And now we understand we need the writer to appreciate for this. Those explanations you've made, the easy website menu, the friendships you will make it possible to foster - it's got most excellent, and it is assisting our son and the family imagine that this theme is exciting, which is certainly pretty pressing. Thank you for everything!
  • off white clothing
    12.09.2019
    Thanks so much for providing individuals with an exceptionally remarkable opportunity to check tips from this web site. It really is very ideal and also jam-packed with fun for me personally and my office friends to visit your site at the very least three times weekly to find out the fresh items you have. And of course, I'm also certainly astounded concerning the staggering advice served by you. Selected two areas in this post are rather the most efficient we have had.
  • jordan shoes
    12.09.2019
    I and also my pals happened to be checking out the best strategies located on your site and then immediately I got a horrible feeling I had not expressed respect to the site owner for them. Most of the people appeared to be consequently warmed to read all of them and have now clearly been having fun with these things. Appreciate your genuinely well considerate and for deciding on this sort of brilliant resources most people are really needing to learn about. Our own honest regret for not expressing appreciation to you earlier.

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

loading...

  • Selalu ada banyak kemungkinan jalan cerita. Bergantung mau ke mana kamu mau mengambil jalan hidup

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018 intronesia.com