Anda berada disini:Beranda/Maluku dan Papua/Maluku/Pala dan Bunga Pala, Rempah Asli Kepulauan Banda Maluku

Pala dan Bunga Pala, Rempah Asli Kepulauan Banda Maluku

15.03.2019
39094
Pala dan Bunga Pala, Rempah Asli Kepulauan Banda Maluku (Foto: CBC Barbados)

Pala dan bunga pala (fuli) merupakan rempah Indonesia yang terkenal di dunia. Komoditi yang sangat bernilai ini sudah diperdagangkan sampai ke Konstantinopel sejak abad ke-6. Dulu, rempah asli Indonesia ini hanya tumbuh di gugus kepulauan Banda, Maluku.

Pala (Myristica fragans) merupakan pohon hutan yang kecil dengan tinggi sekitar 18-20 m. Tumbuh dengan baik di keteduhan pohon tinggi lainnya. Tumbuhan ini berkulit abu-abu tua, daun mengkilat berbentuk elips, bunga kecil kuning, serta menghasilkan buah berukuran dan berwarna seperti aprikot.

Ketika masak, buah akan membelah dan menampakkan biji cokelat mengkilat dengan salut bijinya atau aril (arillus) seperti jala. Warna merah cerah salut bijinya menarik kawanan merpati besar (Ducula concinna) yang menjadi pelaku utama penyebaran biji pala.

Buah dipanen dengan cara disodok dengan gala panjang dan kemudian ditangkap dengan keranjang. Panen pertama dilakukan pada saat tanaman berusia 7 sampai 9 tahun. Pohon mencapai kemampuan produksi maksimum setelah 25 tahun. Tinggi pohonnya dapat mencapai 20 m dengan usia bisa mencapai ratusan tahun.

Begitu dijemur di bawah matahari, aril akan terkelupas dan berubah warna dari merah tua menjadi cokelat kemerahan. Sementara itu, bagian dalam pala yang wangi akan mengeras dan berubah warna dari cokelat mengkilat menjadi cokelat kelabu, seperti kayu marmer yang keras.

Proses pengeringan membutuhkan waktu sekitar 6-8 minggu. Setelah kering, aril dijual sebagai bunga pala dan biji bagian dalam ditumbuk menjadi tepung. Dalam perdagangan, bunga pala dinamakan fuli (mace), dalam istilah farmasi disebut myristicae arillus atau macis.

Daging buahnya (myristicae fructus cortex) dapat diolah menjadi makanan ringan dan sangat digemari oleh masyarakat, diantaranya asinan, manisan, marmalade, selai, dan kristal daging buah pala. Bijinya mengandung minyak atsiri antara 7-14%. Biji dan bunga pala digunakan sebagai penyedap dan pengawet makanan, obat, serta parfum dan kosmetika.

Bunga pala terasa sama dengan bijinya tetapi lebih halus, dan karena itu harganya lebih mahal. Kulit pohonnya tipis dan ketika digores menghasilkan cairan berwarna merah, yang ketika kering berwarna gelap sampai merah darah kering. Karena itu, disebut juga sebagai “pendarah”, yang di Indonesia digunakan pada keris yang dianggap mempunyai kekuatan gaib.

Kapan dimulainya perdagangan internasional jenis rempah ini tidak diketahui secara pasti. Rempah tercatat telah diperdagangkan di Konstantinopel sejak abad ke-6 dan dikenal orang Eropa abad ke-12. Sampai abad ke-18, kesembilan pulau Banda di Maluku, meliputi 50 km persegi, merupakan satu-satunya sumber pala dan fuli di dunia.

Sumber rempah ini tertutup bagi orang Eropa, hanya pedagang Arab dan Asia lainnya yang menjangkaunya, sampai Portugis menemukan pulau itu awal abad ke-16. Pada saat itu, Pulau Banda merupakan tempat penyaluran penting, juga bagi perdagangan cengkih dari Ternate dan Tidore, bulu burung cenderawasih, serta budak.

Kemudian, Belanda dan Inggris datang dan membangun benteng. Untuk mengatur monopoli perdagangan pala, Belanda banyak melakukan cara-cara yang tidak pantas. Mereka menebangi pohon pala yang tidak langsung berada dalam pengawasannya, membunuh banyak laki-laki Banda, dan membagi tanah di antara kelompok bekas narapidana dan petualang yang menggunakan budak belian untuk memanen pala.

Terjadi persaingan yang keras dalam perdagangan pala, cengkih, dan fuli antara Belanda dan Inggris. Persaingan yang semakin meruncing tersebut akhirnya menyebabkan sebuah tragedi yang terkenal, disebut sebagai “Pembantaian Amboyna” pada 1623. Pada peristiwa tersebut, sepuluh orang Inggris pegawai Perusahaan Hindia Timur Britania menjadi korban. Kejadian ini menimbulkan ketegangan yang berlarut di antara kedua pihak.

Baru setelah hampir 50 tahun pasca-pembantaian ini, terjadi kesepakatan di antara kedua pihak. Inggris mengambil inisiatif untuk menyerahkan Pulau Run di barat Pulau Banda untuk dipertukarkan dengan Pulau Manhattan milik Belanda. Untuk mendapatkan pala, Inggris mengambil ke Penang dan India Barat.

Saat ini, pulau Banda menghasilkan sedikit pala. Sebagian besar pala dihasilkan oleh Sulawesi, Grenada, dan Sri Lanka. Meski demikian, kita masih mungkin mengunjungi rumpun pala yang wangi di bawah kanopi pohon Canarium di Pulau Lontar, bagian dari gugus kepulauan Banda.

Begitu berharganya rempah ini di dunia sampai terdapat legenda. Dikisahkan seorang pedagang rempah dari Connecticut yang licik mengelabui pelanggan dengan membuat “pala” tiruan dari sepotong kayu usang, sehingga muncullah istilah “Negara Bagian Pala” bagi Connecticut, dan “sebiji pala kayu” sebagai metafora dari kecurangan atau penipuan.

---

Sumber: 1001indonesia

Share Content

 
Rating Konten
(0 pengunjung)
Kategori Menu
Label Konten

malu disaat tidak dapat berkontribusi untuk bangsa ini, maka lakukanlah walau sekecil apa pun itu

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

561 komentar

  • www.yepp-eu.org
    21.10.2020
    fantastic points altogether, you just gained a logo new reader.
    What might you suggest about your post that you made some days ago?

    Any sure?
  • I think this is among the most important information for me. And i am glad reading your article. But wanna remark on some general things, The website style is wonderful, the articles is really nice : D. Good job, cheers
  • thrill
    20.10.2020
    Oh my goodness! Incredible article dude! Thank you, However I am going through issues
    with your RSS. I don't understand the reason why I am
    unable to subscribe to it. Is there anyone else having identical RSS issues?
    Anybody who knows the answer can you kindly respond?
    Thanks!!
  • Hello, i think that i saw you visited my weblog so i came
    to “return the favor”.I am attempting to find things to enhance my
    website!I suppose its ok to use some of your ideas!!
  • push.fm
    20.10.2020
    Hello to every single one, it's genuinely a nice for me
    to visit this site, it contains important Information.
  • run
    run
    20.10.2020
    I have been browsing online more than three hours
    today, yet I never found any interesting article like yours.
    It's pretty worth enough for me. In my view, if all website owners and bloggers
    made good content as you did, the web will be a lot more useful
    than ever before.
  • Hurrah, that's what I was seeking for, what a data!
    existing here at this web site, thanks admin of this website.
  • meek
    20.10.2020
    Pretty nice post. I just stumbled upon your weblog and wished to say that I've truly enjoyed browsing your blog posts.

    After all I'll be subscribing to your rss
    feed and I hope you write again very soon!
  • sex worker
    20.10.2020
    There is certainly a great deal to find out about this topic.
    I love all of the points you have made.
  • canadahq
    20.10.2020
    It can one of the biggest global dark web takedowns to be able to date: 179 arrests distribute across six
    countries; five-hundred kilograms of drugs
    grabbed; $6. 5 million within cash and cryptocurrency confiscated.

    And while it had been announced today, Operation Disruptor
    traces its roots again to May 3, 2019. That's the day of
    which German police seized Share market Market, the well-liked underground
    bazaar that provided international authorities everything that they needed to
    upend the particular dark web drug trade. It can unclear how big some sort of dent or dimple Procedure Disruptor
    will make over time; the dark web drug marketplace tends
    to bounce back again, even after the high-quality collapses of marketplaces just like the
    Silk Road plus AlphaBay. But even in the event that law enforcement officials is playing an everlasting game of Whac-A-Mole, it can no less than gotten extremely experienced at whacking.

    In the particular US, Operation Disruptor performs out across dozens associated with court papers and about 120 arrests.
    In Kentkucky, members of the group identified as PillCosby
    were recharged with mailing out above a million pills lace-up with fentanyl.
    Prosecutors within Washington, DC, allege that will David Brian Pate hidden thousands of OxyContin, Xanax, and morphine pills within souvenir maracas.

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

loading...

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com