Anda berada disini:Beranda/Kalimantan/Kalimantan Utara/Rumah Baloy, Rumah Adat Kalimantan Utara

Rumah Baloy, Rumah Adat Kalimantan Utara

15.03.2019
26875
Rumah Baloy, Rumah Adat Kalimantan Utara (Foto: naldoleum.blogspot.co.id)

Rumah Baloy adalah rumah adat provinsi termuda Indonesia yakni Kalimantan Utara. Rumah Baloy sendiri bentuknya sangat unik sedikit berbeda dari rumah adat lainya di Kalimantan. Rumah Baloy merupakan perpaduan kebudayaan seni arsitektur dari masyarakat suku Tidung salah satu suku tertua yang ada di Tarakan Kalimantan Utara.

Struktur Bangunan Rumah

Suku Tidung di Kalimantan Utara sebetulnya merupakan salah satu dari 420 sub suku Dayak yang ada di Kalimantan. Akan tetapi, setelah budaya dan ajaran Islam masuk ke budaya suku ini, sebutan bagi suku Tidung yang awalnya adalah suku Dayak Tidung perlahan diganti dengan nama suku Tidung saja.

Karena suku Tidung adalah salah satu sub suku Dayak, desain rumah Baloy yang menjadi rumah adat suku Tidung juga mirip dengan rumah adat Lamin dari Kalimantan Timur. Beberapa ahli bahkan menyebutkan bahwa rumah Baloy merupakan rumah dengan hasil pengembangan arsitektur rumah adat Lamin.

Rumah Baloy merupakan rumah berdesain panggung dengan bahan keseluruhan terbuat dari kayu ulin. Kayu ulin adalah kayu khas Kalimantan yang terkenal sangat kuat struktur seratnya. Tidak seperti kayu jenis lain yang akan melapuk jika terkena air, kayu ulin justru akan semakin kuat dan semakin keras bila terpapar oleh air dalam waktu yang lama.

Sesuai dengan lingkungan tempat dibuatnya, yakni yang biasanya terletak di tepi pantai, rumah adat Baloy biasanya dilengkapi dengan ukiran-ukiran khas yang menggambarkan kearifan lokal daerah pesisir. Selain itu, rumah ini juga diatur sedemikian rupa supaya bangunannya menghadap ke arah utara dengan pintu utama menghadap ke selatan.

Fungsi Rumah Adat

Rumah Baloy sebetulnya tidak difungsikan sebagai rumah tinggal. Rumah adat Kalimantan Utara ini sejak dahulu lebih berfungsi sebagai balai adat atau tempat tinggal bagi kepala adat. Fungsi tersebut dapat kita lihat dari bagaimana penataan ruang bagian dalam rumah (disebut Ambir) yang lebih mengutamakan fungsi-fungsi sosial, di antaranya :

  1. Ambir Kiri atau Alad Kait, adalah ruangan untuk menerima seseorang atau masyarakat yang akan mengadukan perkara atau masalah adat.
  2. Ambir Tengah atau Lamin Bantong, adalah tempat bagi pemuka adat bersidang dalam memutuskan perkara adat.
  3. Ambir Kanan atau Ulad Kemagot, adalah tempat istirahat atau ruang untuk berdamai setelah perkara adat selesai diputuskan.
  4. Lamin Dalom, adalah singgasana bagi Kepala Adat Besar Dayak Tidung.

Selain tersusun atas beberapa bagian ruangan dalam, rumah Baloy juga dilengkapi dengan beberapa bangunan luar yang memiliki fungsi sosial. Di bagian belakang rumah misalnya, terdapat sebuah kolam besar yang ditengahnya terdapat bangunan bernama Lubung Kilong. Bangunan ini digunakan sebagai panggung pagelaran kesenian daerah suku Tidung, seperti Tarian Jepen. Lubung Kilong ini dilengkapi pula dengan bangunan untuk tempat para penonton menyaksikan pertunjukan yang disebut Lubung Intamu. Selain digunakan sebagai tempat menonton pertunjukan, bangunan ini juga berfungsi sebagi tempat pertemuan masyarakat adat yang lebih besar, misalnya dalam acara pelantikan pemangku adat atau musyawarah adat.

Ciri Khas dan Nilai Filosofi

Ditinjau dari sisi arsitektur dan dari sisi budaya, rumah adat Baloy sebagai Rumah adat Kalimantan Utara disebut memiliki beberapa ciri khas dan keunikan tersendiri. Keunikan-keunikan tersebut selain dapat digunakan sebagai ciri penanda juga memiliki beragam nilai filosofis yang menggambarkan pola kehidupan masyarakat suku Tidung. Ciri khas dan keunikan tersebut antara lain:

  1. Rumah Baloy dilengkapi dengan beragam ukiran terutama di bagian risplang dan atap. Ukiran biasanya terkait dengan kehidupan laut yang menggambarkan bahwa masyarakat Tidung adalah masyarakat nelayan dan pelaut.
  2. Rumah Baloy terbagi menjadi beberapa ruangan yang fungsinya selalu terkait dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal ini menunjukan bahwa suku Tidung adalah masyarakat yang cinta damai dan mau bermusyawarah untuk menyelesaikan semua masalah.

---

Sumber: adat-tradisional.blogspot.com

Share Content

 
Rating Konten
(0 pengunjung)
Kategori Menu
Label Konten

Waktu adalah segalanya, segala sesuatu terjadi sesuai waktunya

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

17 komentar

  • EyeCog
    EyeCog
    19.11.2019
    cipro 500 mg tablet levitra cost proscar metformin 500 price india tretinoin cream where to buy cheap clomid online prednisolone over the counter usa cafergot 1mg 100mg buy generic tadalafil 20mg viagra canadian pharmacy prices
  • DenCog
    DenCog
    19.11.2019
    levitra over the counter australia prescription wellbutrin mexico
  • JoeCog
    JoeCog
    19.11.2019
    synthroid 0.137 where to buy clomid tadalafil generic suhagra buy online where can i buy cipro online xenical mexico levitra cost celebrex 200 mg cheap cafergot hydrochlorothiazide 12.5 mg
  • JasonCog
    JasonCog
    19.11.2019
    buy retin a online zithromax online cafergot 1 100 mg tadacip 5 tadalafil generic buy furosemide tablets levitra generic buy doxycycline where to buy clomid in canada synthroid 75 mg
  • CarlCog
    CarlCog
    19.11.2019
    generic robaxin 750 azithromycin 500 mg tablet
  • Sterling
    18.11.2019
    What's up Dear, are you really visiting this web site daily, if so then you will definitely take nice knowledge.
  • MiaCog
    MiaCog
    18.11.2019
    proscar mexico furosemide 20 mg where can you buy nolvadex synthroid 1mg

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

  • Tidak masalah sering dihina, dicaci. Banyak orang mulia lahir dari seluruh penghinaan dan cacian

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2019 intronesia.com