Anda berada disini:Beranda/Maluku dan Papua/Maluku/Baileo, Rumah Adat Suku Huaulu Penduduk Asli Pulau Seram

Baileo, Rumah Adat Suku Huaulu Penduduk Asli Pulau Seram

11.12.2019
185
Rumah Adat Baileo Rumah Adat Baileo (Foto: Indonesia Karya)

Secara geografis suku asli Huaulu menempati bagian utara wilayah Pulau Seram, Provinsi Maluku. Pemukiman mereka berada tepat di kaki gunung Binaiya. Suku ini berkerabat dekat dengan sepupu mereka suku Naulu yang menempati wilayah selatan Pulau Seram.

Sejak masa lalu, rumah adat mereka yang disebut Baileo menjadi salah satu hal yang paling menonjol dari kehidupan di pemukiman Huaulu. Bahkan, untuk mendirikan sebuah rumah Baileo, Suku Huaulu biasa mengadakan upacara dengan berbagai ritual di dalamnya.

Konon, dalam ritual ini sebuah bangunan Baileo harus menggunakan tengkorak manusia. Tengkorak yang digunakan merupakan musuh-musuh suku Huaulu yang telah mati sebagai pondasi utama dari tiang-tiang di seluruh bangunan.

Wilhemus Kogoya, salah satu tokoh adat suku Huaulu menjelaskan dulu suku Huaulu menggunakan kepala manusia sebagai salah satu syarat ritualnya, tapi sekarang itu sudah tidak digunakan dan sebagai gantinya menggunakan tempurung kelapa.

Baileo merupakan rumah adat utama yang menjadi tempat berkumpulnya seluruh warga desa. Pada masa lalu, Baileo juga biasa dijadikan sebagai rumah Raja atau Kepala Desa dan juga tempat beribadah.

Warga suku biasa mengadakan pertemuan terkait kehidupan mereka atau bahkan pembicaraan mengenai strategi perang melawan musuh-musuh mereka. Namun dalam kehidupan modern saat ini, fungsi dan keberadaan Baileo lebih dimanfaatkan seperti fungsi Balai Desa.

Secara umum, Baileo berbentuk seperti rumah panggung. Baileo memiliki banyak tiang penyangga yang biasanya diberi hiasan berukir. Baileo juga merupakan rumah istimewa dibandingkan rumah lainnya. Untuk masuk ke dalam rumah, kita diwajibkan menaiki sebuah tangga berukuran sekitar 1,5 meter. Prosesi ini membawa kita memasuki ruang utama Baileo yang merupakan tempat berkumpulnya seluruh warga desa.

Sekilas ruang utama Baileo ini cukup besar dan terbuka tanpa adanya penyekat jendela atau pintu. Disisi kanan dan kirinya terdapat tempat duduk yang sangat panjang. Tempat duduk ini mengelilingi  terdapat di sekeliling bagian dalam bangunan dan dapat digunakanakan untuk berbagai hal seperti duduk, rapat, bahkan makan besar secara bersama-sama.

Di salah satu sudut Baileo, terdapat satu ruangan yang biasa dijadikan ruangan privasi berupa kamar tidur. Uniknya, kamar tidur ini tidak sekadar difungsikan sebagai tempat istirahat layaknya rumah modern. Suku Huaulu juga menggunakan ruangan ini untuk memasak dan kegiatan rumah tangga lainnya.

Secara umum, rumah Suku Huaulu hanya terdiri dari dua bagian. Satu bagian yang terbuka dan bersifat sosial dan bagian lainnya lebih tertutup untuk segala macam kegiatan bersifat privasi untuk keluarga.

Rumah Huaulu nampaknya juga sangat bersahabat dengan alam karena terbentuk dari material alami seperti kayu, bambu, dan atap rumbia. Bahkan ada beberapa rumah yang sama sekali tidak menggunakan paku untuk menyatukan satu bagian dengan bagian lainnya.

---

Sumber: indonesia.go.id

Share Content

 
Rating Konten
(1 Pilih)
Kategori Menu
Label Konten

malu disaat tidak dapat berkontribusi untuk bangsa ini, maka lakukanlah walau sekecil apa pun itu

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

loading...

  • Jangan biarkan mental kita menjadi rapuh karena perasaan pesimis. Dengan tegas, usir sikap negatif yang melemahkan. Fokuskan terus pada titik target yang sudah Anda putuskan

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com