Anda berada disini:Beranda/Kalimantan/Kalimantan Timur/Kuburan di Atas Tanah, Tradisi Pemakaman Dayak Benuaq

Kuburan di Atas Tanah, Tradisi Pemakaman Dayak Benuaq

24.04.2019
3837
Kuburan di Atas Tanah Dayak Benuaq Kuburan di Atas Tanah Dayak Benuaq (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Dayak Benuaq adalah salah satu anak suku Dayak di Kutai Barat Kalimantan Timur. Berdasarkan pendapat beberapa ahli suku ini dipercaya berasal dari Dayak Lawangan sub suku Ot Danum dari Kalimantan Tengah.

Menurut cerita, asal kata Benuaq merupakan istilah/penyebutan oleh orang Kutai, yang membedakan dengan kelompok Dayak lainnya yang masih hidup nomaden. Orang Benuaq telah meninggalkan budaya nomaden. Mereka adalah orang-orang yang tinggal di "Benua", lama-kelamaan menjadi Benuaq.

Suku Dayak Benuaq dapat ditemui di sekitar wilayah Sungai Kedang Pahu di pedalaman Kalimantan Timur dan di daerah danau Jempang. Di Kalimantan Timur, sebagian besar mendiami Kutai Barat dan merupakan etnis mayoritas.

Dalam rangka pengelolaan alam semesta termasuk hubungan antar mahluk hidup dan kematiannya serta hubungan dengan kosmos, haruslah sesuai dengan adat istiadat dan tata karma yang telah diwariskan oleh nenek moyang orang Benuaq. Orang Suku Dayak Benuaq percaya bahwa Sistem Adat yang ada bukanlah hasil budaya, tetapi mereka mendapatkan dari petunjuk langsung dari Letalla melalui para Seniang maupun melalui mimpi.

Masyarakat Dayak Benuaq memiliki cara unik dalam memperlakukan jasad keluarga atau sanak saudaranya yang telah meninggal. Mereka tidak menguburkannya di dalam tanah, tetapi memasukkannya ke dalam kayu berbentuk bulat dan menggantungnya di sekitar rumah.

Setelah bertahun-tahun, kotak tersebut dibuka. Tulang-belulang kemudian dimasukkan ke dalam kotak kayu bertiang yang lebih permanen. Biasanya kotak tersebut terbuat dari kayu ulin, kayu khas Kalimantan yang terkenal kuatnya.

Masyarakat Dayak Banuaq percaya bahwa tempat ‘menyimpan’ jenazah ini akan menjadi tempat roh jenazah akan bersemayam. Sebelum dipindahkan ke dalam kotak kayu ulin, jenazah akan melalui sebuah upacara pemberkatan. Upacara tersebut akan dipenuhi dengan nyanyi-nyanyian yang mendoakan mendiang yang telah meninggal.

Pada umumnya, tiap keluarga mempunyai kuburannya masing-masing. Biasanya letaknya di samping rumah keluarga, tidak di pekuburan umum seperti kebanyakan di kota atau kampung lain.

---

Sumber:

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak_Benuaq
  • https://1001indonesia.net/kuburan-di-atas-tanah-tradisi-pemakaman-dayak-benua

Share Content

 
Rating Konten
(1 Pilih)
Kategori Menu
Label Konten

Waktu adalah segalanya, segala sesuatu terjadi sesuai waktunya

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

36 komentar

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

  • Merasa diabaikan? Mengapa marah dan resah? Yang perlu kau lakukan hanya terus bersinar, hingga ia tak bisa tak melihat kilau itu

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com