Anda berada disini:Beranda/Page/intronesia - Bunga

Bunga

Cinta Indonesia adalah sebuah rasa yang seharusnya ada dalam setiap diri warganya

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tuak adalah sejenis minuman beralkohol khas Indonesia. Arak asli Indonesia ini dibuat melalui proses fermentasi. Bahan bakunya berbagai macam, bisa dari beras, nira pohon enau atau aren, legen dari pohon siwalan atau tal, maupun buah-buahan yang mengandung gula.

Di pasaran, kadar alkohol yang dikandung minuman ini berbeda-beda, tergantung daerah pembuatnya. Misalnya, tuak jenis arak yang dibuat di pulau Bali, yang dikenal juga dengan nama brem bali, mengandung alkohol yang kadarnya cukup tinggi.

Dulu, beberapa tempat di Pulau Madura dikenal sebagai sebagai penghasil tuak. Namun, orang Madura tidak mempunyai kebiasaan minum yang kuat. Saat ini dapat dikatakan sangat sedikit orang Madura yang meminumnya.

Minum tuak dapat menghangatkan badan. Bagi masyarakat yang punya kebiasaan meminumnya, seperti masyarakat di dan Toraja, minuman ini dianggap berkhasiat menyehatkan tubuh.

Tuak dari pohon enau bahkan menjadi bagian dari ritual adat masyarakat Toraja. Setiap pelaksanaan ritual adat Toraja pasti tersedia tuak. Minuman ini juga dikonsumsi masyarakat Batak saat ada perayaan atau acara-acara tertentu.

Minuman alkohol tradisional ini biasanya dibuat dari fermentasi beras (biasanya beras ketan) menggunakan ragi. Enzim dalam ragi memecah pati beras menjadi gula. Melalui proses fermentasi, gula berubah menjadi alkohol. Proses fermentasi juga menghasilkan karbon dioksida, terlepas dari alkohol.

Minuman ini juga bisa dibuat dalam volume besar dengan bantuan gula dicampur dengan air, lalu direbus dan dibiarkan dingin sebelum ditambahkan ke campuran fermentasi beras dan ragi.

Selain berbahan baku beras, tuak juga bisa terbuat dari proses penyulingan nira aren dan kelapa. Selain itu, ada juga yang berasal dari fermentasi dari buah-buahan.

Sebenarnya, minuman sejenis arak ini juga ada di berbagai negara. Misalnya, sake di Jepang, makgeolli di Korea, sato di Thailand, mi jiu di China, dan tapuy di Filipina.

Kandungan alkohol dalam tuak bervariasi, mulai dari lima hingga 20 persen. Rasanya juga bisa bervariasi, ada yang sedikit manis atau sangat manis, tergantung pada gula yang digunakan dalam proses fermentasi.

Tuak dengan kualitas buruk biasanya terasa asam karena adanya bakteri lain yang masuk dan menghasilkan asam laktat.

Umumnya masyarakat meragukan produk-produk yang mengandung alkohol memiliki khasiat. Namun, sebagian orang percaya arak Indonesia ini bermanfaat untuk kesehatan karena mengandung antioksidan dan vitamin C.

Ada juga yang mengklaim minuman beralkohol ini dapat mengatasi penyakit ginjal dan berkhasiat untuk menyegarkan tubuh. Mengonsumsi tuak secara teratur dipercaya dapat menurunkan kadar gula bagi para penderita diabetes.

Journal of Experimental and Clinical Anatomy menyebutkan tuak juga bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI yang dihasilkan oleh ibu. Selain itu, minuman ini juga berfungsi untuk memberikan perlindungan pada kondisi ASI yang dihasilkan oleh ibu sehingga kualitasnya tidak akan turun.

Selain itu, minuman hasil fermentasi ini dipercaya memiliki khasiat melancarkan pencernaan, mengatasi sembelit, sebab itu, minuman tradisional ini sering ditambahkan ke dalam produk atau obat-obatan herbal. Namun, mengonsumsi tuak terlalu banyak tidak baik bagi kesehatan, utamanya bagi kaum pria. Terlalu banyak minum tuak dapat menyebabkan penurunan fungsi testis akibat turunnya kadar testosteron serta motilitas dan viabilitas sperma.

---

Sumber: https://1001indonesia.net/tuak-minuman-beralkohol-yang-berkhasiat-bagi-kesehatan

20.06.2020

Fatmawati yang bernama asli Fatimah merupakan istri proklamator Soekarno. Ia dikenal juga sebagai sosok yang menjahit bendera pusaka Merah-Putih yang dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan. Tak banyak yang tahu, Fatmawati juga berasal dari keluarga yang aktif di pergerakan.

Fatimah dilahirkan di Bengkulu pada 5 Februari 1923 di Bengkulu, dari pasangan Hassan Din dan Siti Chadijah. Keluarganya masih terhitung keturunan dari Puti Indrapura, keluarga raja dari kesultanan Indrapura Mukomuko di Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

Sejak usia belia, Fatmawati telah aktif dalam organisasi Aisyiah, gerakan perempuan Muhammadiyah, di kampungnya.  Aktivitasnya di pergerakan mengikuti jejak sang ayah.

Hassan Din merupakan tokoh gerakan Muhammadiyah di Bengkulu. Ia memilih keluar dari pekerjaannya di perusahaan Belanda untuk bergabung dengan Muhammadiyah, meskipun tanpa jaminan sosial dan penghasilan yang memadai.

Untuk menghidupi keluarganya, Hassan Din sering berganti usaha dan berpindah ke sejumlah kota di kawasan Sumatera bagian Selatan.

Pada 01 Juni 1943, Fatmawati menikah dengan Soekarno. Ketika itu usianya 20 tahun, sementara Soekarno berusia 42 tahun. Ia menjadi istri ketiga Soekarno.

Pasangan ini dikarunia 5 orang anak, yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Selain sebagai istri Presiden Soekarno atau Ibu Negara Indonesia pertama, Fatmawati paling dikenang sebagai sosok yang menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih.

Bendera berukuran 2×3 meter itulah yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Saat menjahit bendera itu, ia sedang mengandung anak pertamanya. Saat itu, usia kandungannya sudah mendekati masa kelahiran.

Dalam kondisi fisiknya yang rentan, ia menjahit dengan mesin jahit Singer yang dijalankan dengan tangan. Dokter melarangnya menggunakan kaki karena kondisi fisiknya.

Fatmawati menyelesaikan jahitan bendera Merah Putih itu dalam waktu dua hari.

Fatmawati meninggal pada 14 Mei 1980 dalam usia 57 tahun di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia terkena serangan jantung saat perjalanan pulang Umroh di Mekkah. Ia dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta.

Pemerintah memberi penghargaan kepadanya sebagai Pahlawan Nasional lewat keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118/TK/2000 tanggal 4 November 2000.

Untuk mengenang jasanya, namanya diabadikan menjadi nama Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati di Jakarta. Namanya juga digunakan sebagai nama sebuah bandar udara di Bengkulu, yaitu Bandar Udara Fatmawati, yang sebelumnya bernama Bandar Udara Padang Kemiling.

Fatmawati Sukarno
Ibu Fatmawati ketika sedang menjahit bendera Merah-Putih, Oktober 1944. (Foto: Arsip Kompas/KOMPAS.COM)

---

Sumber: https://1001indonesia.net/fatmawati-ibu-negara-indonesia-yang-pertama

07.01.2020

Beberapa waktu lalu, GlobalFirePower mengeluarkan daftar terbaru peringkat militer negara-negara di dunia. Dalam daftar terbaru tersebut, Amerika Serikat masih berada di peringkat I dengan militer terkuat di dunia, diikuti Russia, China, India, dan Prancis di lima besar. Bagaimana sebenarnya GFP menilai kekuatan militer sebuah negara?

  1. Peringkat tak hanya berdasar pada banyaknya senjata yang dimiliki suatu negara, tapi juga keragaman jenis senjata yang dimiliki
  2. Kepemilikan senjata nuklir tidak dihitung
  3. Status negara dunia kelas 1, kelas 2, dan kelas 3, ikut dihitung
  4. Faktor geografis, ketersediaan sumber daya alam, fleksibilitas geografis, dan industry strategis nasional menjadi faktor penting
  5. Negara yang tidak berbatasan dengan laut (landlocked) dan tidak memiliki angkatan laut tidak dikurangi nilainya, akan tetapi negara yang mempunyai laut tapi angkatan lautnya tidak kuat, nilainya akan berkurang
  6. Negara-negara NATO meraih nilai bonus karena mereka bisa berbagai sumber daya, terutama dalam peperangan
  7. Kestabilan dan kesehatan finansial suatu negara, ikut dihitung
  8. Kepemimpinan suatu negara, tidak digitung.

Bagaimana dengan peringkat negara-negara Asia?

Tahun 2019, menurut daftar Asian Continental Powers Ranked by Military Strength, ada total 45 negara yang termasuk di dalamnya. Berikut adalah daftarnya:

  1. Rusia
  2. China
  3. India
  4. Jepang
  5. Korea Selatan
  6. Turki
  7. Iran
  8. Pakistan
  9. Indonesia
  10. Israel
  11. Korea Utara
  12. Taiwan
  13. Vietnam
  14. Arab Saudi
  15. Thailand
  16. Myanmar
  17. Malaysia
  18. Bangladesh
  19. Uzbekistan
  20. Suriah
  21. Azerbaijan
  22. Irak
  23. Kazakhstan
  24. Singapura
  25. Uni Emirat Arab
  26. Filipina
  27. Yaman
  28. Afghanistan
  29. Turkmenistan
  30. Yordania
  31. Oman
  32. Kuwait
  33. Georgia
  34. Mongolia
  35. Sri Lanka
  36. Kyrgyzstan
  37. Tajikistan
  38. Armenia
  39. Bahrein
  40. Qatar
  41. Kamboja
  42. Lebanon
  43. Nepal
  44. Laos
  45. Bhutan

---

Sumber: Globalfirepower.com

02.01.2020

Penelitian genetika membuktikan tak ada pemilik gen murni di Nusantara. Manusia Indonesia adalah campuran beragam genetika yang awalnya berasal dari Afrika. Bahkan lebih jauh, agaknya tak mungkin melabeli kelompok tertentu sebagai manusia asli Indonesia. Sebab, tak ada pemilik gen murni di Nusantara. Ya, manusia Indonesia adalah campuran beragam genetika.

Demikianlah, simpulan Herawati Supolo-Sudoyo, peneliti dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, setelah melakukan kerja besar melakukan pemetaan DNA masyarakat di Indonesia.

Kesimpulan itu dirumuskan setelah Herawati dan koleganya mengumpulkan dan menganalisis kurang lebih 6.000 sampel DNA dari beberapa lokasi di Indonesia. Lebih dari 3700 individu dari 35 etnis diuji DNA mitokondria-nya, hampir 3000 juga diuji untuk kromosom Y-nya.

Ini berarti, jikalau ada politikus atau tokoh masyarakat yang menggunakan propaganda “lebih utamakan pribumi” untuk jabatan publik, mudah diduga dia pasti sedang berilusi bahwa seolah-olah ada orang atau anggota masyarakat yang “murni pribumi”. Atau sekiranya bukan berilusi, maka bisa dipastikan dia tengah memanipulasi kesadaran warga demi ambisi dan tujuan pribadinya belaka.

Menariknya, kesimpulan atas penelitian berbasis DNA ini sebenarnya juga memiliki kesamaan dengan kajian asal usul pembentuk Bahasa Indonesia. Bagaimana tidak, bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu sebagai lingua franca dalam kegiatan perdagangan di Nusantara sejak abad ke-7 ini, bisa dikata memiliki banyak bahasa serapan yang berasal dari banyak bahasa asing.

Meyimak buku berjudul 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing karya Alif Danya Munsyi atau populer dikenal dengan nama Remy Sylado, tampak nyata bahwa bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia itu dibentuk oleh interaksi bahasa yang merupakan hasil interaksi antar bangsa-bangsa sejak kurun waktu yang lama.

Namun sebelum memindai lebih jauh soal asal-usul kata atau lema dalam Bahasa Indonesia, maka ada baiknya disimak terlebih dulu batasan istilah asing yang dipakai oleh Sylado. Dia tentu menyadari, walau berlebihan, tapi judul itu bukan bergurau. Dalam bukunya berjudul 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing, yang juga sengaja dipinjam sebagai judul artikel ini, disebutkan yang dimaksud sebagai asing di sini ialah:  bukan saja bahasa-bahasa Eropa (Belanda, Portugis, Inggris, Perancis, Spanyol, Yunani, dan Italia), atau bahasa-bahasa Asia ( Sansekerta, Arab, Tionghoa, Tamil, Persia, dan Ibrani), melainkan juga bahasa-bahasa daerah Indonesia sendiri (Jawa, Minangkabau, Betawi, Sunda, Bugis-Makasar, Batak dan lain-lain).

Mari kita simak sejauh mana serapan bahasa-bahasa asing telah masuk dan mewarnai kuat Bahasa Indonesia. Mari kita kutip paparan Sylado dalam bukunya yang menarik itu.

"Meski hari gerimis, setelah sembahyang lohor, para santri mengayuh roda sepedanya ke pasar, disuruh paderi membeli koran dan majalah, tetapi ternyata kiosnya disegel sebab bangkrut, jadi mampirlah semuanya di toko buku yang uniknya malah menyediakan perabotan khusus keluarga yang ditaburkan di meja baca, antara lain teko porselen, peniti emas, lap, setrika listrik, serta kalender berfoto artis idola". Mari kita simak satu per satu kata-kata dalam cerita tersebut.

Meski (Portugis: masque), hari (Sanskerta: gelar dewa pengatur surya), setelah (Kawi: telas), sembahyang  (Sanskerta: sembah hyang), lohor (Arab: dzuhur), para (Kawi: para), santri (Tamil: santri), mengayuh (Minangkabau: kayuh), roda (Portugis: roda), sepeda (Perancis: velocipede), pasar (Persia: bazar), disuruh (Kawi: suruh), paderi (Spanyol: padre), membeli (Campa: blei), koran (Belanda: krant), majalah (Arab: majalla), tetapi (Sanskerta; tad-api), ternyata (Jawa: nyata), kiosnya (Inggris: kiosk), disegel (Belanda:  zegal), sebab (Arab: sababun), bangkrut (Italia: bancarotto), jadi (Sanskerta: jati), mampirlah (Jawa: mampir), semuanya (Sanskerta: samuha), toko (Tiongkok: to-ko), buku (Belanda: boek), yang (Austronesia: ia + ng), uniknya (Perancis: unique), malah (Jawa: malah), menyediakan  (Sanskerta: sedya), perabotan (Betawi: perabot), khusus (Arab: khusus), keluarga (Sanskerta: kula warga), ditaburkan (Ibrani: tabbwur), meja (Portugis: meza), baca (Sanskerta: waca), antara (Sanskerta: antara), lain (Kawi: liyan), teko (Tionghoa: te-ko), porselen (Inggris: porcelain), peniti (Portugis: alfinete), emas (Sanskerta: amasha), lap (Belanda: lap), setrika (Belanda: strijkezer), listrik (Belanda: elektrisch), serta (Sanskerta: saratha), kalender (Belanda: kalender), berfoto (Yunani: photo), artis (Inggris: artist), idola (Yunani: eidolon).

Contoh lain, simaklah kalimat model 'kontak' dari sebuah harian nasional ternama. "Gadis, 33, Flores, Katolik, sarjana, karyawati, humoris, sabar, setia, jujur, anti merokok, anti foya-foya, aktif di gereja. Mengidamkan jejaka maks 46, min 38, penghasilan lumayan, kebapakan, romantis, taat, punya kharisma."

Mari kita simak lagi satu per satu kata-kata dalam kalimat di atas.

Gadis (Minangkabau: tuan gadis, panggilan perempuan turunan raja), Flores (Portugis: floresce), Katolik (Yunani: katolikos), sarjana (Jawa: sarjana), karyawati (Sanskerta: karyya), humoris (Latin: humor + Belanda: isch),  sabar (Arab: shabran), setia (Sanskerta: satya), jujur (Jawa: jujur), anti (Latin: anti), merokok (Belanda: roken), foya-foya (Menado: foya), aktif (Belanda: actief), gereja (Portugis: igreja). Mengidamkan (Kawi: idam), jejaka (Sunda: jajaka), maks (Latin: maksimum), min (Latin: minimum), penghasilan (Arab: hatsil), lumayan (Jawa: lumayan), kebapakan (Tionghoa: ba-pa), romantis (Belanda: romantisch), taat (Arab: thawa'iyat), punya (Sanskerta: mpu + nya), kharisma (Yunani: kharisma).

Apa yang patut digariabawahi di sini ialah, di dalam Bahasa Indonesia bukan saja tercermin kebudayaan imigran, tapi juga terlihat merupakan produk bahasa Indo. Demikian hipotesa Sylando. Atau, dengan kata lain, Bahasa Indonesia ialah produk budaya hibrida, sehingga bukan tak mungkin jika merujuk komposisi penyusun kebahasaan bahasa nasional maka bentuk nasionalisme Indonesia sebenarnya justru bersifat kosmopolitan.

Lebih jauh, kita pun dapat berandai-andai meluaskan imaginasi kita sebagai negara-bangsa Indonesia. Bahwa, jikalau karakter nasionalisme dan rasa kebangsaan bangsa Indonesia sedikit banyak juga tercermin pada ekspresi kebahasaan bahasa nasionalnya, maka semestinya bagi bangsa ini bersikap chauvinistik dan anti asing secara berlebihan justru merupakan sikap yang asing.

Melihat fakta kebahasaan Bahasa Indonesia di atas, di sini apa tidak lebih baik sekiranya bicara budaya nasional sebagai kebudayaan Indonesia berarti bicara tentang hari esok, yaitu Indonesia dan keindonesiaan sebagai realitas menjadi (becoming), ketimbang melulu bicara sebagai kebudayaan masa lalu. Berfikir tentang budaya bukanlah berarti harus menyempit ke masa lalu yang tradisional, tetapi lebih penting untuk berpikir soal bagaimana melayani kemajuan di masa mendatang.

---

Sumber: https://indonesia.go.id/ragam/budaya/sosial/9-dari-10-bahasa-indonesia-adalah-asing

06.12.2019

Hari Guru Nasional diperingati hari ini, Senin 25 November 2019 dalam rangka memberi penghargaan kepada guru-guru di Indonesia. Memperingati Hari Guru Nasional ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengkritik keras sistem pendidikan yang dianggap masih mengekang guru.

Nadiem menyebut guru selama ini hanya diberikan aturan-aturan, tapi tak pernah diberi pertolongan. Guru pun kerap dibebani tugas-tugas administratif yang dinilai tak punya manfaat jelas.

Selain itu, guru-guru juga dipaksa mengejar angka-angka nilai padahal potensi anak tak bisa diukur dari itu. Demikian pula dengan cara mengajar yang berorientasi pada hafalan, kata Nadiem, yang diperlukan di dunia nyata adalah kemampuan berkarya dan berkolaborasi. Dalam pidatonya, Nadiem juga mengkritik kurikulum yang terlalu padat. Hal ini mengakibatkan minimnya eksplorasi dan inovasi guru dalam proses mengajar.

Tanggal 25 November 2019 sebagai Hari Guru Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden no. 78 tahun 1994. Penetapan tanggal ini diputuskan tanpa menjadikan Hari Guru Nasional sebagai hari libur. Pada peringatan Hari Guru Nasional ini, biasanya sekolah-sekolah mengadakan upacara untuk memperingatinya.

Tanggal 25 November juga bertepatan dengan Hari PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Jika Hari Guru Nasional ditetapkan pada 1994, Hari PGRI ditetapkan lebih dahulu, yaitu tahun 1945.

Sebelumnya, PGRI memiliki nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang didirikan pada tahun 1912 oleh pemerintahan kolonial Belanda, lalu menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) pada 1932. Saat Jepang mulai menduduki Indonesia, semua organisasi dilarang, sekolah-sekolah ditutup, sehingga PGI tidak lagi beraktivitas.

Pada waktu itu, PGHB adalah sebuah organisasi besar, yang memuat sub-organisasi, seperti Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), berdasarkanvketerangan dari pengurus besar PGRI (PDF).

Selain itu, ada sub-organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan, dan lainnya, seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOD), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG).

Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 menggelorakan penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia yang diadakan pada 24-25 November 1945. Dalam kongres ini, semua organisasi dan kelompok guru yang didasarkan pada perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku sepakat untuk dihapuskan.

Sebagai gantinya, mereka semua menyatukan perbedaan, sesuai dengan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sembari memperingati 100 hari Indonesia merdeka, dibentuklah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tanggal tersebut.

Anggota Kongres bersepakat untuk mengisi kemerdekaan Indonesia dengan tiga tujuan, yaitu untuk mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia, mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dasar-dasar kerakyatan, membela hak dan nasib buruh pada umumnya, guru pada khususnya.

Dari kala kongres inilah, semua guru menyatakan diri bersatu di bawah wadah PGRI yang menyatakan kesetiaannya dalam pengabdian sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan yang bersifat unitaristik, independen, dan non-partai politik.

Hingga hari ini, sebagai penghormatan guru-guru Republik Indonesia, tanggal 25 November pun ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati setiap tahun.

---

Sumber: https://tirto.id/sejarah-hari-guru-nasional-yang-diperingati-25-november-2019-emgq

25.11.2019

Secara historis, Gerhana Matahari Cincin seri Saros 132 terakhir melintasi kawasan di Indonesia pada tanggal 23 November 1965. Adapun untuk Gerhana Matahari Total (GMT) sudah melintasi wilayah Indonesia sebanyak 6 kali pada periode setelah kemerdekaan, termasuk pada 9 Maret 2016 lalu.

Gerhana Matahari Cincin (GMC) akan terjadi pada 26 Desember 2019. Sejumlah wilayah di Indonesia akan dilintasi oleh Gerhana Matahari Cincin tersebut. Fenomena gerhana matahari umumnya terjadi sebab posisi bulan berada di antara Matahari dan Bumi.

Kejadian Gerhana Matahari Cincin muncul ketika piringan bulan tampak sedikit lebih kecil dari ukuran piringan Matahari. Oleh sebab itu, saat fase puncak Gerhana Matahari Cincin terjadi, bagian pinggir Matahari masih terlihat seperti cincin besar di angkasa. Fase puncak Gerhana Matahari Cincin berlangsung di saat posisi bulan sedang berada pada titik paling jauh di lintasan kelilingnya terhadap Bumi. Lintasan itu tidak berbentuk lingkaran melainkan elips.

Sesuai dengan data yang dirilis LAPAN, sejumlah daerah di Indonesia yang akan dilintasi oleh Gerhana Matahari Cincin pada 26 Desember 2019 adalah Provinsi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur. Berdasar perhitungan peneliti LAPAN, salah satu tempat terbaik untuk mengamati Gerhana Matahari Cincin pada 26 Desember 2019 adalah di kampung Bunsur, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Sedangkan Gerhana Matahari Sebagian dapat dilihat di seluruh wilayah Indonesia, jika cuaca sedang cerah. Di Jakarta, misalnya, gerhana diprediksi terlihat 72 persen.

Adapun waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini, atau saat fase puncak Gerhana Matahari Cincin tersebut adalah pada pukul 12.15 WIB sampai 12.19 WIB, 25 Desember 2019. Sebelum masuk fase puncak, akan terjadi tahap Gerhana Matahari Sebagian yang dimulai pada pukul 10.22 WIB. Sedangkan setelah fase puncak, juga akan muncul Gerhana Matahari sebagian yang berakhir pukul 14.13 WIB.

Sejumlah persiapan untuk menyambut fenomena Gerhana Matahari Cincin pada 26 Desember 2019 ini sudah dilakukan di sejumlah daerah. Misalnya, Kanwil Kemenag Aceh melakukan sosialisasi tentang gerhana matahari ini kepada sejumlah pelajar Madrasah Aliyah di Banda Aceh dan Aceh Besar, pada Selasa (19/11/2019). Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Daud Pakeh mengatakan sosialisasi itu dilakukan agar para pelajar mengetahui kedatangan fenomena ini dan alat-alat yang dipakai untuk memantau gerhana.

"Sosialisasi ini penting, satu sisi sebagai pengetahuan agar mereka paham kenapa gerhana matahari itu terjadi, kedua informasi untuk masyarakat disampaikan lewat anak-anak kita," ujar dia seperti dilansir Antara.

Sedangkan pelaku usaha pariwisata dan Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau malah telah merancang paket wisata Gerhana Matahari Cincin 26 Desember kepada turis asing.

"Kami sudah informasikan ke pelaku usaha sejak tahun lalu, dan mereka sudah membuat paket wisata dan dijual ke wisman," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata pada 17 November 2019. Menurut dia, paket wisata yang dijual, termasuk akomodasi dan amenitas di Pulau Galang yang disebut sebagai lokasi terbaik menyaksikan gerhana matahari cincin pada 26 Desember 2019.

Selain di Pulau Galang, kegiatan serupa juga dilaksanakan di sekitar kawasan wisata Dendang Melayu, Jembatan I dan Dataran Engku Putri. Festival Gerhana Matahari Cincin juga akan digelar di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, pada 24-26 Desember 2019.

Selama festival ini berlangsung akan ada mini planetarium, bimtek komunikasi satelit LAPAN A2/ORARI, talkshow seputar fenomena gerhana matahari cincin, pameran hasil litbang LAPAN, dan sosialisasi ke beberapa sekolah dan perguruan tinggi.

Selain itu, LAPAN bersama Kemristekdikti akan mengadakan workshop teropong lubang jarum untuk 100 peserta, pameran fotografi gerhana matahari, dan kamera obscura, selama ferstival tersebut.

---

Sumber: https://tirto.id/gerhana-matahari-26-desember-tempat-waktu-terbaik-buat-mengamati-elYv

21.11.2019

Kalawai adalah salah satu senjata tradisional khas daerah Papua dan Maluku yang digunakan untuk berburu ikan sejak zaman dahulu. Kalawai digunakan oleh para nelayan saat mencari ikan, gurita, teripang yang berada di perairan dangkal atau saat air laut sedang surut.

Bentuk Kalawai hampir mirip seperti tombak. Bedanya, sementara tombak hanya bermata satu, kalawai umumnya bermata tiga. Bahkan ada juga nelayan yang membuat Kalawai dengan 4-5 mata besi yang tajam. Selain itu, kalawai juga lebih panjang dari tombak.

Pegangan kalawai biasanya terbuat dari buluh (bambu). Ujungnya diberi besi tajam. Besi tersebut harus lebih dari satu, dan diikat melingkari buluh tersebut. Di masa silam, mata kalawai dibuat dari kayu tajam.

Istilah “kalawai” sendiri berasal dari bahasa Maluku, yaitu kala yang berarti tikam dan wai yang berarti air. Dari pengertian ini, jelas kalau kalawai merupakan alat atau senjata tajam yang biasanya dipergunakan di dalam air untuk menangkap hewan laut atau ikan di sungai.

Peralatan tradisional ini sudah digunakan nelayan Papua dan Maluku sejak dulu dan bertahan sampai sekarang. Nelayan di sana biasanya berangkat mencari ikan pada waktu malam. Setelah berada di tengah laut atau sungai, nelayan menebarkan umpan terlebih dahulu agar ikan-ikan berkumpul mendekati perahu.

Untuk memperoleh hasil maksimal, nelayan menggunakan lampu petromaks untuk menarik ikan mendekati perahu. Ikan-ikan biasanya menyukai wilayah yang ada penerangannya.

Ketika sudah banyak ikan mendekat, nelayan akan menggunakan kalawainya untuk menombak ikan-ikan tersebut.

Alat tangkap ikan tradisional asli masyarakat Maluku dan Papua ini sudah digunakan sejak dulu dan bertahan hingga saat ini. Alat tradisional ini tentu ramah lingkungan. Kalawai tak merusak ekosistem laut karena hanya mengambil tangkapan yang seperlunya saja.

---

Sumber: https://1001indonesia.net/kalawai

15.11.2019

Mungkin semua dari Anda sudah tahu bahwa ada dua orang yang mengendalikan pesawat selama mengudara – pilot dan co-pilot. Tapi tahukah Anda asal-usul di balik penggunaan sistem yang terkenal dengan nama two-man cockpit ini? Atau siapakah penggagas dari sistem yang diterapkan secara global oleh dunia aviasi ini? Pasti Anda semua beranggapan bahwa penggagas ide ini adalah orang-orang bule sana, tapi sayangnya asumsi Anda salah. Karena yang menggagas sistem two-man cockpit ini merupakan orang Indonesia.

Adalah Wiweko Soepono, seorang pejuang, perintis AURI, penerbang, perancang pesawat, pengembang industri dirgantara, pelopor penerbangan sipil, dan seseorang yang turut membesarkan perusahaan Garuda Airways (kini Garuda Indonesia) ini lahir di Blitar, pada 18 Januari 1923.

Anak sulung dari lima bersaudara ini sempat mengenyam pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS), semacam sekolah dasar yang diperuntukan bagi keturunan peranakan Eropa, keturunan timur asing atau pribumi dari tokoh terkemuka.

Ketertarikan Wiweko terhadap dunia aviasi mulai tumbuh ketika orang tuanya pindah ke Yogyakarta dan ia berkesempatan untuk melihat beragam event penerbangan yang sering diadakan di Kota Pelajar tersebut. Tidak hanya sebatas mengagumi dunia aviasi ketika masih kecil, Wiweko remaja semakin tertarik dengan si burung besi ini. Setelah menghabiskan beberapa tahun di Yogyakarta, Wiweko bersama keluarganya pun kembali hijrah menuju Kota Kembang, Bandung.

Berbekal majalah dunia penerbangan edisi Hindia Belanda, Wiweko remaja mulai terjun ke dunia aeromodelling dan membuat berbagai model pesawat. Dari situlah dirinya mulai mendapat banyak teman – terutama orang-orang Belanda dan pada 10 Desember 1937, Wiweko bersama salah satu teman bulenya mendirikan Klub Penerbangan Remaja Bandung. Klub ini dengan cepat terkenal setelah mendapat perhatian dari tokoh kedirgantaraan Bandung, yang pada saat itu merupakan pusat kegiatan penerbangan di Hindia Belanda.

Masa kependudukan Jepang di Bandung memaksa Wiweko menggantungkan bangku perguruan tingginya di ITB dan mulai berpartisipasi dalam perang merebut kemerdekaan. Singkat cerita, Wiweko berhasil merebut Lapangan Udara Andir yang kini berganti nama menjadi Bandara Internasional Husein Sastranegara.

Karir gemilang di sektor aviasi yang ditorehkan Wiweko membuat dirinya dipercaya oleh Presiden Soekarno untuk membeli DC-3 Dakota untuk kepentingan perjuangan Republik Indonesia. Dibumbui dengan beragam polemik dan unsur politik di dalamnya, perjuangan Wiweko dalam memperjuangkan kedirgantaraan Indonesia berbuah manis tatkala 26 Januari 1949, Garuda Indonesian Airways (Garuda Indonesia) lahir.

Berbagai kejadian penting hinggap di kehidupan Wiweko, mulai dari upayanya dalam mendirikan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), menjadi orang Indonesia pertama yang menerbangkan helikopter, Perwira Staf Teknik Deputi Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU), hingga tenaga ahli Bank Indonesia urusan penerbangan. Dari sinilah, ide Wiweko Cockpit (Two-Men Cockpit) mulai tercetus.

September 1977, Wiweko berkesempatan untuk mengujungi pabrik Airbus di Blagnac, Perancis. Berbekal karir gemilangnya di sektor aviasi Indonesia, Wiweko datang dengan predikat sebagai tamu kehormatan di markas Airbus tersebut. Kesempatan menjajal bangku pilot A300 pun tak disia-siakan Wiweko kala itu.

Didampingi oleh chief pilot Airbus, Pierre Baud yang berperan sebagai co-pilot dan seorang flight engineer yang duduk persis di belakangnya, Wiweko lalu bergantian dengan Pierre untuk mendemonstrasikan touch-and-go dengan bantuan komputer yang kala itu baru menjadi inovasi paling mutakhir di dunia aviasi. Ketika ditanya tentang pendapat Wiweko mengenai teknologi touch-and-go tersebut oleh Pierre, Wiweko malah mempermasalahkan soal flight engineer yang tidak melakukan apa-apa di belakangnya.

Merasa peran flight engineer tidak lagi penting ketika disandingkan pada pesawat berteknologi komputer, Wiweko dengan tegas mengatakan, “Keluarkan kursi (Flight Engineer) dan mari kita berunding mengenai pembelian pesawat,”

Tetap berpegang teguh pada pendirian yang disokong oleh pengalamannya yang luar biasa banyak di sektor aviasi, akhirnya Wiweko berhasil menampik semua tudingan yang menyebutkan bahwa Two-Men Cockpit merupakan ide gila dan dapat membahayakan para penumpang. Sempat mendapatkan tawaran dari pihak Airbus untuk menamai kokpit yang didesainnya dengan nama ‘Wiweko Cockpit’, namun dengan rendah hati ia menolak dan meminta agar desain tersebut diberi nama ‘Garuda Design Cockpit’.

Sepulangnya ke Indonesia pasca tugas di markas Airbus tersebut, Wiweko dipanggil untuk menghadap Presiden Soeharto pada Februari 1968. Tak diduga-duga, ia diangkat menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia pada 17 Februari 1968. Di bawah kendalinya, Garuda Indonesia berhasil melejit di sektor domestik maupun internasional. Masa kepemimpinan Wiweko berakhir pada 17 November 1984 – dengan beragam kesan dari awak Garuda semasa kepemimpinan beliau.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada 8 September 2000 di Jakarta, Wiweko sempat dianugerahi Bintang Jasa Utama dari Pemerintah Republik Indonesia berkat jasanya yang sangat besar pada perkembangan dunia kerdirgantaraan Indonesia, terlebih pada Flag Carrier Garuda Indonesia.

---

Sumber: https://www.kabarpenumpang.com/wiweko-soepono-bapak-two-men-cockpit-yang-sarat-pengalaman-di-dunia-dirgantara

11.11.2019

Indonesia mencatatkan sejarah baru dalam kompetisi game online Mobile Legends: Bang Bang Southeast Asia Championship 2019 atau MSC 2019. Tim asal Indonesia berhasil menciptakan all Indonesia Final dan dimenangkan tim ONIC E-Sports.

Kompetisi game online Mobile Legends: Bang Bang yang se-Asia Tenggara ini diselenggarakan di Filipina selama 5 hari dan diikuti 12 tim dari 9 negara. Indonesia diwakili ONIC E-Sports dan Tim Lourve yang akhirnya bertarung di final.

"Selamat kepada ONIC E-Sports yang telah memenangkan MSC 2019! Mereka telah berjuang keras untuk menjadi pemilik sejati dari piala emas 24 karat! Mereka telah menunjukkan semangat dan tekad melalui turnamen agar meraih gelar tim MLBB terkuat di Asia Tenggara," ujar akun resmi Mobile Legends: Bang Bang dalam postingan akun Facebook resminya, Senin (21/6/2019), dikutip CNBC Indonesia.

Menurut laporan Okezone.com, Pertandingan Final MSC 2019 ini seolah menjadi pengulangan Final MPL ID Season 3 Mei silam, dimana Onic Esports dan Louvre Esports dipertemukan dalam Grand Final. Kemenangan akhirnya jatiuh pada Onic Esports yang berhasil melakukan 20 Kills, sementara Louvre haya 2 Kills.

Dengan kemenangan ini, ONIC E-Sports mendapatkan hadiah US$45.000. Adapun total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen yang sudah berakhir ini US$120 ribu atau setara Rp 1,68 miliar (kurs Rp 14.000).

---

Sumber:

  • https://www.cnbcindonesia.com/fintech/20190624145904-37-80251/berhadiah-rp-168-m-indonesia-jawara-mobile-legends-msc-2019
  • https://techno.okezone.com/read/2019/06/24/326/2070046/final-msc-2019-tim-mobile-legends-onic-esports-raih-juara

 

25.06.2019

Kopi menjadi minuman yang wajib diminum bagi beberapa orang untuk membangkitkan semangat atau agar tetap terjaga. Namun bagaimana jika meminum kopi ketika di ketinggian 35.000 kaki dengan racikan barista terkenal?

Maskapai Penerbangan Indonesia, Citilink, memberikan pengalaman yang berbeda dalam minum kopi. Citilink Barista On Board akan memberikan kejutan kepada penumpangnya.

Salah satu barista terkenal di Indonesia dipilih untuk melayani penumpang pada penerbangan perdana Citilink Jakarta-Phnom Penh pada hari Jumat, 21 Juni 2019. Citilink mengajak para penumpang untuk menikmati kopi buatan Muhammad Aga di ketinggian 35.000 kaki.

Muhammad Aga merupakan Juara Indonesia Barista Championship 2018 yang dihelat di Bali. Ia juga pernah mewakili Indonesia dalam kejuaraan world Barista Championship di Belanda.

Awak kabin memberikan kejutan tersebut ketika para penumpang mulai bersantai diatas 35.000 kaki. Pria kelahiran tahun 1991 itu dengan sigap meracik kopi pilihan penumpang, aroma kopi pun memenuhi kabin pesawat.

Kopi yang digunakan oleh Barista on Board adalah perpaduan kopi arabika (70%) dan Kerinci Sumatra (30%). Menu kopi yang ditawarkan adalah kopi hitam/filter coffee, kopi susu, mocha, ice caramel latte, dan Citilink Signature Coffee yang terbuat dari perpaduan antara espresso, ekstrak buah, air tonik, dan irisan jeruk.

---

Sumber: Bisnis.com, travelandleisure.com

23.06.2019

Api berwarna biru tersebut merupakan gas bumi yang dipasok oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) ke sentra-sentra umkm di wilayah Cirebon, khususnya Klitik Irwan.

Menurut pengawas Klitik Irwan Ahmad Fauzi sentra produksi makanan ringan Klitik Irwan ini telah menggunakan jaringan gas bumi selama 22 tahun, jaringan yang dipasok oleh PGN mengalir tanpa henti selama 24 jam, sehingga tidak ada kekhawatiran kehabisan bahan bakar saat memasak atau mengemas makanan.

Dalam sehari klitik Irwan mampu memproduksi ribuan kilogram makanan yang di jual ke berbagai daerah di pulau Jawa. Dengan gas bumi sentra produksi tersebut mampu meningkatkan daya saingnya.

Menurut Direktur Utama PGN Gigih Prakoso penggunaan jaringan gas bumi meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat, khususnya kota Cirebon merupakan salah satu pusat industri yang maju di Provinsi Jawa Barat. Selain itu gas bumi jauh lebih hemat, murah serta aman dibanding bahan bakar lainnya.

PGN juga konsisten membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas bumi. Sampai saat ini, PGN tercatat telah mengelola jaringan infrastruktur pipa gas sepanjang 7.453 km.

PGN telah menyalurkan gas bumi sebagai energi baik ke 203.314 pelanggan dari berbagai segmen, seperti pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta pelanggan rumah tangga yang tersebar di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.

---

Sumber Foto: antarafoto.com/ Agung Rajasa

17.06.2019

Ada banyak jenis puasa yang dijalani orang Jawa. Ada puasa mutih, ngebleng, ngrowot, ngidang, dan lain-lain. Meski demikian, semua jenis puasa yang ada sebenarnya memiliki kesamaan. Puasa bagi orang Jawa merupakan tindakan untuk menyadari dan membatasi apa saja yang masuk ke dalam diri dan keluar dari dalam diri manusia.

Bagi orang Jawa, puasa atau tirakat menjadi sarana untuk memperbaiki kualitas hidup seseorang. Dasar dari laku puasa adalah adanya kesadaran bahwa manungso iku panggonane salah lan luput (manusia adalah tempatnya salah).

Untuk itu, kita harus eling lan waspada dan selalu bersikap rendah hati. Namun, untuk eling lan waspada dan memiliki kerendahatian bukan soal mudah, terutama ketika kita larut dalam kehidupan keseharian. Kita perlu melatihnya. Salah satu caranya dengan puasa.

Puasa bagi orang Jawa merupakan cara untuk mengambil jarak dengan kehidupan sehari-hari. Manusia perlu mengambil jarak dari kehidupan sehari-hari untuk menemukan dirinya. Menjaga jarak merupakan cara agar manusia menjadi sadar karena larutnya kita dalam keseharian hidup mengeruhkan kesadaran.

Ketika kita mengidentikkan diri kita dengan perasaan-perasaan yang kita alami, seperti suka dan duka, bahagia dan sengsara, kita tidak akan pernah sampai pada pengetahuan mengenai diri kita yang sebenarnya. Saat kita tidak memiliki pengertian tentang diri sendiri, kita hidup dalam ilusi. Orang yang hidup dalam ilusi, jangankan memperbaiki kesalahan, menyadari bahwa dirinya melakukan kesalahan saja tidak mampu.

Dalam arti ini, puasa bagi orang Jawa merupakan sarana agar diri manusia tidak terbelenggu dalam dunia keseharian, senantiasa mengingat sangkan paraning dumadi dan apa yang menjadi tujuan kita hidup di dunia ini.

Dengan mengambil jarak dari kehidupan sehari-hari, manusia mampu melihat secara jernih hidupnya, mengevaluasinya, dan memberi makna padanya. Karena, seperti kata Sokrates, “Hidup yang tidak dievaluasi, tidak layak untuk dihidupi.”

Puasa bagi orang Jawa juga merupakan upaya untuk mengendalikan hawa nafsu. Kesadaran manusia dapat dikacaukan oleh hawa nafsu. Oleh sebab itu, manusia membutuhkan sesuatu yang mampu memperlemah hawa nafsunya. Itu sebabnya, puasa juga disebut sebagai upaya untuk belajar mati yang berarti “mematikan” hawa nafsu yang ada dalam diri manusia sebagai cara untuk mengendalikannya.

Puasa yang kita jalankan dengan sepenuh hati akan membuat kita lebih berdaya untuk mengendalikan hawa nafsu kita. Mengekang hawa nafsu bukan berarti kita sudah tidak lagi memiliki nafsu-nafsu itu karena kita membutuhkannya dalam kehidupan kita di dunia ini. Namun, kita tidak lagi terikat padanya.

Nafsu-nafsu itu tidak lagi menjadi pendorong utama dalam kita bertindak. Kita tidak lagi dikuasai oleh perasaan. Dengan demikian, kita mampu bertindak atas dasar pemikiran yang rasional yang terarah pada kebaikan.

Kemampuan untuk bertindak tidak hanya karena dorongan instingtual saja, tapi karena tindakan itu dinilai membawa kebaikan merupakan ciri khas manusia yang membedakannya dari binatang. Dengan demikian, puasa bagi orang Jawa juga dapat berarti sebagai  upaya manusia untuk menjadi lebih manusiawi.

Seorang filsuf dari Ceko,Patocka, mengungkapkan bahwa apa yang membuat manusia sebagai [M]anusia adalah kemampuannya untuk melihat baik dan buruk. Kegiatan yang dilakukan manusia bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan alamiahnya secara instingtual saja. Manusia bertindak atas dasar apa yang menurutnya baik.

Namun, amat sering penilaian manusia tidak jernih karena ditutupi oleh nafsu serakah dan egoisnya. Batas baik dan buruk serta benar dan salah menjadi kabur, digantikan oleh apa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Dalam arti ini, puasa sebagai sarana untuk mengekang hawa nafsu manusia berfungsi untuk menjernihkan kembali penilaian manusia atas yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah.

Selain itu, bagi orang Jawa, puasa juga merupakan sebuah bentuk penghargaan terhadap tubuh. Banyak orang yang memandang bahwa nafsu-nafsu berasal dari tubuh manusia. Bagi orang Jawa, tubuh pada dirinya sendiri bersifat suci. Kebertubuhan merupakan cara mengada manusia. Dengan bertubuhlah manusia dapat ada di dunia. Hasrat untuk makan, minum, dan lain-lain itu ada semata untuk keberlangsungan hidup manusia.

Dan bukan tubuh yang menjadi asal-muasal nafsu-nafsu, tapi pikiran manusia. Nafsu berasal dari keterikatan diri manusia pada hal-hal yang bersifat jasmanisah. Pikiranlah yang membuat hasrat-hasrat untuk makan, minum, dan seks yang awalnya hanya untuk keberlangsungan hidup kemudian berkembang tak terbatas menjadi semacam bentuk keserakahan dan egoisme.

Karena berkembangnya nafsu-nafsu ini, manusia acap kali memasukkan hal-hal yang tidak menyehatkan ke dalam tubuhnya. Makanan, minuman, dan seks yang dicari terus-menerus tanpa batas dan tak mengenal titik puas pada akhirnya menghancurkan diri manusia sendiri.

Anda tahu, saat ini bukan kelaparan dan wabah penyakit menular yang menjadi masalah besar di dunia, tapi obesitas dan penyakit-penyakit tak menular yang diakibatkan oleh salahnya pola hidup dan pola makan manusia.

Di sinilah gunanya puasa. Dengan menjaga apa yang masuk ke dalam tubuh, kita sebenarnya memuliakan tubuh. Kita hanya memasukkan ke dalam tubuh apa saja yang menyehatkan dan dalam porsi yang sebatas dibutuhkan. Bukankah ada hadis yang mengatakan, “Makan sebelum lapar, berhenti sebelum kenyang.” Orang Jawa punya peribahasa, “Sumarah urip iro, raga amung sadermo.”

Terakhir, bagi orang Jawa puasa tak hanya berguna bagi orang yang melaksanakannya saja, tapi juga berguna bagi orang-orang di sekelilingnya.

dr. Radjiman Wedyodiningrat pada Kongres Permusyawaratan Perguruan I (Juni 1953) mengungkapkan bahwa sebab utama segala kekacauan adalah tabiat yang berkeinginan atau pamrih. Manusia yang bersikap pamrih adalah manusia yang hanya mau bertindak jika tindakan itu menguntungkan dirinya.

Mengapa menghilangkan pamrih itu penting? Benar kita hidup sebagai individu yang harus mengupayakan kebaikan-kebaikan bagi diri kita sendiri. Namun, kita tidak hidup sendiri. Kita hidup bersama yang lain dan hanya dapat menjadi bahagia ketika kita menjadi bagian yang bermakna dalam kehidupan bersama. Sekali lagi, kita menemukan makna hidup kita saat kita hidup bersama yang lain.

Lagi pula, kita membutuhkan orang lain karena pada dasarnya tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain untuk saling mengisi karena manusia memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Untuk itu, kita perlu bekerja sama dengan orang lain.

Untuk menjalin kerja sama yang baik, kita perlu membina hubungan yang harmonis dengan orang-orang lain di sekitar kita dengan cara saling peduli. Sebaliknya, sikap pamrih yang berlebihan atau sikap mementingkan diri sendiri akan membuat perpecahan dalam kehidupan bersama.

---

Sumber: https://1001indonesia.net/puasa-bagi-orang-jawa

17.06.2019

Hari Lebaran sebagai hari kemenangan selalu disambut meriah oleh umat Muslim di Indonesia. Idulfitri dirayakan dengan perasaan suka cita, hingga ada beberapa tradisi unik sambut Lebaran khas masyarakat Indonesia.

Selain mudik, tradisi Lebaran di Indonesia juga disambut dengan melakukan berbagai kegiatan dan tradisi unik. Berikut ini tradisi unik dan menarik di berbagai daerah Indonesia untuk menyambut satu Syawal.

Garebeg Syawal

Tradisi Grebeg Syawal merupakan sebuah kegiatan turun temurun yang dilakukan oleh warga Yogyakarya untuk menyambut momen satu Syawal.

Grebeg Syawal adalah upacara adat keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang digelar tiap 1 Syawal. Upacara ini biasanya dilangsungkan di sekitar Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta seusai dilaksanakannya sholat Idulfitri berjamaah.

Tradisi Grebeg Syawal merupakan simbol Hajad Dalem (sedekah) serta kedermawanan Sultan kepada rakyatnya. Inti upacara ini adalah pelepasan Gunungan Lanang yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat.

Bakar Gunung Api

Masyarakat suku Serawai di Bengkulu memiliki tradisi unik sambut Lebaran yang disebut ronjok sayak atau bakar gunung api. Batok kelapa yang disusun tinggi menjulang dibakar pada malam menjelang Idulfitri.

Kegiatan membakar susunan batok kelapa ini dilakukan di depan rumah warga. Setiap rumah bahkan membuat lebih dari satu “gunung api”.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Batok kelapa menyimbolkan ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga sebagai doa bagi arwah para leluhur yang telah meninggal. Kegiatan membakar susunan batok kelapa ini dilakukan saat malam takbiran setelah shalat Isya.

Tradisi Badha Kupat

Tradisi ini digelar oleh masyarakat Kudus. Badha artinya lebaran atau hari raya Idulfitri, sedangkan kupat berarti ketupat. Keseluruhan makna kata Badha Kupat adalah lebaran atau hari raya yang menjadikan ketupat sebagai makanan sajian khasnya.

Yang unik adalah waktu diadakannya lebaran ketupat di Kudus tidak seperti di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Jika lebaran ketupat di daerah atau kota lain berbarengan dengan hari raya Idulfitri, di Kudus tidak.

Lebaran ketupat di Kudus mengambil waktu tujuh hari atau seminggu setelah hari raya Idulfitri pertama (H+7 lebaran).

Pukul Manyapu

Pukul Manyapu atau Baku Pukul Manyapu merupakan tradisi unik pertunjukan saling pukul menggunakan sapu ijuk yang diadakan untuk merayakan Idulfitri. Tradisi ini digelar oleh masyarakat Desa Mamala dan Desa Morela, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, setiap 7 Syawal dalam penanggalan Hijriyah.

Tradisi Pukul Manyapu sudah ada sejak abad ke-17. Seorang tokoh agama Islam Maluku bernama Imam Tuni menciptakan atraksi ini sebagai perayaan keberhasilan pembangunan masjid di negeri Mamala.

Asal muasal tradisi ini juga dikaitkan dengan sejarah perjuangan Kapitan Telukabessy beserta pasukannya pada Perang Kapahaha melawan VOC Belanda pada 1636 hingga 1646.

Kapahaha merupakan benteng alami berupa bukit batu terjal yang terdapat di hutan Negeri Morela. Kapahaha menjadi benteng terakhir yang jatuh ke tangan Belanda di Pulau Ambon. Perang berakhir ketika Belanda berhasil mengalahkan pasukan Kapitan Telukabessy dan menguasai benteng.

Asal muasal tradisi ini juga dikaitkan dengan sejarah perjuangan Kapitan Telukabessy beserta pasukannya pada Perang Kapahaha melawan VOC Belanda pada 1636 hingga 1646.

Kapahaha merupakan benteng alami berupa bukit batu terjal yang terdapat di hutan Negeri Morela. Kapahaha menjadi benteng terakhir yang jatuh ke tangan Belanda di Pulau Ambon. Perang berakhir ketika Belanda berhasil mengalahkan pasukan Kapitan Telukabessy dan menguasai benteng.

Pejuang yang tertangkap dalam penyerbuan itu dijadikan tawanan di Teluk Sawatelu. Kapitan Telukabessy berhasil lolos, tapi ia diberi pilihan menyerahkan diri atau para tawanan dibunuh. Pada 19 Agustus 1946, Telukabessy menyerahkan diri. Ia dihukum gantung di Benteng Victoria Ambon pada 13 September 1946.

Sepeninggal Telukabessy, tawanan Kapahaha dibebaskan Belanda pada 27 Oktober 1646 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Beberapa tokoh ditahan di Makassar dan Batavia. Sisanya, pulang ke daerah asal.

Pada perpisahan inilah, terjadi pukul sapu secara spontan sebagai ungkapan rasa sedih. Perih di badan karena lecutan sapu menjadi perlambang kerasnya perjuangan yang disertai dengan pengorbanan jiwa raga.

Kerasnya genggaman serta kuatnya pukulan menjadi perlambang tekad kuat untuk tetap menolak semua bentuk penjajahan dan kerja sama dengan Belanda. Seusai melakukan pukul sapu, mereka saling berpelukan sambil berikrar untuk saling mengingat dan bertemu kembali setiap 7 Syawal.

Tumbilotohe

Tumbilotohe merupakan tradisi unik sambut Lebaran masyarakat di Gorontalo. Istilah tumbilotohe berasal dari bahasa Gorontalo tumbilo yang berarti memasang dan tohe berarti lampu.

Perayaan yang sudah menjadi tradisi sejak abad ke-15 ini diselenggarakan pada tiga malam terakhir sebelum Hari Raya Idulfitri. Awalnya, lampu-lampu itu dinyalakan sebagai  penerang jalan bagi warga setempat yang ingin membayar zakat fitrah ke masjid saat malam hari.

Menyalakan lampu pada perayaan Tumbilotohe juga merupakan simbol bahwa setiap manusia menyambut Idulfitri dengan jiwa dan hati yang bersih, serta terang benderang.

Perayaan yang berlangsung turun-temurun ini menjadi hiburan tersendiri bagi penduduk Gorontalo, terutama anak-anak. Saat memasang lampu, anak anak akan melantunkan pantun yang berbunyi, “Tumbilo tohe, pateya tohe, ta mohile jakati bubohe lo popatii.

Lampu yang digunakan kebanyakan berupa lampu minyak tanah di dalam botol bekas, sampai kreasi ramah lingkungan yang menggunakan kerang bekas. Umumnya, pemasangan lampu ini dilakukan sejak magrib sampai menjelang subuh.

Saat tradisi ini berlangsung, seluruh Kota Gorontalo menjadi terang benderang. Lapangan, alun-alun kota, hingga kawasan masjid selalu menjadi pusat keramaian penduduk Gorontalo.

Tellasan Topak

Tellasan topak atau lebaran ketupat merupakan puncak perayaan Idulfitri masyarakat Madura. Tellasan topak biasanya dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idulfitri. Momen ini dirayakan dengan berbagai macam kegiatan, seperti mengunjungi objek wisata, saling mengantar ketupat kepada sanak saudara dan tetangga, naik perahu, dan lain-lain.

Setiap daerah di Pulau Madura memiliki cara tersendiri dalam merayakan Tellasan Topak. Di Bangkalan, misalnya, warga saling antar ketupat dan lepet kepada tetangganya. Usai berlebaran, masyarakat berekreasi.

Sementara itu, di Kamal, masyarakat setempat menggelar tradisi naik perahu mengitari perairan Kamal. Tradisi ini disebut dengan lomban. Biasanya, pemilik menghiasi perahunya dengan umbul-umbul warna-warni. Di antara tiang perahu digantungi berbagai makanan khas Tellasan Topak.

Binarundak

Binarundak karena kegiatan yang dilakukan adalah membakar binarundak atau lemang. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahun pada hari ketiga setelah lebaran oleh warga di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Sebenarnya, tradisi ini baru dilakukan secara rutin beberapa tahun belakangan. Namun, kebiasaan ini terus digalakkan hingga menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap tahun. Saat ini, tradisi ini sudah menjadi ikon dengan didirikannya sebuah Tugu Binarundak setinggi 18 meter. Tugu tersebut telah diresmikan oleh Walikota Kotamobagu pada 2 Agustus 2014.

Tradisi Binarundak dimulai pada pagi hari. Para wanita akan terlihat mulai sibuk meracik bumbu dan beras ketan yang akan dibakar dalam bambu.

Sementara para pria menyiapkan tempat pembakaran binarundak, termasuk apa saja yang dibutuhkan untuk membakar nanti. Sebelum bambu diisi dengan beras ketan, bagian dalam bambu akan dilapisi oleh daun pisang terlebih dahulu.

Rasa binarundak ini sangat gurih karena terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan santan dan rempah-rempah. Proses pembakarannya membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Selama proses pembakaran, bambu harus sering diputar agar pembakaran dapat merata ke seluruh sisi bambu.

Tradisi ini terus dipertahankan karena mampu membangkitkan suasana keakraban antarwarga saat melakukan kegiatan pembakaran binarundak. Banyak warga yang merantau ke daerah lain pulang saat lebaran. Dengan adanya tradisi ini, semua warga yang merantau akan dapat saling berbaur bersama dan saling bersilaturahmi.

Bakar Ilo Sanggari

Dalam menyambut hari raya Idulfitri, masyarakat NTB menggelar ritual Bakar Ilo Sanggari. Ilo Sanggari merupakan lentera yang terbuat dari sebilah bambu yang dililit dengan minyak biji jarak pagar.

Lentera tersebut dinyalakan dan dipasang di sekeliling rumah sehingga rumah bercahaya dengan nyala api. Masyarakat NTB percaya bahwa dengan menyalakan lentera, malaikat dan roh leluhur akan datang dan memberikan berkah di hari Lebaran.

Ngejot

Istilah ngejot dalam bahasa Bali berarti memberi. Ngejot merupakan tradisi memberikan makanan menjelang hari raya kepada tetangga yang berbeda agama. Penganut agama yang akan merayakan hari rayanya akan mengantar aneka rupa makanan khas Bali, baik berupa camilan ataupun makanan berat, yang disebut dengan jotan.

Saat hari raya Lebaran, orang-orang Islam di beberapa daerah Buleleng melakukan tradisi ngejot kepada tetangganya yang beragama Hindu. Begitu pula masyarakat Hindu di Buleleng, saat hari raya Galungan, Kuningan, atau hari raya lainnya, mereka juga ngejot, yaitu memberikan makanan, buah-buahan atau jajanan kepada masyarakat muslim tetangganya.

Ngejot tidak hanya berfungsi untuk membagi makanan, tetapi juga untuk membagi kebahagiaan. Saat mengantarkan ngejot, orang akan memberikan selamat pada yang
merayakan hari raya. Dalam hal ini, ngejot merupakan tradisi lokal dalam merayakan keberagaman di Bali. Perbedaan tidak dianggap sebagai batasan, tetapi sebagai sarana untuk saling mengisi.

---

Sumber: https://1001indonesia.net/tradisi-unik-sambut-lebaran-yang-hanya-ada-di-indonesia

17.06.2019

Akan ada sesuatu yang berbeda di Ronde 6 MotoGP di sirkuit Mugello, Italia akhir pekan ini. Bukan sekedar ajang bergengsi pembalap Italia, seperti Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci, Franco Morbidelli, Franco Bagnaia dan Andrea Iannone. Namun juga diikuti oleh beberapa pembalap Indonesia.

Mereka adalah Dimas Ekky Pratama (Moto2), Gerry Salim (Moto3), dan Mario Suryo Aji yang di MotoGP Italia. Mario sendiri akan tampil di supporting race Red Bull Rookies Cup.

Mario Suryo Aji akan ikut berkompetisi di ronde ke-2 Red Bull Rookies Cup Italia, dengan motor KTM RC250. Dimas Ekky Pratama akan menggunakan motor Moto2 Kalex Triumph 765 cc dan Gerry Salim akan mengandalkan motor Honda NSF250R.

Di Sirkuit Italia tersebut, Mario akan lebih dulu bertanding. Ia hanya menjalani satu race Red Bull Rookie Cup Italia pada hari Sabtu, 1 Juni 2019 pukul 21.30 WIB.

Sedangkan dua kawannya, Gerry Salim dan Dimas Ekky Pratama, akan bertanding di keesokan harinya, Minggu (2/5/2019) pukul 16:00 WIB (Moto3) dan 17:20 WIB (Moto2).

---

Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/05/29/tiga-anak-bangsa-akan-ramaikan-motogp-italia

29.05.2019

Perusahaan kereta api milik negara PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan generasi baru kereta sleeper dengan nama Luxury 2. Sesuai namanya, kereta ini memang memiliki fasilitas mewah dibandingkan kelas eksekutif.

Kereta mewah pertama produksi PT INKA itu pertama kali diperkenalkan pada pertengahan 2018. Saat ini, kereta sleeper Luxury 1 dirangkaikan dengan kereta Argo Bromo Anggrek Luxury relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi.

Kemudian, pada momentum yang bersamaan, yakni jelang musim angkut Lebaran, KAI kembali mengeluarkan Luxury 2 yang resmi beroperasi Minggu (26/5/2019).

PT Kereta Api Indonesia meluncurkan generasi baru kereta sleeper dengan nama Luxury 2. Sesuai namanya, kereta ini memang memiliki fasilitas mewah dibandingkan kelas eksekutif.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dibanderol Rp 750.000, Ini Fasilitas Mewah Kereta Sleeper Luxury 2", https://money.kompas.com/read/2019/05/27/092319626/dibanderol-rp-750000-ini-fasilitas-mewah-kereta-sleeper-luxury-2.
Penulis : Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Editor : Erlangga Djumena
PT Kereta Api Indonesia meluncurkan generasi baru kereta sleeper dengan nama Luxury 2. Sesuai namanya, kereta ini memang memiliki fasilitas mewah dibandingkan kelas eksekutif.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dibanderol Rp 750.000, Ini Fasilitas Mewah Kereta Sleeper Luxury 2", https://money.kompas.com/read/2019/05/27/092319626/dibanderol-rp-750000-ini-fasilitas-mewah-kereta-sleeper-luxury-2.
Penulis : Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Editor : Erlangga Djumena

Kali ini, kereta sleeper dirangkaikan ke empat kereta, yaitu kereta Argo Lawu relasi Gambir-Solo Balapan, kereta Argo Dwipangga relasi Gambir-Solo Balapan, kereta Taksaka relasi Gambir-Yogyakarta, dan kereta Gajayana relasi Gambir-Malang.

Dalam Luxury 2, setiap kursi memiliki kapasitas berbaring 140 derajat. Ini juga dilengkapi dengan soket daya dan port USB, yang memungkinkan penumpang untuk mengisi daya perangkat elektronik mereka selama perjalanan delapan jam.

Selama masa promosi, PT KAI menawarkan harga khusus Rp 750.000 untuk tiket sekali jalan hingga 26 Juni.

“Harga termasuk makanan, makanan ringan dan minuman gratis,” kata Presiden Direktur PT KAI Edi Sukmoro.

---

Sumber: https://www.thejakartapost.com/travel/2019/05/27/new-luxury-sleeper-trains-include-free-flow-snacks-entertainment-units.html

28.05.2019

Sabtu, 25 Mei 2019 lalu, Sheikh Hasina selaku Perdana Menteri Bangladesh meresmikan Kereta Api baru Panchagarh Express. Kereta buatan PT INKA Indonesia ini melayani jalur kereta api terpanjang Bangladesh. Kereta buatan PT INKA Indonesia ini menghubungkan ibu kota Dhaka dengan kota Panchagarh di ujung barat laut negara tersebut.

“Kereta api buatan PT INKA Indonesia telah membantu Bangladesh dalam meningkatkan konektivitas antarkota di Bangladesh,” kata Rina Soemarno, selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Bangladesh.

Sebelumnya, pada 25 April 2019 telah dilaksanakan peluncuran kereta api Bonolota Express yang melayani jalur Rajshahi-Dhaka nonstop.

Gerbong-gerbong kereta api buatan PT INKA merupakan bagian dari 250 gerbong KA penumpang yang dipesan Bangladesh dan selesai pada tahun 2019 ini.

“Bangladesh membutuhkan lebih banyak kereta penumpang modern untuk meningkatkan konektivitas antarkota dan provinsi di seluruh negeri. Pada saat yang sama, jaringan kereta api di Bangladesh akan semakin diperluas dan dimodernisasi untuk menunjang program pengentasan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup rakyat,” ujar PM Sheikh Hasina yang dikutip dari SindoNews.

Dubes Rina Soemarno juga menekankan bahwa Indonesia siap untuk terus mendukung pengembangan dan modernisasi sistem perkeretaapian Bangladesh.

---

Sumber : SindoNEWS

27.05.2019

Sudah nonton film John Wick? Film yang menampilkan aksi laga-laga yang terus memukau penontonnya.

Kali ini film laga John Wick 3 yaitu film laga dengan bintang utama Keanu Reeves, mengangkat dua pesilat Indonesia, Cecep Arif Rahman dan Yayan Ruhian. Keanu Reeves menyebut kedua sosok tersebut, "luar biasa."

Dalam film laga ini, karakter John Wick berhadapan "dua lawan satu" melawan Cecep dan Yayan yang menggunakan sejumlah jurus silat.

Melalui trailer film yang telah diputar perdana di New York tanggal 9 Mei lalu, dua bintang silat Indonesia ini menggunakan senjata tradisional karambit, tak seperti lawan lainnya yang lebih banyak menggunakan senjata api.

Dalam pembuatan film ini, Cecep mengatakan sutradara Chad Stahelski "ingin menunjukkan (bela diri) khas Indonesia" dan mempersilakan mengubah gerakan-gerakan sesuai dengan jurus-jurus silat.

Film ini merupakan lanjutan dari John Wick 2, yang pada pengujung film menceritakan dimulainya perburuan para pembunuh bayaran dunia terhadap karakter John Wick dengan bayaran USD 14 juta.

Tidak hanya itu, Yayan dan Cecep bahkan tidak melalui proses casting karena pihak produser sudah melihat aksi-aksi mereka melalui film-film yang mereka bintangi seperti The Raid 1 dan 2.

Selain itu; juga ada beberapa percakapan menggunakan bahasa Indonesia. Tentu ini sangat membanggakan Indonesia dan semakin membuat orang semua tahu akan budaya dan kesenian Indonesia

---

Sumber: BBC, Tribunnews, Detikhot.com

21.05.2019

Hallo sobat wisata... lagi pada liburan kemana? Atau ada yg masih bingung mau liburan kemana? Dari pada bingung, yuk coba Kita Explore Pangandaran. Banyak destinasi-destinasi seru loh yang patut untuk kalian kunjungi! Kuy berangkat!

20.05.2019

Pelari muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri dipastikan lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo setelah sukses melewati limit Olimpiade 2020 yaitu 10,05 detik dalam nomor 100 meter. Zohri mencatatkan waktu 10.03 detik dalam nomor 100 meter di ajang Seiko Golden Grand Prix 2019 di Osaka, Minggu (19/5).

Catatan 10,03 detik yang dibuat Zohri membuat dia berhasil memecahkan rekor nasional atas nama dirinya yaitu 10,13 detik. Tidak hanya di level nasional, catatan waktu Zohri juga mampu menjadi yang terbaik di level Asia Tenggara.

Pada babak final Seiko Golden Grand Prix 2019 Zohri berhasil finis di peringkat ketiga di belakang Justin Gatlin (Amerika Serikat) dan Yoshinide Kiryu (Jepang). Gatlin merupakan salah satu pelari veteran asal Amerika Serikat yang berhasil meraih medali emas pada Olimpiade 2004 dan perak pada Olimpiade 2016.

"Lalu Zohri fix lolos ke Tokyo karena catatan catatan waktunya di Osaka masuk limit. Limit Olimpiade 10,05 detik. Kejuaraan di Osaka masuk kualifikasi Olimpiade," ujar Hendri Firzani, Humas PB PASI dikutip dari CNN Indonesia.

Sekretaris Jenderal PB PASi, Tigor Tanjung iktu mengapresiasi hasil kerja keras Zohri yang mampu membuahkan prestasi bagi Indonesia.

"Semoga seiring dengan peningkatan prestasi atlet-atlet kita dapat dapat berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi bergengsi supaya dapat juga mengumpulkan skor kualifikasi Olimpiade 2020," kata Tigor.

---

Sumber: https://bolalob.com/read/115453/lalu-muhammad-zohri-lolos-ke-olimpiade-2020

20.05.2019

Through the mountains and waterfalls, Medan's epic landscape is an admirable wonder that you should never miss. #WonderfulIndonesia

11.05.2019
Halaman 1 dari 5

loading...

  • Agaknya orang Indonesia paling gampang sekali melibatkan Tuhan untuk hal-hal yang mestinya bisa diselesaikan oleh Pak RT

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com