Anda berada disini:Beranda/Page/intronesia - maarifmz

maarifmz

dapat memberi manfaat untuk sesama adalah kesempatan dan kepuasan yang tak ternilai

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Pandemi ini membangun Distansi
Menuntut Isolasi Diantara Kita
Bahkan Membatasi Interaksi
Nalar dan Rasa Berkecamuk
Lebur Dalam Asa yang Dipeluk
.
Sejatinya Manusia Terbatas
Dalam Ancam yang Melintas
Alam Meminta Ruang yang kosong
Mengeruk Kerak untuk Ditata
Karena Sibuknya Manusia Bertarung Disetiap Peluang
.
Saatnya Jeda… Menelisik Diri
Waktunya Berhenti..
Menjahit Luka, Merangkul Duka, Memeluk Kerapuhan
Membagun Harapan dan Berdoa Kepada-NYA
Memohon Ampun dan Lindungan-NYA
.
Manusia Tak Kalah Karena Wabah
Dari Sudut Sepi Saling Menjaga
Mari Menyalakan Cahaya Mengatasi Gelap
Sebab Hidup Dibarui Dalam Duka
Diperkaya Dalam Suka, Direkat Dalam Cinta
---
Karya: Alma Costa dan RR

03.04.2020

Istilah 'bajingan' yang sekarang berkonotasi negatif, dulunya adalah nama sebuah profesi. 'Bajingan' dulunya adalah sebutan untuk para sopir gerobak sapi.

Alkisah dulu kala sekitar tahun 1940-an, di daerah Banyumas opsi transportasi yang tersedia sangat terbatas, bahkan langka. Warga yang hendak bepergian ke kota untuk berdagang atau sekadar mampir, sangat bergantung pada gerobak sapi (cikar) sebagai transportasi andalan, selain jalan kaki tentu saja.

Gerobak sapi itu dikemudikan oleh sopir yang disebut 'bajingan'. Tidak diketahui secara pasti dari mana asal kata 'bajingan' untuk menyebut profesi ini.

Karena jadwal kedatangan gerobak sapi ini tidak tentu. Kadang bisa datang pagi, untung-untung kalau siang masih ada, tetapi tidak menutup kemungkinan datangnya baru di sore, malam, bahkan tengah malam.

Alhasil, para bajingan tersebut menjadi bahan pergunjingan para calon penumpang. Mereka kerap mengeluhkan lamanya waktu kedatangan bajingan-bajingan yang sudah sangat dinanti.

Contoh "Bajingan tekane suwe tenan" (Bajingan sampainya lama betul), atau "Bajingan endi sih kok ra teko-teko" (Bajingan mana sih kok nggak datang-datang).

Saking seringnya keluhan dilontarkan, kata 'bajingan' dari yang awalnya adalah nama profesi beralih jadi kata umpatan kalau ada orang yang datangnya lama.

Misal: "Kowe ki suwe tenan tekone koyo bajingan" (Kamu itu datangnya lama sekali seperti bajingan).

Setelah itu, lama kelamaan kata 'bajingan' mulai beralih fungsi. Bukan hanya untuk kata umpatan khusus waktu, tapi untuk segala macam kekesalan, bahkan bisa juga buat ungkapan rasa syukur.

Pernah dengan orang ngomong "Bajingan iki enak tenan" (Bajingan ini enak banget) mirip seperti kata 'cok' di Jawa Timur yang serba guna.

Tapi, untuk urusan popularitas, kata 'bajingan' lebih unggul dari 'cok'. 'Bajingan' sudah jadi kata umpatan yang diketahui seluruh Indonesia, sudah masuk KBBI, dan masuk lirik lagunya Wali.

---

Sumber: kompasiana.com/tribudhis/552e4f686ea83480438b456f/asalusul-kata-bajingan

04.03.2020

Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden Ainul Yaqin dan Joko Samudro. Ia lahir di Blambangan tahun 1442, dan dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.

Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq, seorang mubaligh Islam dari Pasai, dengan Dewi Sekardadu, putri Prabu Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit.

Namun kelahirannya dianggap telah membawa kutukan berupa wabah penyakit di wilayah tersebut. Maka ia dipaksa ayahandanya (Prabu Menak Sembuyu) untuk membuang anak yang baru dilahirkannya itu. Lalu, Dewi Sekardadu memasukkan bayi tersebut ke dalam peti kemudian di hanyutkan di lautan.

Kemudian, bayi tersebut ditemukan oleh sekelompok awak kapal (pelaut) - yakni sabar dan sobir - dan dibawa ke Gresik. Di Gresik, dia diadopsi oleh seorang saudagar perempuan pemilik kapal, Nyai Gede Pinatih. Karena ditemukan di laut, dia menamakan bayi tersebut Joko Samudro.

Ketika sudah cukup dewasa, Joko Samudro dibawa ibu angkatnya ke Ampeldenta untuk belajar agama kepada Sunan Ampel. Tak berapa lama setelah mengajarnya, Sunan Ampel mengetahui identitas sebenarnya dari murid kesayangannya itu. Kemudian, Sunan Ampel mengirimkan sunan Giri beserta Makdhum Ibrahim (Sunan Bonang), untuk mendalami ajaran Islam di Pasai. Mereka diterima oleh Maulana Ishaq yang tak lain adalah ayah Joko Samudro. Di sinilah, Joko Samudro yang ternyata bernama Raden Paku mengetahui asal-muasal dan alasan mengapa dia dulu dibuang.

Setelah tiga tahun berguru kepada ayahnya, Raden Paku atau lebih dikenal dengan Raden Ainul Yaqin kembali ke Giri kemudian mendirikan sebuah pesantren giri di sebuah perbukitan di desa Sidomukti, Kebomas. Dalam bahasa Jawa, giri berarti gunung. Sejak itulah, ia dikenal masyarakat dengan sebutan Sunan Giri.

Cara Dakwah yang di lakukan oleh Sunan Giri adalah dengan menciptakan unsur lagu dan permainan dengan memasukkan beberapa unsur-unsur agamis, hal ini beliau lakukan untuk mendekatkan ajaran agama Islam khususnya untuk anak-anak.

Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa, bahkan pengaruhnya sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pengaruh Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan kecil yang disebut Giri Kedaton, yang menguasai Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi.

Sunan Giri dikenal sebagai ahli politik dan ketatanegaraan. Beliau pernah menyusun peraturan ketata pajakan dan undang – undang kerajaan Demak. Berbagai pandangan atau petuah nya di jadikan rujukan.

Terdapat beberapa karya seni tradisional Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri, diantaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan, dan Cublak Suweng; serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung.

---

Sumber: Wikipedia, thegorbalsla.com, moondoggiesmusic.com

16.11.2019

Gadis asal Cirebon, Claudia Emmanuela Santoso mengharumkan nama Indonesia di panggung The Voice of Germany 2019. Claudia mencuri perhatian banyak orang saat mengikuti blind audition dan menyanyikan lagu 'Never Enough' yang merupakan soundtrack film "The Greatest Showman.''

Di babak Final, perolehan voting Claudia Emmanuela Santoso jauh melampaui peserta lainnya. Claudia meraup vote sebanyak 46,39%, sementara yang lainnya hanya berkisar 17 hingga 9 persen.

Gadis berambut panjang itu membawakan lagu 'I Have Nothing' milik diva Whitney Houston. Suara tingginya membuat seisi studio terpukau.

Bahkan seusai penampilan, Alice yang menjadi mentor Claudia langsung berlari ke atas pentas memeluk gadis itu. Rasa bangga terpancar dari Alice. Tak hanya itu, penonton di studio juga tak henti meneriakkan nama Claudia Emmanuela Santoso.

"Claudia, aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Sebuah pertunjukan yang megah," ungkap pembawa acara The Voice of Germany, seperti dikutip Liputan6.com.

"Saya belajar banyak dari the Voice of Germany," ujar Claudia saat ditanya mengenai pengalamannya oleh media Jerman dw.com. "Khususnya saya ingin bisa menciptakan sesuatu, lagu atau single saya sendiri. Saya ingin mengadakan konser tunggal, tetapi saya juga ingin melanjutkan kuliah." Claudia kini menempuh perkuliahan di bidang Musik di Munich.

Kemenangan Claudia disambut oleh warganet. Nama Caludia Emmanuela Santoso langsung menduduki trending topic pertama Twitter di Indonesia. Tidak hanya warganet asal Indonesia, warganet Jerman juga mengucapkan selamat atas kemenangan gadis itu.

"Herzlichen Glückwunsch liebe Claudia," ungkap akun @jelly_082017.

"Proud you Claudia!!! the winner of the voice of Germany 2019!" tulis akun Eddy H. S.

"Herzlichen Glückwunsch, Claudia, Champion von TVOG 2019. Wir sind stolz auf dich," ujar akun Jagat Djati.

Nama Claudia memang sempat viral saat video blind audition-nya memukau semua orang. Bahkan, video tersebut di Youtube telah ditonton hingga 22 juta kali.

---

Claudia Emmanuela Santoso ist Voice of Germany 2019! | Winner Moment | Finals

-

 

Whitney Houston - I Have Nothing (Claudia Emmanuela Santoso) | The Voice of Germany 2019 | Finals

-

 

Claudia Emmanuela Santoso feat. Alice Merton - Goodbye | The Voice of Germany 2019 | Finals

-

 

Beyoncé - Listen (Claudia Emmanuela Santoso) | The Voice of Germany 2019 | Semi-Finals

-

 

Snow Patrol - Run (Claudia Emmanuela Santoso) | The Voice of Germany 2019 | Sing-Offs

-

 

A Great Big World - Say Something (Claudia Emmanuela Santoso vs Emma & Felix) | Voice of Germany | Battles

-

 

The Greatest Showman Cast - Never Enough (Claudia Emmanuela Santoso)| Voice of Germany 2019 | Blinds

 

---

Sumber: Dari berbagai sumber

12.11.2019

Anak bangsa kelahiran Blitar, Jawa Timur, 18 Januari 1923 menjadi salah satu sosok penting penerbangan dunia.

Wiweko Soepono – Bapak "Two-Men Cockpit"

11.11.2019

Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya di Kab Timor Tengah Selatan (TTS) yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste menyimpan keindahan alam yang luar biasa, diantaranya Air Terjun Oehala dan Pantai Oetune.

Air Terjun Oehala sendiri memiliki daya tarik keindahan dengan 7 tingkatan. Selain itu debit air yang tidak terlalu deras sehingga wisatawan nyaman untuk sekadar bermain air atau bahkan berswafoto.

Sementara itu Pantai Oetune tidak kalah indah dari pantai di Indonesia. Pantai berpasir putih ini memiliki keindahan layaknya gurun pasir yang ada di Timur Tengah.

05.11.2019

Refugia adalah pertanaman beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid.

Refugia berfungsi sebagai mikrohabitat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam usaha konservasi musuh alami.

---

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=SJdvZiExERE

29.10.2019

Indonesia akhirnya terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Keputusan ini diambil lewat FIFA Council Meeting yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, Kamis (24/10/2019). Acara ini juga dihadiri oleh Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria.

Pengumuman disampaikan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam jumpa pers yang digelar usai pertemuan. "Untuk FIFA World Cup U-20 pada 2021 akan digelar di Indonesia," kata Infantino. "Selamat, selamat untuk Indonesia," Infantino menambahkan. 

Sebelumnya, akun Twitter resmi PSSI juga telah menyampaikan keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. "Alhamdulillah. Astungkara. Puji Tuhan. Indonesia resmi terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021!! tulis PSSI di Twitter.

Seperti diketahui, Indonesia sebelumnya mencalonkan diri sebagai tuan rumah gelaran Piala Dunia U-20 tahun 2021. Indonesia bersaing dua negara lainnya, yakni Brasil dan Peru.

Peru akhirnya mendapat kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17. Dan Infantino juga menyampaikan Tiongkok sebagai tuan rumah Piala Dunia Antarklub 2021.

Ini merupakan kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia meski hanya level usia muda. Event terbesar sebelumnya adalah Piala Asia 2007 di mana Indonesia menjadi tuan rumah bersama negara Asia Tenggara lainnya, Vietnam, Malaysia, dan Thailand.

10 Stadion

PSSI sudah mengajukan sepuluh stadion dari beberapa kota untuk menggelar pertandingan turnamen Piala Dunia U-20, yang menelurkan bakat seperti Lionel Messi, Andres Iniesta, Antoine Griezmann, Mohamed Salah, dan masih banyak superstar dunia lainnya.

Kesepuluhyang diajukan PSSI itu yakni Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Wibawa Mukti (Cikarang), Pakan Sari (Bogor), Patriot (Bekasi), Mandala Krida (Yogyakarta) Manahan (Solo), Jakabaring (Palembang), Si Jalak Harupat (Bandung), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan I Wayan Dipta (Bali).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Ratu Tisha Destria sekarang berada di Shanghai, Tiongkok, untuk menghadiri FIFA Council yang salah satu agendanya memutuskan siapa yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021.

FIFA juga telah melakukan peninjauan awal untuk beberapa kota dan memberikan masukan konstruktif agar kesepuluh venue siap menggelar pertandingan sekelas Piala Dunia. Ratu Tisha dan PSSI juga sudah melakukan kunjungan ke beberapa kepala daerah untuk menyampaikan input dari FIFA terkait kesiapan kota menjadi tuan rumah.

---

Sumber: https://www.liputan6.com/bola/read/4094101/tuan-rumah-piala-dunia-u-20-2021-presiden-fifa-selamat-untuk-indonesia

25.10.2019
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan dukunga pelibatan publik dan kerjasama antar sekolah, keluarga, dan masyarakat.
25.06.2019

Program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2019 terus bergulir di seluruh Indonesia termasuk di Provinsi Gorontalo. Program ini bertujuan untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur di desa yang pengerjaannya dilakukan oleh petani atau penduduk setempat dengan diberikan upah sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara dua musim tanam dan panen.

Salah satu lokasi PKT di Gorontalo yakni di Desa Hutabohu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. PKT berupa pekerjaan pembangunan saluran irigasi tersier sepanjang 365 meter melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Pembangunannya dilakukan oleh para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Lamuta II sekitar 40 orang dengan diberikan upah untuk tukang Rp 115 ribu/hari dan pekerja Rp 80 ribu/hari yang dibayar mingguan selama 100 hari.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, disamping membangun infrastruktur berskala besar, seperti bendungan dan bendung, Kementerian PUPR juga membangun infrastruktur kerakyatan seperti jaringan irigasi kecil sehingga air dapat mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani.

25.06.2019

Mengapa harus ada Kartu Indonesia Pintar (KIP)

KIP diberikan sebagai penanda/identitas penerima bantuan pendidikan PIP.

Kartu ini memberi jaminan dan kepastian anak-anak usia sekolah terdaftar sebagai penerima bantuan pendidikan.

Setiap anak penerima bantuan pendidikan PIP hanya berhak mendapatkan 1 (satu) KIP.

17.06.2019

Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul punya referensi yang bagus dan layak untuk dipertimbangkan, keindahan alam dari sang maha pencipta membentang luas di wilayah kabupaten Gunungkidul DIY, pantai berpasir putih nan menawan, goa dibawah tanah yang megah dan exotic, dan bentang karst didasar laut yang terangkat jutaan tahun lalu yang tidak habis untuk dijelajahi. Keindahan ini akan memukau mata dan rasa kita.

Gunungkidul miracle of java.

17.06.2019

Selama 12 tahun terakhir, kontingen TNI Angkatan Darat tak pernah absen menjuarai lomba tembak bergengsi di berbagai kompetisi menembak seperti AASAM di Australia atau di ASEAN. Penembak-penembak Indonesia menggunakan senjata seperti senapan serbu SS2 V4 dan pistol G2 Elite.

Tahukah Anda, aneka senjata andalan itu adalah buatan dalam negeri Indonesia? Ya, senapan runduk, senapan mesin, pistol, sampai senjata berat mortir sudah lama diproduksi sendiri oleh PT Pindad, salah satu BUMN Industri Strategis Indonesia.

Bukan hanya senjata dan amunisi, Pindad juga membuat aneka kendaraan khusus seperti panser dan tank. Produk ini telah digunakan TNI untuk menjaga kedaulatan dan keamanan penjuru Nusantara, bahkan di beberapa misi perdamaian PBB di Lebanon, Sudan, Kongo hingga Afrika Tengah.

30.05.2019

Penerapan sistem zonasi yang kini sedang dimatangkan dan dijalankan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merupakan kebijakan untuk mempercepat pelaksanaan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Tanah Air.

Zonasi tidak hanya diterapkan pada PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), zonasi juga digunakan untuk pendistribusian guru dan peningkatan proses pembelajaran agar mutu meningkat.

29.05.2019

Dwelling ancient marvels from the historical era of Java, Borobudur is a wonder of the world that will never ceases to amaze you. #WonderfulIndonesia

27.05.2019

Kampung Adat Naga dikenal sebagai dataran tinggi yang subur. Terletak di ketinggian 1200 mdpl, di pinggiran Sungai Ciwulan, 25 kilometer dari Kota Garut atau 30 kilometer dari Kota Tasikmalaya. Masyarakat di daerah tersebut menjadi salah satu kampung adat yang masih memegang tradisi nenek moyang mereka. Salah satunya adalah tradisi panen padi.

24.05.2019

Saat seperti sekarang ini merupakan saat dimana media sosial menjadi raja platform komunikasi dengan teknologi yang sangat memudahkan jalannya komunikasi, ditambah dengan fitur sharing dengan tombol khusus memudahkan sebuah berita dapat tersebar dengan cepat.

Namun, penggunaannya perlu diberi pengawasan yang ketat jika tidak ingin menimbulkan berita palsu atau yang sering disebut dengan hoax. Tidak hanya berita hoax yang dapat menyebar luas dengan cepat, konten-konten berisi SARA pun dapat menyebar luas dengan cepat.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyatakan penggunaan Drone Emprit merupakan salah satu langkah untuk merawat Indonesia dari angkasa melalui sebaran yang dibagikan oleh Ismail Fahmi, Founder PT. Media Kernels Indonesia di akun Facebook miliknya.

Drone Emprit merupakan sebuah sistem yang berfungsi untuk memonitor serta menganalisa media sosial dan platform online yang berbasis teknologi big data. Drone Emprit sendiri menggunakan keahlian Artificial Intelligence dan Natural Learning Process (NLP).

Drone Emprit mampu menyajikan peta Social Network Analysis tentang bagaimana sebuah hoax berasal, menyebar, siapa influencers pertama, dan siapa groupnya.

Canggih sekali ya? Siapa sangka Drone Emprit dikembangkan mulai tahun 2009 di Amsterdam, Belanda oleh anak bangsa melalui Media Kernels Netherlands B.V.

---

Sumber: https://m.facebook.com/ismailfahmibdg

23.05.2019

Dua pekan sudah kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta beroperasi. Sejak itu pula masyarakat yang tinggal dan datang ke ibu kota bisa menikmati sarana transportasi yang baru sama sekali.

Ribuan orang setiap hari masih datang ke stasiun-stasiun di sepanjang Jl. Sudirman hingga Lebak Bulus, sekadar untuk mencoba naik MRT ini. Bagi mereka, naik MRT adalah sebuah pengalaman baru.

Berangkat dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, kereta ini melalui jalur bawah tanah, melewati stasiun-stasiun lalu muncul di permukaan tanah di Stasiun Senayan dan kemudian melalui jalur layang sampai ke Lebak Bulus. Perjalanan sejauh 16 kilometer itu ditempuh kurang lebih 30 menit.

Inilah cerita mereka yang sudah mencoba naik MRT.

23.05.2019

"Kejujuran merupakan kesederhanaan yang paling berharga"

#BeraniJujurHebat

21.05.2019

Para penutur Austronesia mulai menyebar dari Taiwan ke berbagai belahan dunia sekitar 6.000 tahun lalu dan berpuncak pada sekitar 500 M, membuat mereka mendiami lebih dari setengah wilayah bumi termasuk wilayah Indonesia. Penutur bahasa ini telah mewariskan berbagai budaya yang memiliki ciri yang sama di berbagai daerah.

Persebaran Austronesia

Austronesia merupakan rumpun bahasa terbesar di dunia dengan tingkat sebaran terluas. Rumpun ini memiliki jumlah bahasa terbanyak di antara belasan rumpun bahasa lainnya, mencakup sekitar 1.200 bahasa.

Rumpun bahasa ini dipakai oleh penutur Austronesia yang muncul di Taiwan pada 7000 sampai 6000 tahun yang lalu. Sekitar 5000 tahun lalu, mereka bermigrasi ke berbagai penjuru dan membawa budaya khas neolitik yang bercirikan hidup menetap dengan bercocok tanam dan berternak, serta kemampuan melaut.

Penutur Austronesia tersebar di berbagai belahan dunia, mulai dari Madagaskar di ujung barat hingga kepulauan Paskah di ujung timur Pasifik. Di batas utara, mereka hadir di Taiwan, dan Selandia baru di batas selatan.

Populasi Austronesia di dunia diperkirakan mencapai 380 juta jiwa. Kemampuan jelajah dan adaptasi mereka dari satu kepulauan ke kepulauan lain dengan budaya yang mereka bawa menjadi kajian yang sangat menarik.

Upaya merajut kembali “benang merah” para penutur yang telah menyebar ke berbagai belahan dunia ini menjadi tema utama Simposium Internasional Diaspora Austronesia di Nusa Dua, Badung, Bali pada 18-23 Juli 2016. Simposium yang diadakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini dihadiri sekitar 200 akademisi dan peneliti dari 19 negara.

Akar Budaya Austronesia

Jejak peninggalan budaya Austronesia banyak ditemukan di Nusantara. Di Bali, tradisi Austronesia membaur dengan kearifan lokal dan memunculkan berbagai macam tradisi, antara lain sistem pengairan subak. Tradisi agraris sejenis juga muncul di daerah lain, seperti tradisi ulu-ulu di Karawang.

Warisan budaya yang ada di Bali, seperti budaya megalitik pada sumber-sumber mata air dan sistem penanggalan atau kalender tradisional berdasarkan ilmu astronomi, merupakan peninggalan dari masa pra-Hindu. Tradisi-tradisi ini usianya lebih tua daripada tradisi Hindu dan diduga kuat berakar pada budaya Austronesia.

Tradisi lain yang berakar pada peradaban Austronesia di antaranya ikat kepala (udeng) dan arsitektur rumah. Tradisi memakai ikat kepala ditemukan hampir di setiap suku di Indonesia. Perbedaannya hanya terletak dari bentuk ikat kepala yang tergantung dari kreativitas masing-masing daerah dalam mengembangkannya.

Akar budaya Austronesia ini juga kita temukan pada arsitektur asli Indonesia. Meski masing-masing suku mengembangkan arsitekturnya sendiri-sendiri, terdapat ciri umum yang menandainya. Ciri umum ini berasal dari akar budaya Austronesia, yaitu bentuk rumah panggung dengan fondasi tiang kayu, pemanjangan bubungan atap, teknik konstruksi dengan penggunaan bahan bangunan alami serta cara menyusun tiang dan balok yang khas, dan gagasan rumah sebagai perlambang tetap.

Penutur Austronesia Datang ke Indonesia

Penutur Austronesia hadir di Indonesia sekitar 4000 tahun yang lalu. Mereka bermigrasi dari Taiwan ke Indonesia melalui Filipina. Mereka masuk pertama kali ke daerah Sulawesi kemudian menyebar di hampir seluruh kawasan Nusantara. Sebagian menyebar ke wilayah melalui jalur barat, turun memalui Semenanjung Malaysia, lalu ke Sumatra, Jawa, dan seterusnya.

Indonesia yang berada di persimpangan dengan wilayah yang luas memegang peranan yang sentral dalam persebaran penutur Austronesia ini. Para pendatang itu kemudian membaur dengan penduduk asli yang lebih dulu sudah ada di kawasan Nusantara. Jejak pembauran antara penutur Austronesia dengan penutur Papua yang lebih dulu datang (sekitar 50.000 tahun) terlihat paling jelas di daerah Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

Sebagian besar masyarakat Indonesia adalah penutur Austronesia, sebaliknya lebih dari 60 persen penutur Austronesia adalah orang Indonesia. Secara garis besar terdapat dua rumpun bahasa yang ada di Indonesia, yaitu rumpun Austronesia dan Papua.

Kemampuan beradaptasi penutur Austronesia terhadap lingkungan-lingkungan baru diduga kuat mendorong terciptanya keragaman etnis di Indonesia sekarang. Adanya akar yang sama di balik keragaman ini menegaskan ciri Bhinneka Tunggal Ika yang dimiliki Indonesia.

---

Sumber:

  • Gunawan Tjahjono, Indonesian Heritage: Arsitektur, Jakarta: Buku Antar Bangsa, 2002.
  • Kompas edisi Rabu, 13, 19, dan 20 Juli 2016.
17.05.2019
Halaman 1 dari 6

loading...

  • Lebih baik diam dan kelihatan bodoh daripada banyak bicara dan bodohnya lebih kelihatan

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com