Anda berada disini:Beranda/Kalimantan/Kalimantan Timur/Ulap Doyo, Kain Tenun Khas Suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur

Ulap Doyo, Kain Tenun Khas Suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur

06.02.2019
140194
Ulap Doyo, Kain Tenun Khas Suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur (Foto: indonesiakaya.com)

Tenun ulap doyo telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak 2013. Tenun tradisional yang dikembangkan oleh suku Dayak Benuaq ini merupakan salah satu kekayaan wastra Nusantara yang tak ternilai.

Tenun ulap doyo memiliki kualitas yang istimewa. Tenun ini juga ramah lingkungan karena terbuat dari bahan alami. Benangnya terbuat dari serat daun doyo (Curliglia latifolia). Pewarnanya juga berasal dari berbagai tanaman yang tumbuh di hutan.

Doyo merupakan jenis tanaman liar yang tumbuh di hutan maupun di ladang milik penduduk di Kalimantan Timur. Tanaman ini memiliki serat yang kuat. Bentuknya mirip dengan daun pandan, tetapi lebih lebar.

Untuk dapat digunakan sebagai bahan baku tenun, daun doyo dikeringkan dan disayat mengikuti arah serat daun hingga menjadi serat yang halus. Serat-serat ini kemudian dijalin dan dipilin hingga membentuk benang kasar.

Untuk pewarna, beragam tanaman dan materi lain digunakan sebagai bahan. Warna merah, misalnya, berasal dari buah glinggam, kayu oter, dan buah londo. Warna cokelat diperoleh dari kayu uwar. Warna hijau diperoleh dari daun putri malu. Warna kuning dari umbi kunyit. Sementara warna hitam diperoleh dari jelaga hasil pembakaran damar atau serat daun pohon kebuau.

Tenun ulap doyo telah ada sejak berabad-abad silam. Diduga usianya hampir sama dengan usia keberadaan Kerajaan Hindu Kutai. Hal ini dikuatkan dengan temuan antropologi yang menyebutkan bahwa motif pada tenun ulap doyo menunjukkan strata sosial pemakainya.

Di masa silam, motif waniq ngelukng, misalnya, digunakan oleh masyarakat biasa, sementara motif jaunt nguku digunakan oleh kalangan bangsawan atau raja.

Secara umum, motif kain tenun ulap doyo diambil flora dan fauna yang ada di tepian Sungai Mahakam. Motif juga terinspirasi oleh kisah peperangan antara manusia dengan naga.

Sayang saat ini, tanaman doyo dan berbagai tanaman yang digunakan sebagai pewarna alami tidak mudah dijumpai. Pembukaan lahan untuk perkebunan dan penambangan membuat hutan semakin jauh dari pemukiman penduduk.

Doyo yang biasa tumbuh di ladang penduduk juga tak dapat ditemukan karena para petani beralih menjadi pekerja tambang dan perkebunan kelapa sawit.

Sulitnya mencari tanaman doyo dan pewarna alami, membuat para perajin tenun menggunakan benang untuk membuat kain dengan motif ulap doyo.

Saat ini, para perajin lebih banyak menggunakan benang dan pewarna kimia. Di samping mudahnya mendapatkan bahan baku, proses pembuatannya juga lebih cepat. Proses pembuatan tenun ulap doyo dengan bahan alami bisa memakan waktu sampai satu bulan. Ini menyebabkan ulap doyo berbahan daun doyo dan pewarna alami semakin jarang dibuat.

Selain itu, tenun yang menggunakan benang lebih diminati karena lebih halus dan dapat digunakan untuk bahan pakaian. Sementara yang berbahan doyo cenderung kasar dan keras.

Namun, dengan meningkatnya minat terhadap produk-produk berbahan alami saat ini, permintaan terhadap ulap doyo dari bahan alami juga meningkat. Para perajin ulap doyo, antara lain di Desa Tanjung Isuy dan Mancong, kembali membuat tenun berbahan serat dari tanaman dan pewarna alami.

Akan tetapi, minimnya ketersediaan bahan baku membuat mereka tidak selalu dapat memenuhi permintaan tersebut.

---

Sumber: 1001indonesia

Share Content

 
Rating Konten
(0 pengunjung)
Kategori Menu
Label Konten

Waktu adalah segalanya, segala sesuatu terjadi sesuai waktunya

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

1283 komentar

  • JudyCog
    JudyCog
    29.05.2020
    how much is allopurinol furosemide 20 mg fluoxetine 10 mg tablet buy generic ventolin buy lexapro lasix 40 mg for sale kamagra tablets for sale buy albenza buy amoxil online uk advair price canada
  • VragovaVor
    29.05.2020
    cialis online

    buy cialis

    viagra online

    viagra

    buy viagra

    buy viagra

    cialis online

    buy cialis

    cheap cialis

    cheap cialis
  • VragovaVor
    29.05.2020
    cheap cialis

    cialis online

    cheap viagra

    buy viagra

    buy viagra

    viagra

    cialis

    cialis

    cialis

    cialis
  • Appreciate the recommendation. Let me try it out.
  • Katte fakta
    29.05.2020
    When some one searches for his necessary thing, thus he/she wishes
    to be available that in detail, therefore that thing is maintained over here.
  • I'm not sure exactly why but this website is loading incredibly slow for me.

    Is anyone else having this problem or is it a problem on my end?
    I'll check back later and see if the problem still exists.
  • EvahVor
    29.05.2020
    buy viagra

    viagra

    viagra online

    viagra

    cheap viagra

    viagra

    buy cialis

    cheap cialis

    cialis

    cialis

    cheap viagra

    viagra online
  • EvahVor
    29.05.2020
    cheap viagra

    cheap viagra

    viagra

    viagra online

    buy viagra

    cheap viagra

    buy cialis

    cheap cialis

    cialis online

    cheap cialis

    cheap viagra

    buy viagra
  • SamCog
    SamCog
    29.05.2020
    plaquenil tab 200mg ampicillin price buy zithromax brand amoxil online toradol online buy allopurinol ventolin colchicine 0.6 mg coupon
  • Excellent goods from you, man. I've understand your stuff previous to and you are just extremely great.
    I really like what you have acquired here, certainly like what you are
    stating and the way in which you say it. You make it entertaining and you still care for to keep it smart.
    I cant wait to read much more from you. This is actually a terrific website.

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

loading...

  • Kalau kamu ingin menjadi pribadi yang maju, kamu harus pandai mengenal apa yang terjadi, pandai melihat, pandai mendengar, dan pandai menganalisis

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com