Anda berada disini:Beranda/Sumatera/Riau/Riau Diduga Telah Dihuni Sejak Masa Antara 10.000 - 40.000 SM. Kesimpulan Berdasarkan Penemuan Alat-alat Dari Zaman Pleistosin

Riau Diduga Telah Dihuni Sejak Masa Antara 10.000 - 40.000 SM. Kesimpulan Berdasarkan Penemuan Alat-alat Dari Zaman Pleistosin

01.01.2018
2773
Castle of Siak Kingdom, Riau, Indonesia Castle of Siak Kingdom, Riau, Indonesia (Foto: Atrix Iesada)

Riau (Jawi: رياو) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pulau Sumatera. Provinsi ini terletak di bagian tengah pantai timur Pulau Sumatera, yaitu di sepanjang pesisir Selat Melaka. Hingga tahun 2004, provinsi ini juga meliputi Kepulauan Riau, sekelompok besar pulau-pulau kecil (pulau-pulau utamanya antara lain Pulau Batam dan Pulau Bintan) yang terletak di sebelah timur Sumatera dan sebelah selatan Singapura. Kepulauan ini dimekarkan menjadi provinsi tersendiri pada Juli 2004. Ibu kota dan kota terbesar Riau adalah Pekanbaru. Kota besar lainnya antara lain Dumai, Selatpanjang, Bagansiapiapi, Bengkalis, Bangkinang, Tembilahan, dan Rengat.

Riau saat ini merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia, dan sumber dayanya didominasi oleh sumber alam, terutama minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit dan perkebunan serat. Tetapi, penebangan hutan yang merajalela telah mengurangi luas hutan secara signifikan, dari 78% pada 1982 menjadi hanya 33% pada 2005. Rata-rata 160,000 hektare hutan habis ditebang setiap tahun, meninggalkan 22%, atau 2,45 juta hektare pada tahun 2009. Deforestasi dengan tujuan pembukaan kebun-kebun kelapa sawit dan produksi kertas telah menyebabkan kabut asap yang sangat mengganggu di provinsi ini selama bertahun-tahun, dan menjalar ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Etimologi

Ada tiga kemungkinan asal kata riau yang menjadi nama provinsi ini. Pertama, dari kata Portugis, rio berarti sungai. Pada tahun 1514, terdapat sebuah ekspedisi militer Portugis yang menelusuri Sungai Siak, dengan tujuan mencari lokasi sebuah kerajaan yang diyakini mereka ada pada kawasan tersebut, dan sekaligus mengejar pengikut Sultan Mahmud Syah yang melarikan diri setelah kejatuhan Kesultanan Malaka.

Versi kedua menyebutkan bahwa riau berasal dari kata riahi yang berarti air laut. Kata ini diduga berasal dari tokoh Sinbad al-Bahar dalam kitab Seribu Satu Malam, dan versi ketiga menyebutkan bahwa kata ini berasal dari penuturan masyarakat setempat, diangkat dari kata rioh atau riuh, yang berarti ramai, hiruk pikuk orang bekerja. Besar kemungkinan nama ini memang berasal dari penamaan rakyat setempat, yaitu orang Melayu yang hidup di daerah Bintan, yang kini masuk wilayah Kepulauan Riau. Nama itu kemungkinan telah mulai terkenal semenjak Raja Kecik memindahkan pusat kerajaan Melayu dari Johor ke Ulu Riau pada tahun 1719.

Sejarah

Riau diduga telah dihuni sejak masa antara 10.000-40.000 SM. Kesimpulan ini diambil setelah penemuan alat-alat dari zaman Pleistosin di daerah aliran sungai Sungai Sengingi di Kabupaten Kuantan Singingi pada bulan Agustus 2009. Alat batu yang ditemukan antara lain kapak penetak, perimbas, serut, serpih dan batu inti yang merupakan bahan dasar pembuatan alat serut dan serpih. Tim peneliti juga menemukan beberapa fosil kayu yang diprakirakan berusia lebih tua dari alat-alat batu itu. Diduga manusia pengguna alat-alat yang ditemukan di Riau adalah pithecanthropus erectus seperti yang pernah ditemukan di Sangiran, Jawa Tengah. Penemuan bukti ini membuktikan ada kehidupan lebih tua di Riau yang selama ini selalu mengacu pada penemuan Candi Muara Takus di Kampar sebagai titik awalnya.

Pada awal abad ke-16, Tome Pires, seorang penjelajah Portugal, mencatat dalam bukunya, Summa Oriental bahwa kota-kota di pesisir timur Sumatera antara suatu daerah yang disebutnya Arcat (sekitar Aru dan Rokan) hingga Jambi merupakan pelabuhan dagang yang dikuasai oleh raja-raja dari Minangkabau. Di wilayah tersebut, para pedagang Minangkabau mendirikan kampung-kampung perdagangan di sepanjang Sungai Siak, Kampar, Rokan, dan Indragiri, dan penduduk lokal mendirikan kerajaan-kerajaan semiotonom yang diberi kebebasan untuk mengatur urusan dalam negerinya, tetapi diwajibkan untuk membayar upeti kepada para raja Minangkabau. Satu dari sekian banyak kampung yang terkenal adalah Senapelan yang kemudian berkembang menjadi Pekanbaru, yang kini menjadi ibu kota provinsi.

Sejarah Riau pada masa pra-kolonial didominasi beberapa kerajaan otonom yang menguasai berbagai wilayah di Riau. Kerajaan yang terawal, Kerajaan Keritang, diduga telah muncul pada abad keenam, dengan wilayah kekuasaan diperkirakan terletak di Keritang, Indragiri Hilir. Kerajaan ini pernah menjadi wilayah taklukan Majapahit, namun seiring masukkan ajaran Islam, kerajaan tersebut dikuasai pula oleh Kesultanan Melaka. Selain kerajaan ini, terdapat pula Kerajaan Kemuning, Kerajaan Batin Enam Suku, dan Kerajaan Indragiri, semuanya diduga berpusat di Indragiri Hilir.

Sumber: Wikipedia

Share Content

 
Rating Konten
(1 Pilih)
Kategori Menu
Label Konten

Nikmati saja selagi masih ada nafas dan udara untuk dihirup

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

5 komentar

  • AGroogirl
    20.10.2020
    does yeast infection treatment affect period antiviral treat flu. antiviral medicine over the counter, antiviral drugs for cats. treat coronavirus symptoms, antiviral medication for influenza coronavirus medicine antiviral medications for cold sores does yeast infection treatment affect period ovar 1070661 . do antiviral drugs affect birth control did yeast infection treatment still itchy.
  • Aexcicymn
    20.10.2020
    antiviral medication for the flu antiviral medication for flu over the counter. does antiviral medicine affect birth control, saying that an HIV wonder drug. antiviral medications otc, antiviral treatment for shingles coronavirus medicine antiviral drugs for flu in india what does antiviral medicine do for shingles osel 4_00688 . enter now, a high volume antivirala drugs for influenza.
  • Victoraxiom
    18.10.2020
    visibly suspend only the ventilator to undergo simply chief it. best price on cialis cialis to buy Unallied and Apology
  • Apretriep
    17.10.2020
    what antiviral drugs are used for the flu antiviral medications for hiv online farmacia comprar viagra generico viagra sin receta what does antiviral medication do. do antiviral drugs make you tired mers cov incubation period 20 aa7804e , over the counter antiviral medications for cold sores. antiviral drugs for shingles, non prescription antiviral medication for flu. En linea farmacia la viagra sin receta HIV medications that was being tested, antiviral treat flu. antiviral medication for shingles and alcohol, the articles supported their stories with apparent insights best antiviral medicine for flu. En linea farmacia comprar sildenafil generico site treat coronavirus symptoms, what does the antiviral drug do for shingles. over the counter flu antiviral drugs, antiviral medication for the flu what does antiviral medication do.
  • Several days afterward the intro of tadalfil on the market, researchers toyed with
    the theme of a chronic, low-drug formulation to boost enhance spontaneity.
    In 2008, Eli Lilly obtained FDA favourable reception for
    the once-day-after-day governing body of tadalafil.
    In Oct 2011, Cialis (Cialis) was besides approved to treat benignant
    endocrine hyperplasia (BPH) with or without
    ED. Avanafil (Stendra) was sanctioned in April 2012, offering an attack of fulfill as other as 15 transactions subsequently brass and
    foster expanding handling options for men with ED. http://lm360.us/

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

loading...

  • Kesombongan tidak mampu menutupi kebodohan, bahkan justru memperjelas. Kebodohan hanya bisa terkikis oleh kerendahan hati untuk terus belajar

 

IntroNesia menempatkan informasi dengan proporsional untuk membawa dampak positif, membantu memahami diri untuk menghormati dan menghargai sesama.

Redaksi

  • info@intronesia.com

© 2018-2020 intronesia.com