Anda berada disini:Beranda/Sulawesi/Gorontalo/Gorontalo, Wilayah Penting Keragaman Hayati Indonesia

Gorontalo, Wilayah Penting Keragaman Hayati Indonesia

30.05.2019
204
Maleo senkawor, burung endemik Sulawesi. Hanya ada di kawasan Wallacea namun populasinya terus terancam Maleo senkawor, burung endemik Sulawesi. Hanya ada di kawasan Wallacea namun populasinya terus terancam (Foto: Facebook Taman Nasional Bogani Nani Wartabone)

Lima butir telur nampak bergetar. Hanya beberapa detik, tiba-tiba pecah. Menetas, lalu di setiap telur itu keluar lima ekor burung yang masing-masing kepalanya terdapat mahkota. Sayap dan tubuh burung mungil itu memiliki kombinasi hitam dan kuning keemasan.

Malam itu, 30 Agustus 2017, di Gorontalo, sebuah tarian tentang burung maleo dipentaskan oleh lima gadis. Mereka mengenakan kostum menyerupai burung yang terancam punah itu, seraya menari dihadapan tamu dan undangan pada acara Merayakan Keragaman Burung di Indonesia.

Merayakan Keragaman Burung di Indonesia (MKBI) merupakan agenda tahunan yang diadakan Burung Indonesia. Tujuannya, memperkenalkan ke masyarakat luas tentang keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya jenis-jenis burung.

“Burung Indonesia bergiat untuk mencapai tujuan konservasi dengan didasari pembelajaran yang dibangun dari beragam pengalaman lapangan dan dinamika konservasi tingkat lokal, nasional, dan global,” ungkap Andriansyah, Communication and Knowledge Management Specialist, kepada Mongabay Indonesia.

Burung Indonesia menyebutkan, Gorontalo menjadi salah satu kawasan penting bagi keanekaragaman hayati Indonesia karena bagian dari kawasan biogeografi Wallacea yang merupakan kawasan perpaduan Asia dan Australia. Kawasan ini memungkinkan berkembangnya flora dan fauna khas yang tidak terdapat di tempat lain di dunia.

Provinsi Gorontalo juga masih memiliki hutan yang cukup luas, sekitar 826.000 hektare, dan lebih dari setengahnya merupakan kawasan hutan produksi. Hutan seluas 350.000 hektare ini membentang di Kabupaten Pahuwato dan Kabupaten Boalemo, dikenal sebagai blok hutan Popayato-Paguat. Selain hutan produksi, pada areal hutan ini terdapat pula dua kawasan konservasi dan delapan hutan lindung.

Luas kawasan yang terkoneksi ini sebesar 70 persen dari seluruh luasan kawasan konservasi dan hutan lindung di Gorontalo. Hutan alam Popayato-Paguat berpotensi menjadi “connecting landscape” bagi blok hutan dengan fungsi produksi, konservasi maupun lindung.

“Kekayaan tersebut merupakan kebanggaan kita yang diharapkan mendorong masyarakat untuk melakukan upaya-upaya pelestarian dan perlindungan,” ujar Amsurya Warman Amsa, Program Manager Gorontalo Burung Indonesia.

Klinik konservasi

Ada kilinik konservasi yang dibuka sejak sore hari di perayaan ini. Masyarakat atau pengunjung dapat bertanya mengenai konservasi alam maupun keanekaragaman hayati yang ada di Provinsi Gorontalo.

Ian Morse, seorang pengunjung dari Amerika Serikat yang saat ini menjadi pengajar di Madrasah Aliyah Negeri Batudaa, Kabupaten Gorontalo, ikut mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Gorontalo memiliki hutan yang bagus dan satwa-satwa unik. Saya bahkan tertarik suatu saat untuk melihat langsung hutan Nantu atau hutan di Kabupaten Pohuwato,” ungkapnya.

Dian Agista, Direktur Eksekutif Burung Indonesia menjelaskan, di tahun 2017 ini Indonesia mempunyai 1.769 jenis burung yang merupakan tertinggi ke empat di dunia. Sementara untuk endimisitas, Indonesia memiliki lebih dari 500 jenis yang jumlahnya tertinggi dibandingkan negara manapun di dunia.

“Dari jumlah itu, 140 jenis berstatus terancam punah secara global. Sulawesi yang yang berada di garis Wallacea merupakan kawasan biogeografi yang penting. Selain itu Sulawesi banyak disebut oleh para ahli dengan pulau yang memiliki edemisitas tinggi,” ungkapnya.

Ivone Larekang, dari Badan Lingkungan Hidup Provinsi Gorontalo menjelaskan tentang Gorontalo yang telah ditetapkan sebagai provinsi konservasi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Lingkungan hidup menjadi satu dari enam program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

---

Sumbrer: www.mongabay.co.id/2017/09/06/gorontalo-wilayah-penting-keragaman-hayati-indonesia

Share Content

 
Rating Konten
(0 pengunjung)
Kategori Menu
Label Konten

Keluarga adalah karunia terbesar dalam peradaban manusia

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

  • Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca: sebuah kebahagiaan

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2019 intronesia.com